Scroll untuk melanjutkan membaca

PASCAMELAHIRKAN
21 Oktober 2022

Jangan Salah, Ini Posisi Tidur yang Baik setelah Keguguran agar Cepat Pulih

Ada posisi yang juga harus dihindari
Jangan Salah, Ini Posisi Tidur yang Baik setelah Keguguran agar Cepat Pulih

Penting untuk mengetahui posisi tidur yang baik setelah keguguran, agar pemulihan berjalan dengan lancar.

Sebab, keguguran membuat tubuh terasa tidak nyaman. Terutama pada area perut dan pinggul.

Posisi tidur yang salah dapat membuat aliran darah ke seluruh tubuh jadi kurang lancar.

Baca juga: 9 Penyebab Sakit Leher Sebelah Kiri, Salah Satunya Terlalu Lama Menatap Layar!

Posisi Tidur yang Baik setelah Keguguran dan yang Sebaiknya Dihindari

Ada beberapa posisi tidur yang dinilai baik dicoba setelah mengalami keguguran, yaitu:

1. Posisi Menyamping

Posisi Menyamping

Foto: Posisi Menyamping (freepik.com)

Posisi menyamping adalah posisi tidur yang baik setelah keguguran. Bisa menyamping ke kanan ataupun ke kiri.

Posisi tidur menyamping atau miring ke kanan dapat membuat kinerja sistem saraf menjadi lebih baik.

Terutama sistem saraf yang berpengaruh ke detak jantung dan tekanan darah.

Posisi ini juga membuat alirah darah juga akan menjadi lebih lancar, dan mencegah terjadinya komplikasi di area tubuh yang terasa nyeri.

Menyamping ke kiri juga bisa jadi pilihan, karena mencegah tekanan pada hati dan memfasilitasi aliran darah yang sehat ke rahim, ginjal, dan jantung.

2. Posisi Telentang

Posisi Telentang

Foto: Posisi Telentang (freepik.com)

Ini juga merupakan salah satu posisi tidur yang baik setelah keguguran, karena tidak membuat darah tersumbat.

Saat berbaring telentang, mudah untuk menjaga tulang belakang sejajar dan mendistribusikan berat badan secara merata.

Selain membuat tubuh lebih rileks dan nyaman, posisi ini juga mencegah kemungkinan sakit di leher atau punggung.

Nah, itulah beberapa posisi tidur yang bisa dipilih setelah mengalami keguguran.

Lantas, apa saja posisi yang sebaiknya dihindari? Salah satu yang harus dihindari adalah posisi tengkurap.

Posisi ini dapat menambah tekanan pada perut, yang mungkin terasa tidak nyaman setelah keguguran.

Selain itu, hindari tidur dengan posisi kaki yang lebih tinggi daripada kepala.

Meski pada beberapa kondisi posisi ini direkomendasikan, bagi Moms yang baru mengalami keguguran, posisi ini sangat tidak disarankan.

Tips Pemulihan setelah Keguguran

Stres setelah Keguguran

Foto: Stres setelah Keguguran (freepik.com)

Selain memilih posisi tidur yang baik setelah keguguran, Moms juga perlu memerhatikan hal-hal lain selama masa pemulihan.

Sebab, ada banyak hal yang bisa salah dengan kehamilan dan menyebabkan keguguran.

Keguguran bisa sangat membebani secara emosional bagi seorang wanita. Menyebabkan trauma mental dan stres fisik.

Pada keguguran yang sangat dini, tubuh biasanya akan seperti mengalami periode menstruasi yang berat.

Pendarahan vagina mungkin memiliki gumpalan, dan Moms mungkin mengalami kram yang lebih kuat dari biasanya.

Baca juga: Apa Itu Angin Duduk? Cari Tahu Penyebab, Gejala hingga Cara Mengobatinya

Pendarahan tidak boleh tetap berat lebih lama dari beberapa hari dan kemungkinan besar akan berhenti sepenuhnya dalam waktu dua minggu.

Pada keguguran trimester pertama yang tidak melibatkan kuretase, perdarahan mungkin menggumpal besar seukuran bola golf.

Gejala kram yang dirasakan mungkin berat dan memerlukan obat penghilang rasa sakit.

Menurut studi pada 2011 di jurnal Reviews in Obstetrics and Gynecology, Moms mungkin terus merasakan gejala kehamilan selama pendarahan.

Namun, umumnya gejala tersebut akan mulai memudar seiring waktu.

Pendarahan mungkin akan berlangsung satu hingga dua minggu dan menstruasi akan kembali dalam waktu dua bulan.

Pada keguguran jenis apapun, dokter mungkin akan menyarankan agar Moms mendapatkan suntikan RhoGAM, jika golongan darah Rh-negatif.

Menurut studi di jurnal American Family Physician, ini mencegah tubuh mengembangkan antibodi yang dapat mempersulit kehamilan di masa depan.

Secara fisik, Moms mungkin akan merasa normal segera setelah pendarahan berhenti.

Periode menstruasi mungkin akan kembali dalam waktu empat sampai enam minggu.

Nah, selain memilih posisi tidur yang baik setelah keguguran, penting untuk memerhatikan beberapa hal untuk memastikan pemulihan yang lebih cepat.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan selama pemulihan setelah keguguran:

1. Istirahat Total Selama Seminggu Jika Keguguran pada Trimester 1

Jika keguguran terjadi di trimester pertama, Moms perlu istirahat total setidaknya selama seminggu.

Untuk mengatur pendarahan, disarankan untuk selalu berada di rumah dan hindari bepergian.

Moms juga harus banyak istirahat jika keguguran terjadi antara 6 sampai 8 minggu kehamilan.

2. Konsumsi Makanan Bergizi

Selama masa pemulihan, selain memilih posisi tidur yang baik setelah keguguran, sangat penting juga untuk menjaga pola makan sehat.

Terutama mengonsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin, untuk pemulihan yang lebih cepat.

3. Hindari Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Mengangkat barang atau melakukan tugas rumah tangga yang berat dapat menyebabkan lebih banyak ketidaknyamanan.

Jadi, sebaiknya hindari melakukan pekerjaan rumah tangga. Mintalah bantuan pasangan atau anggota keluarga lain.

4. Jangan Melewatkan Pengobatan

Sangat penting untuk meminum obat yang diresepkan oleh dokter tepat waktu dan menyelesaikan seluruh pengobatan untuk menghindari infeksi.

5. Hindari Hubungan Seksual

Beberapa hari dan minggu setelah keguguran, rahim akan sangat sensitif.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan dulu melakukan hubungan seksual hingga pendarahan benar-benar berhenti dan ketidaknyamanan hilang.

Umumnya, disarankan untuk menunda hubungan seksual setidaknya 6 minggu setelah keguguran, untuk menghindari komplikasi.

6. Hindari Douching

Douching atau membersihkan area kewanitaan dengan sabun setelah keguguran adalah hal yang harus dihindari.

Bahkan sabun pembersih khusus kewanitaan pun sebaiknya dihindari.

Sebab, hal ini bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina, dan memicu infeksi.

Baca juga: Mengenal Gastroparesis: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya

7. Hindari Olahraga Intens

Masa pemulihan setelah keguguran adalah waktu di mana Moms harus beristirahat total, untuk pulih dari trauma fisik.

Oleh karena itu, olahraga, latihan beban, dan aktivitas fisik intens lainnya tidak dianjurkan setelah keguguran.

Jika ingin berolahraga, pilihlah yoga, meditasi, atau teknik pernapasan. Ini juga akan membuat Moms bebas stres.

Itulah pembahasan mengenai posisi tidur yang baik setelah keguguran dan tips pemulihan lainnya. Semoga bermanfaat!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3100102/
  • https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2011/0701/p75.html
  • https://www.verywellfamily.com/physical-recovery-after-a-miscarriage-or-stillbirth-2371521
  • https://www.healthshots.com/preventive-care/reproductive-care/7-things-you-must-do-after-a-miscarriage-according-to-a-gynaecologist/
  • https://www.sleepfoundation.org/sleeping-positions