Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
30 September 2022

Apakah Petting Bisa Menyebabkan Kehamilan? Cek Faktanya, Yuk!

Apa betul melakukan petting bisa hamil? Eits, belum tentu!
Apakah Petting Bisa Menyebabkan Kehamilan? Cek Faktanya, Yuk!

Pernahkah Moms dan Dads mendengar istilah petting?

Petting sering dikira sama dengan tindakan foreplay dalam hubungan bercinta.

Namun, sebetulnya ada perbedaan mendasar antara petting dan foreplay, lho.

Ketahui lebih lanjut, yuk!

Baca Juga: 14 Tips Foreplay Agar Bercinta Lebih Tahan Lama

Apa Itu Petting?

Petting artinya

Foto: Petting artinya (freepik.com)

Petting memang dapat menjadi salah satu bagian dari foreplay, tapi perbedaan antara petting dan foreplay terletak pada tujuan akhirnya.

Petting tidak selalu berakhir dengan hubungan bercinta, sedangkan foreplay atau pemanasan dilakukan karena akan melakukan hubungan seksual.

Petting adalah tindakan dalam bentuk rangsangan yang dilakukan biasanya pada tubuh.

Petting berupa sentuhan seksual pada tubuh pasangan seperti memberikan ciuman, sentuhan, memijat, menggesek, dan membelai yang dilakukan pada saat masih berpakaian maupun tidak.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Sexual Research, berdasarkan survey pada 152 pasangan partisipan, ekspektasi durasi foreplay yang ideal tidak banyak berbeda antara pria dan wanita.

Petting sebagai bagian dari pemanasan (foreplay), biasanya akan sampai pada tindakan melepaskan pakaian dan melakukan gesekan pada daerah alat kelamin.

Tujuan dilakukannya petting adalah untuk meningkatkan gairah pada pasangan dan juga organ intimnya.

Baca Juga: Tips Foreplay untuk Seks Memuaskan, Coba Konsumsi Makanan Ini

Apa Perbedaan Light Petting dan Heavy Petting?

Apa itu light petting dan heavy petting

Foto: Apa itu light petting dan heavy petting (freepik.com)

Light petting dapat berupa bentuk rangsangan yang dilakukan pada leher atau tubuh bagian atas.

Contohnya adalah aktivitas bermesraan dalam waktu lama, berciuman, pijatan atau belaian pada payudara, dan berciuman.

Aktivitas yang dilakukan pada bagian tubuh di sekitar kelamin seperti menggesek dengan tetap berpakaian juga termasuk light petting.

Selain light petting, ada juga yang disebut sebagai heavy petting.

Istilah heavy petting digunakan untuk kontak fisik yang dilakukan lebih dalam dan juga berat antar kedua pasangan.

Heavy petting biasanya akan lebih fokus kepada aktivitas seksual, pemanasan atau sentuhan yang dilakukan di titik-titik erotis.

Heavy petting cenderung berhenti sebelum melakukan hubungan seksual secara penuh atau penetrasi.

Contoh heavy petting adalah:

  • Seks oral
  • Fingering
  • Hand jobs atau merangsang kelamin dengan tangan
  • Saling masturbasi

Saat melakukan heavy petting di bawah pinggang dan melibatkan alat kelamin, sebaiknya gunakan kondom.

Sebab, beberapa penyakit menular seksual masih dapat ditularkan melalui seks oral (cunnilingus dan blow job).

Jika hanya berada dalam hubungan monogami dan juga saling percaya, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksual setidaknya sekali setahun.

Baik light petting maupun heavy petting merupakan cara yang cukup baik untuk mempersiapkan hubungan seksual.

Tetapi banyak yang menganggap durasi seks penetrasi yang lebih lama lebih penting daripada fokus pada petting.

Baca Juga: Baru Menikah, Ini 3 Tips Agar Foreplay Malam Pertama Tidak Canggung

Adakah Manfaat Petting?

Tujuan petting

Foto: Tujuan petting (freepik.com)

Seks yang melibatkan penetrasi penis ke dalam vagina sering berakhir ketika pria mencapai orgasme.

Sebab, pria tidak bisa langsung kembali ereksi ketika spermanya telah keluar.

Sebagai solusi dari hal tersebut, Moms dan Dads bisa melakukan petting.

Petting dapat mencairkan suasana, karena dimulai secara perlahan dan mungkin saja berakhir dengan orgasme.

Pada aktivitas heavy petting, poin utamanya bukan lagi orgasme, tetapi menikmati prosesnya.

Petting juga merupakan cara yang baik untuk mengembangkan dan eksplorasi teknik seksual.

Dalam aktivitas petting ada berbagai teknik untuk menstimulasi klitoris dan fingering.

Demikian pula halnya dengan hand job yang baik dan blow job yang tidak mudah dan membutuhkan stimulasi lembut dan keras, dengan fokus pada kepala penis.

Dengan petting, Moms dan Dads dapat melatih keterampilan seksual dan meningkatkan pemahaman lebih lanjut tentang titik rangsangan masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa manfaat petting dari sisi psikologi, yakni:

  1. Dapat meningkatkan komunikasi antar kedua pasangan karena biasanya pasangan akan dapat berkomunikasi dari hati ke hati dalam suasana yang romantis dan bergairah.
  2. Dapat meningkatkan keterikatan emosional dan juga keintiman pasangan.
  3. Dapat membangun hubungan emosional yang lebih kuat.
  4. Membantu menghilangkan stres.
  5. Memberikan waktu untuk mengevaluasi hubungan antar kedua pasangan.
  6. Dapat mempelajari perilaku, kepribadian, dan juga keinginan satu dengan yang lain.
  7. Menikmati rangsangan.
  8. Meningkatkan perasaan sayang, tanggung jawab, dan cinta melalui sentuhan fisik.

Western Journal of Communication mengatakan, pasangan yang meningkatkan frekuensi berciuman diketahui lebih baik dalam mengelola stres dan kepuasan berhubungan.

Baca Juga: 5 Tips Foreplay Agar Bercinta Lebih Tahan Lama

Petting, Apakah Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Petting bisa hamil?

Foto: Petting bisa hamil? (freepik.com)

Nah, apakah melakukan petting bisa menyebabkan kehamilan?

Jika aktivitas petting yang dilakukan dengan pakaian lengkap atau hanya light petting, maka risiko kehamilan tidak akan terjadi.

Salah satu hal yang penting untuk menghindari risiko kehamilan adalah tidak melakukan aktivitas petting dengan keadaan telanjang.

Sebab ketika seorang pria berejakulasi di dekat lubang vagina, akan ada kemungkinan kecil sperma berenang ke saluran reproduksi wanita dan bertemu dengan sel telur yang dapat menyebabkan kehamilan.

Selama petting, Moms dan Dads harus berhati-hati agar tidak ada kontak antar kelamin untuk menghindari kehamilan.

Selain itu, risiko kehamilan juga dapat terjadi apabila pria yang menyentuh penisnya juga menggunakan tangan yang sama untuk meraba vagina pasangannya.

Hal tersebut karena terdapat peluang yang lebih besar masuknya sperma yang masih hidup ke dalam vagina.

Biasanya, petting tidak dilakukan untuk tujuan foreplay saja.

Ada banyak pasangan yang memilih melakukan petting sebagai tujuan utama atau menu utamanya karena sedang tidak bisa berhubungan intim.

Petting adalah salah satu cara yang cukup fantastis untuk dapat menikmati seks yang aman.

Petting adalah pilihan yang baik untuk wanita yang tidak ingin dan tidak bisa menggunakan kontrasepsi hormonal atau jenis KB lainnya.

Faktanya, petting juga sering dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah, tapi masih belum berkeinginan untuk memiliki maupun menambah keturunan.

Hal lainnya yang juga perlu diketahui adalah, petting dapat menimbulkan bahaya jika melibatkan pengisapan payudara ibu yang sedang menyusui.

Sebab, walaupun risikonya kecil, ibu menyusui berisiko tertular penyakit kelamin dari virus yang akan terserap ke dalam ASI.

Baca Juga: Ternyata, Ini 6 Rahasia Agar Perempuan Orgasme Maksimal

Petting cocok menjadi salah satu alternatif ketika keadaan Moms dan Dads sedang merasa tidak dapat bercinta dengan penetrasi.

Lakukan tindakan ini dengan bijak, ya, Moms!

Dengan demikian, Moms dan Dads bisa mencapai kepuasan bersama!

  • https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a2231/what-is-petting/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15497058/
  • https://www.orlandosentinel.com/news/os-xpm-1992-09-01-9208290455-story.html
  • https://www.healthline.com/health/healthy-sex/foreplay-sex
  • https://www.menshealth.com/sex-women/a19539960/foreplay-and-sex-tips/
  • https://jamaica-gleaner.com/gleaner/20121208/life/life1.html
  • https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10570310902856071