18 Agustus 2022

Mengenal Phobos dan Deimos, Dua Satelit Mars yang Lebih Mirip Asteroid

Dua satelit Mars ini ukurannya jauh lebih kecil dari Bulan

Dari empat planet dalam tata surya, hanya Mars yang memiliki lebih dari satu bulan atau satelit. Nah, satelit Mars ini dikenal dengan nama Phobos dan Deimos.

Dua benda kecil yang mengorbit planet Mars ini ukurannya lebih kecil dari Bulan, dan ia dinamai berdasarkan mitologi Yunani.

Phobos dan Deimons diberi nama sesuai nama kedua anak kembar Mars dan Aphrodite (Venus).

Yang kecil diberi nama Deimos yang berarti teror dan ketakutan, sementara yang lebih besar adalah Phobos. Ia adalah representasi dari rasa panik, keinginan untuk melarikan diri, dan kekalahan.

Mereka adalah putra dewa perang Ares yang menemani ayah mereka berperang, mengendarai keretanya dan menyebarkan ketakutan di belakangnya. Sebagai putra Aphrodite, dewi cinta, si kembar juga mewakili rasa takut untuk kehilangan.

Meski dikenal sebagai satelit Mars, Phobos dan Deimos lebih mirip dengan asteroid daripada bulan karena ukurannya sangat kecil untuk ukuran satelit alami.

Phobos hanya berdiameter 22 kilometer, sedangkan yang lebih kecil, Deimos, hanya berukuran 13 km. Ini menjadikannya keduanya sebagai satelit alam terkecil di tata surya.

Yuk, Moms ketahui lebih lengkap mengenai satelit Mars melalui ulasan berikut!

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Perbedaan Meteoroid Meteor dan Meteoroit

Asal Usul Dua Satelit Mars

satelit mars
Foto: satelit mars

Foto Phobos dan Deimos (planetseducation.com)

Karena bentuknya yang aneh dan komposisinya yang aneh, para ilmuwan sejak lama berpikir bahwa kedua bulan itu terlahir sebagai asteroid.

Gravitasi Jupiter bisa mendorong mereka ke orbit di sekitar Mars, memungkinkan planet Mars untuk menangkap mereka.

Namun, kedua bulan ini mengambil jalur yang stabil dan hampir melingkar di sekitar planet merah. Jika ia berasal dari asteroid, seharusnya mereka cenderung bergerak lebih tidak menentu.

Atmosfer Mars diduga memperlambat dua satelit ini dan menempatkan mereka pada orbitnya saat ini. Namun, para ilmuwan masih meragukannya, sebab udara di planet Mars tipis dan tidak cukup untuk efek sebesar itu.

Ada kemungkinan bahwa mereka terbentuk seperti planet, dari puing-puing yang tersisa dari penciptaan Mars. Gravitasi yang mereka miliki diduga menarik bebatuan sehingga bentuk keduanya pun jadi cukup aneh.

Atau, satelit Mars ini bisa saja muncul akibat tabrakan, yang biasa terjadi di periode awal terbentuknya surya. Tabrakan ini meledakkan bongkahan planet merah ke luar angkasa, dan gravitasi mungkin telah menariknya.

Zurbuchen, administrator untuk Direktorat Misi Sains NASA (SMD) menyebutkan bahwa dengan memecahkan teka-teki tentang bagaimana bulan Mars muncul akan membantu manusia lebih memahami bagaimana planet terbentuk di sekitar Matahari.

Baca Juga: Ini Perbedaan dari Komet dan Asteroid untuk Edukasi Anak

Penemuan Phobos dan Deimos

satelit mars
Foto: satelit mars

Foto Pengamatan Benda Langit (coolmaterial.com)

Phobos dan Deimos mulai diketahui keberadaannya setelah Galileo menemukan keberadaan dua tonjolan pada Saturnus dan juga penemuan 4 satelit Galilean milik Jupiter.

Penemuan pada tahun 1610 ini kemudian membuat Johannes Kepler salah menginterpretasi anagram laporan Galileo terkait tonjolan yang ada pada Saturnus yang dikira merupakan planet jauh sebagai sepasang anak kembar Mars.

Pada 1726, Jonathan Swift pun menggambarkan bagaimana astronom fiktif Laputa menemukan sepasang bulan di Mars dalam Gulliver’s Travel.

Tampaknya, Swift terinspirasi dari argumen yang berkembang kala itu. Jika Merkurius dan Venus tidak punya satelit, Bumi punya satu satelit, dan Jupiter memiliki 4 satelit. Maka besar kemungkinan Mars mungkin punya dua satelit.

Lebih dari satu abad kemudian, pada 1877, astronom Asaph Hall pun melakukan pencarian bulan di Mars dengan teleskop 66 cm di U.S. Naval Observatory.

Teleskop ini adalah teleskop terbaik dan terbesar pada masa itu. Pada tanggal 12 Agustus, Asaph Hall pun menemukan keberadaan cahaya redup di dekat Mars.

Hasil pengamatan selama beberapa hari memperlihatkan bahwa benda ini bukanlah bintang, melainkan benda langit yang bergerak melintasi langit bersama Mars. Ini berarti dua benda langit ini adalah pengiring atau satelit Mars.

Enam hari setelah penemuan pertama, pada 18 Agustus 1877, Asaph Hall pun menemukan benda kedua di dekat Mars. Benda ini memiliki jarak yang lebih dekat ke Mars.

Penemuan ini tak hanya memperlihatkan bahwa Mars punya dua satelit, ia juga berhasil menentukan massa Mars dari hasil perhitungan jarak dan periode orbit kedua satelit.

Baca Juga: Ini Berbagai Fakta tentang Komet Halley yang Muncul 76 Tahun Sekali

Karakteristik Phobos dan Deimos

satelit mars
Foto: satelit mars

Foto Phobos dan Deimos (kafeastronomi.com)

Kedua objek ini bentuknya yang tidak beraturan dan bahkan mirip dengan kentang. Keduanya tidak bulat karena massanya sangat kecil.

Nah, massa yang kecil berimbas pada gravitasi yang juga kecil. Alhasil, gravitasi Phobos dan Deimos tidak cukup kuat untuk bisa membuat keduanya jadi bulat.

Phobos yang besar berukuran 27x 22 x 18 km dan mengorbit dari jarak 9.377 km dengan periode orbit sektar 8 jam saja. Itu artinya, Phobos mengitari Mars sebanyak tiga kali dalam satu hari.

Deimos yang lebih kecil mengorbit pada jarak yang lebih jauh, yakni sekitar 2,5 kali jarak Phobos ke Mars, atau 23.436 km. Ukurannya pun setengah kali lebih kecil dari Phobos dengan dimensi 15x12x11 km, dan mengelilingi Mars setiap 30 jam.

Satu sol atau satu hari di Mars durasinya adalah 24 jam 37 menit. Jadi Deimos akan tampak bergerak perlahan di langit dan membutuhkan waktu 2,5 hari untuk terbit dan terbenam.

Phobos pun memiliki kerapatan yang rendah sehingga menjadi indikasi bahwa batuan penyusunnya ini bukan batuan padat. Selain itu, para astronom menduga ada waduk es di bawah lapisan regolit Phobos.

Jika di Phobos ada banyak kawah akibat tabrakan, permukaan Deimos justru lebih mulus.

Baca Juga: 7 Macam Rasi Bintang dan Penjelasannya, Moms Sudah Tahu?

Itulah informasi mengenai Phobos dan Deimos sebagai satelit Mars. Menarik bukan? Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan, ya!

  • https://www.space.com/20413-phobos-deimos-mars-moons.html
  • https://www.theoi.com/Daimon/Deimos.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.