01 Agustus 2019

Sarwendah Donorkan ASI, Ini Serangkaian Tes yang Harus Dilalui Sebelum Jadi Donor ASI

Penting untuk melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu
Sarwendah Donorkan ASI, Ini Serangkaian Tes yang Harus Dilalui Sebelum Jadi Donor ASI

Foto: instagram.com/sarwendah29

Sarwendah menjadi pendonor ASI ketika ia berada di Singapura. Hal ini dilakukannya setelah ia melahirkan putri keduanya, Thania Putri Onsu.

Kelahiran putri keduanya pun tidak membuat istri Ruben Onsu ini mengalami kesulitan untuk memproduksi ASI. Hal ini yang kemudian membuat Sarwendah mendonorkan ASI-nya.

Hal ini diungkapkan oleh Sarwendah di akun Instagram-nya, pada Jumat (5/7/2019). Ia bersyukur dengan kelebihan ASI yang diberikan padanya.

sarwendah mendonor ASI.jpg
Foto: sarwendah mendonor ASI.jpg (instagram.com/sarwendah29)

Foto: instagram.com/sarwendah29

"Tak berhenti aku bersyukur bagimana saat ini aku kembali bisa menjadi pendonor ASI dan kali ini di Singapore," tulis Sarwendah.

Tetapi, untuk bisa mendonor ASI pun perlu melewati proses yang panjang untuk memastikan kualitas ASI tersebut baik, dan Sarwendah berhasil melewati tahap tersebut.

"Untuk menjadi pendonor ASI sudah pasti harus melewati proses yang panjang untuk bisa di pastikan kalau ASI bagus dan di nyatakan berhasil untuk bisa jadi pendonor ASI, semoga bisa banyak membantu anak-anak ASI lagi yaa, jadi cece @thaliaputrionsu dan dede @thaniaputrionsu banyak saudaranya #SW #Sarwendah #DonorASI #Singapore #ThaliaPutriOnsu #ThaniaPutriOnsu," tulisnya lagi.

Lalu, seperti apa serangkaian proses dan tes yang harus dilewati ibu menyusui bila hendak menjadi pendonor ASI?

Baca Juga: Thalia dan Thania Putri Onsu Lakukan Pemotretan Bersama, Gemes Banget!

Proses untuk Menjadi Pendonor ASI

donor asi
Foto: donor asi (Orami Photo Stocks)

Menurut dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC, CIMI, Konselor Laktasi RS Pondok Indah-Pondok Indah, penting untuk memastikan kondisi ibu dalam keadaan sehat dan kebutuhan minum bayi juga tercukupi.

"Untuk menjadi donor ASI pastikan ibu dalam keadaan sehat dan kebutuhan minum bayi ibu tercukupi. Selanjutnya, IDAI juga merekomendasikan agar ibu setidaknya melakukan pemeriksaan darah terhadap beberapa penyakit yang dapat menular dari darah, contohnya Hepatitis B dan HIV," jelas dr. Meutia.

Sementara itu, I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi, Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, menulis di situs IDAI tentang beberapa proses yang diperlukan bagi seorang ibu agar bisa mendonorkan ASI.

Baca Juga: 6 Kondisi yang Membuat Ibu Perlu Bantuan Donor ASI Perah (ASIP)

Persyaratan Bagi Calon Pendonor ASI

  • Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
  • Sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui
  • Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih
  • Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
  • Tidak mengonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi. Konsumsi obat/suplemen herbal harus dinilai seperti apa dampaknya terhadap ASI
  • Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  • Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, Hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah), menggunakan obat ilegal, perokok, atau minum beralkohol

Tes yang Harus Dilakukan Calon Pendonor ASI

Drupal-Web_2170196-44 -1.jpg
Foto: Drupal-Web_2170196-44 -1.jpg (thewell.northwell.edu)

Lebih lanjut, I Gusti Ayu Nyoman menuliskan beberapa proses yang perlu dilalui jika ada ibu menyusui yang hendak mendonorkan ASI.

Harus menjalani skrining, meliputi:

  • Tes HIV
  • Human T-lymphotropic virus (HTLV)
  • Sifilis
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur)

Bila ada keraguan terhadap status pendonor, tes tersebut dapat dilakukan setiap 3 bulan.

Jika calon pendonor ASI telah melalui seluruh tahapan tersebut, ASI yang didonorkan juga harus dipastikan bebas dari virus atau bakteri dengan cara pasteurisasi atau pemanasan.

Proses Pasteurisasi ASI

  1. Tempatkan ASI sebanyak 50-150 ml ke dalam wadah kaca (toples selai) ukuran 450 ml.
  2. Tutup wadah kaca dan letakkan ke dalam panci aluminium 1 liter
  3. Tuangkan air mendidih hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci
  4. Dapat diletakkan pemberat diatas wadah kaca, kemudian tunggu selama 30 menit
  5. Pindahkan susu, dinginkan, dan berikan kepada bayi atau simpan di lemari pendingin

Baca Juga:Amankah Menyeduh Susu Formula dengan Air Panas dari Dispenser?

Cara Pemanasan ASI

  1. Tempatkan ASI sebanyak 50-150 ml kedalam wadah kaca 450 ml
  2. Wadah kaca ditutup sampai saat dilakukan flash heating
  3. Untuk melakukan flash heating, buka tutup wadah dan letakkan dalam 1 liter Hart Pot (pemanas susu)
  4. Tuangkan air 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci
  5. Didihkan air, jika telah muncul gelembung, pindahkan wadah dengan cepat dari air dan sumber panas
  6. Dinginkan ASI, setelah itu berikan kepada bayi atau simpan di lemari pendingin

Menjaga Mutu dan Keamanan ASI

donor asi-1.jpeg
Foto: donor asi-1.jpeg (wvpublic.org)

Ibu pendonor ASI juga perlu mengetahui cara menjaga mutu dan keamanan ASI dengan memerhatikan kebersihan, cara penyimpanan, pemberian, dan pemerahan ASI:

  • Calon pendonor ASI harus mendapatkan pelatihan tentang kebersihan, cara memerah, dan menyimpan ASI
  • Sebelum memerah ASI, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, lalu keringkan dengan handuk bersih
  • ASI diperah di tempat bersih. Bila menggunakan pompa, gunakan yang bagiannya mudah dibersihkan
  • Hindai menggunakan pompa ASI tipe balon karet, karena berisiko terkontaminasi
  • ASI perah harus disimpan pada tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi dan bahan gelas atau plastik standar

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.