26 September 2022

Mengenal Pengertian dan Jenis Pola Aliran Sungai untuk Edukasi Anak

Simak penjelasannya berikut ini, ya!

Pola aliran sungai adalah tempat berkumpulnya air tawar secara alami yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah.

Selanjutnya, air tersebut mengalir ke lautan, danau, atau sungai dengan ukuran lebih besar lagi.

Yuk, pelajari bersama agar bisa digunakan sebagai edukasi anak!

Baca Juga: Ini 5 Sungai Terpanjang di Benua Australia, Banyak Anak Sungainya!

Pengertian Pola Aliran Sungai

Sungai Danube di Eropa
Foto: Sungai Danube di Eropa (iStockphoto.com)

Dilansir dari PNAS, pola aliran sungai terbentuk secara alami.

Pola ini membentang dari hulu ke hilir, dengan bentuknya sendiri beragam sesuai pola yang ada.

Kumpulan dari sungai-sungai yang memiliki bentuk yang menggambarkan kondisi dari profil dan genetik sungai itu sendiri.

Penyebab dari terbentuknya pola aliran sungai adalah karena faktor-faktor alami.

Di antaranya seperti jenis tanah dan batuan, topografi, morfologi, kemiringan, tingkat erosi, dan struktur geologi.

Secara peralahan, dengan berjalannya waktu, sistem jaringan yang terdapat di sungai membentuk pola aliran yang bercabang dan menyesuaikan dengan faktor lingkungan yang ada di sekitar jaringan sungai.

Dari kondisi di atas, membentuk beberapa pola aliran yang berbeda-beda.

Jenis Pola Aliran Sungai

Pola aliran sungai hutan hujan
Foto: Pola aliran sungai hutan hujan (iStockphoto.com)

Terdapat beberapa jenis pola aliran sungai yang ada di setiap daerah.

Sungai yang ada di satu daerah mengalir ke daerah lain dan hal tersebut dipengaruhi banyak faktor.

Faktor yang dimaksud adalah perbedaan topografi, struktur hingga jenis batuan dasar.

Hal tersebut yang membentuk beberapa pola sungai.

Berikut ini jenis-jenis dari pola aliran yang dimaksud, yaitu:

1. Aliran Sungai Dendritik

Jenis pola aliran pertama adalah dendritik.

Pola dendritik seperti sebuah urat nadi daun.

Jika Moms mengambil sebuah daun yang besar dan lebar, maka akan melihat penampang daun dengan nadinya.

Pola aliran dendritik tersebut seperti penampang daun.

Jenis sungai yang memiliki banyak cabang yang mengalir ke segala arah merupakan pola aliran dendritik.

Pola dendritik dikendalikan oleh litologi yang homogen dengan struktur aliran yang dipengaruhi oleh jenis batuan.

Baca Juga: Danau Sunter, Tempat Wisata Murah dan Asyik di Kawasan Jakarta Utara

2. Pola Sungai Trellis

Selanjutnya pola sungai trellis, pola aliran trellis memiliki bentuk yang seperti pagar.

Jenis aliran ini dikontrol oleh struktur geologi dengan lipatan antiklin dan sinklin.

Ciri-ciri dari pola trellis yaitu kumpulan saluran air yang membentuk sebuah pola yang sejajar dan mengalir, mengikuti arah kemiringan lereng dan tegak lurus terhadap saluran utamanya.

Saluran utama yang terdapat dalam pola aliran trellis biasanya searah dengan sumbu lipatan.

Pola trells adalah perpaduan antara sungai subsekuen dan sungai konsekuen.

3. Aliran Sungai Radial

Mata Air Gunung
Foto: Mata Air Gunung (unsplash.com)

Jenis pola aliran selanjutnya adalah pola radial.

Pola aliran ini memiliki bentuk seperti akar, yang merambat ke segala arah.

Sungai ini memiliki pola aliran dari pusat menyebar ke segala arah.

Contohnya seperti mata air gunung mengalirkan air ke segala arah.

Pola aliran ini tercipta karena bentuk permukaan bumi cembung.

4. Aliran Sungai Radial Sentripetal

Selanjutnya adalah pola aliran sungai radial sentripetal.

Jika dalam pol aliran radial dari mata air yang mengalir ke segala arah karena bentuk bumi yang cembung.

Sementara pola aliran radial sentripetal merupakan pola berlawanan dengan pola radial.

Air sungai yang mengalir ke cekungan besar atau lebih rendah.

Pola aliran radial sentripetal mudah ditemui di Amerika Serikat bagian barat.

Sebab, bentuk tanah dan permukaan bumi yang ada di daerah tersebut.

5. Pola Sungai Radial Sentrifugau

Ada juga pola aliran sungai radia sentrifugal, aliran ini berada di kerucut sebuah gunung berapi atau kubah yang mencapai tahap muda.

Aliran sungai jenis ini bergerak menuruni lereng gunung tersebut.

6. Pola Sungai Rektangular

Pola aliran sungai rektangular memiliki aliran yang dikontrol oleh struktur geologi.

Pola aliran ini umumnya terjadi pada struktur batuan yang beku.

Bentuk dan pola aliran sungai ini memiliki bentuk lurus yang memikuti arah patahan tanah.

Adapun ciri dari sungai dengan pola rektangular, yaitu tegak lurus karena bentuk saluran air yang berasal dari struktur geologi.

Pola aliran ini berkembang di batuan yang tahan erosi dan berasal dari dua arah dan memiliki sudut yang saling tegak lurus.

Baca Juga: 7 Sungai Terpanjang di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Ada Sungai Kapuas!

7. Pola Sungai Paralel

Pola aliran sungai paralel menjadi sistem aliran yang tercipta oleh lereng yang curam dan terjal.

Ini disebabkan karena morfologi lereng yang membentuk aliran sungai lurus mengikuti arah lereng.

Pola ini terbentuk pada morfologi lereng yang memiliki kemiringan lereng dengan bentuk serupa atau seragam.

8. Pola Aliran Pinnate

Gunung Sinabung
Foto: Gunung Sinabung (abcnews.go.com)

Pola aliran pinnate merupakan aliran sungai yang kompleks, bahkan lebih kompleks dari pola aliran dentritik.

Pola aliran ini memiliki karakteristik dengan cabang atau anak sungai yang berbentuk sejajar dengan induk sungainya.

Contoh pola aliran ini dapat dilihat di sungai yang terdapat di lereng Gunung Sinabung, lereng Gunung Kerinci, dan lereng Gunung Tandikat.

9. Pola Aliran Barbed

Pola aliran ini merupakan pola aliran yang terdapat di daerah hulu dan mengalir ke aliran yang cenderung sempit.

Di dalam pola aliran ini terdapat sungai atau cabang-cabang sungai yang bergabung dengan sungai utama disertai sudut lancip yang mengarah ke arah hulu.

Baca Juga: 8 Gunung Tertinggi di Jawa, Ada yang Jalurnya Menantang!

10. Pola Aliran Deranged

Pola aliran ini memiliki bentuk yang tidak teratur, yang dapat dilihat di danau atau rawa-rawa.

Jenis aliran ini memiliki arus yang keluar dan masuk melalui danau dan rawa-rawa.

Sementara itu, cabang atau anak sungainya memiliki panjang yang pendek.

11. Pola Aliran Braided

Pola aliran terakhir adalah braided atau teranyam.

Pola aliran ini terbentuk karena aliran sungai yang terbagi.

Fenomena terbaginya aliran sungai berasal dari gangguan aliran sungai atau arus yang tercipta akibat pengendapan di tengah aliran sungai.

Baca Juga: Fakta Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dan Lokasi Hilangnya Anak Ridwan Kamil

Nah itulah penjelasan terkait pola aliran sungai.

Kini, kita telah tahu apa saja pola aliran yang terdapat pada setiap sungai.

Ternyata sangat beragam pola dari aliran sungai itu ya, Moms!

  • https://www.pnas.org/doi/10.1073/pnas.1311920110#
  • https://whalecoastconservation.org.za/river-drainage-patterns/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb