Scroll untuk melanjutkan membaca

SHOWBIZ
02 Agustus 2022

RSUD Jombang Minta Maaf atas Kejadian Bayi Meninggal saat Persalinan

RSUD Jombang sempat viral dan dicap lalai
RSUD Jombang Minta Maaf atas Kejadian Bayi Meninggal saat Persalinan

Foto: rsudjombang.jombangkab.go.id

Baru-baru ini Twitter dihebohkan dengan kejadian viral di RSUD Jombang yang membuat bayi baru lahir meninggal dunia akibat kelalaian pihak rumah sakit.

Nah, selain membagikan cerita melalui Twitter, kritik pedas lainnya pun dilontarkan ke salah satu rumah sakit di Jawa Timur ini, Moms!

Hal ini bermula dari seorang ibu yang awalnya dirujuk untuk operasi caesar, tapi tiba-tiba dipaksa lahiran normal, alhasil bayi tersebut pun meninggal dunia.

Pelayanan yang dicap buruk ini akhirnya menjadi viral lantaran kecaman dari seorang wanita bernama Desy Salindrawati.

"Gak ramah, ga etis. Surat rujukan dari puskesmas sudah operasi caesar kok dipaksa lahir normal, akhirnya bayi meninggal. Perawat Judes!!" tulisnya.

Yuk, Moms simak selengkapnya di sini.

Baca Juga: Viral RSUD Jombang Sebabkan Bayi Baru Lahir Meninggal, Ini Fakta-faktanya!

RSUD Jombang Minta Maaf

rsud jombang

Foto: rsud jombang (rsudjombang.jombangkab.go.id)

Foto RSUD Jombang (Sumber: Orami Photo Stocks)

Setelah kejadian viral ini mencuat di media sosial hingga RSUD Jombang mendapat banyak kecaman di Google Maps, rumah sakit ini pun akhirnya minta maaf.

RSUD Jombang menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas peristiwa yang terjadi pada bayi pasien yang meninggal di tengah proses persalinan.

Bayi tersebut adalah anak dari pasangan Yopi Widianto (26) dan Rohma Roudlotul Jannah (29), yang meninggal saat proses persalinan pada Kamis malam (28/7).

Baca Juga: 8 Rekomendasi Oleh-Oleh Jombang, Makanan hingga Pernak-pernik!

Seperti yang sudah disinggung di atas, buntut dari permintaan maaf ini karena Rohma yang mulanya dirujuk untuk operasi caesar dipaksa melahirkan normal.

Akhirnya kejadian tragis pun menimpa pasangan Yopi dan Rohma. Bayi perempuannya meninggal karena mengalami bahu tersangkut atau distosia bahu.

Kasubbag Humas RSUD Jombang, dr Fery Dewanto, mengaku sudah menemui keluarga untuk memberikan pemahaman dan penjelasan terkait yang sebenarnya terjadi dan sudah meminta maaf.

Menurut penjelasannya lewat jumpa pers pada Senin (1/8), dr Fery Dewanto mengaku bahwa keluarga pasien sudah memahami kondisi yang sebenarnya.

Baca Juga: Prosedur Operasi Caesar, Ketahui Persiapan, Proses, Hingga Perawatan Setelah Operasi

RSUD Jombang Sebabkan Bayi Baru Lahir Meninggal

Menunda Memandikan Bayi Baru Lahir, Ketahui Manfaatnya 4

Foto: Menunda Memandikan Bayi Baru Lahir, Ketahui Manfaatnya 4 (Orami Photo Stocks)

Foto ilustrasi bayi baru lahir (Sumber: Orami Photo Stock)

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya sang ibu, Rohma sudah mengunjungi Puskesmas Sumobito kemudian dirujuk ke RSUD Jombang karena mengalami keracunan kehamilan pada Kamis 28 Juli 2022.

Rohma, perempuan asal Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.50 WIB.

Pemeriksaan awal di RSUD Jombang, Rohma dalam kondisi baik dan jalan lahirnya sudah pada fase bukaan 7. Sementara, kepala janin berada di posisi pangkal panggul.

Dokter kandungan pun memutuskan Rohma untuk persalinan normal. Jalan lahir Rohma pun membuka secara lengkap.

Persalinan normal pun sempat berjalan lancar sampai kepala bayi Rohma keluar.

Namun sayangnya terjadi distosia bahu yang mengakibatkan tubuh sang bayi tidak bisa keluar.

Baca Juga: Tidak Ingin Melahirkan Caesar, Ini 3 Persiapan Melahirkan Normal yang Harus Dilakukan

Setelah lebih dari 10 menit, bayi perempuan pasangan Yopi dan Rohma pun meninggal.

Fokus dokter beralih ke penyelamatan Rohma dengan melakukan pemisahan anggota badan dan kepala bayi.

Selanjutnya tubuh bayi baru dikeluarkan dari rahim dengan prosedur operasi.

Setelah bayi keluar secara terpisah, kepala dan tubuh bayi kemudian disatukan kembali untuk kemudian dimakamkan oleh keluarga.

Nah itu dia Moms informasi mengenai RSUD Jombang yang sudah meminta maaf kepada pihak keluarga. Semoga kejadian ini tidak terulang ya, Moms!