16 Februari 2022

8 Tips Membeli Rumah dengan Sistem KPR, Jangan Asal Ambil Kredit!

Jangan tergiur harga murah ya!

Kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu pilihan bagi Moms yang ingin memiliki rumah impian.

Moms memang bisa memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang.

Saat kita memutuskan untuk memiliki rumah, biasanya ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan matang-matang.

Misalnya, masalah dana, lokasi rumah, atau hal-hal lainnya.

Karena harga rumah semakin mahal, tidak semua orang bisa membelinya secara lunas.

Banyak yang memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) untuk bisa memiliki rumah.

Sistemnya, bank membeli dulu rumah tersebut kepada penjual atau developer, lalu bank menjualnya lagi ke pembeli dengan sistem angsuran.

Setiap bulan, pembeli mencicil pinjaman dari bank tersebut hingga lunas selama jangka waktu yang disepakati (misal 5 tahun atau 10 tahun).

Namun, sebelum kita melakukan pengajuan KPR, ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan.

Baca Juga: Manfaat Minum Cokelat, Jaga Kesehatan Jantung dan Tingkatkan Mood!

Pengertian KPR

arti mimpi bangun rumah
Foto: arti mimpi bangun rumah

Foto: Orami Photo Stock

KPR adalah suatu fasilitas yang diberikan oleh bank kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau merenovasi rumah.

Selain dari perbankan, terdapat juga perusahaan yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder untuk pembiayaan rumah (housing financing).

Pada dasarnya, prinsip KPR adalah dengan membiayai terlebih dahulu biaya pembelian atau pembangunan rumah yang kemudian diangsur untuk pembayaran balik.

Sudah banyak bank yang telah menyediakan pinjaman KPR yang bisa calon peminjam pilih sesuai dengan kemampuannya, dan saat ini di indonesia terdapat 2 jenis KPR, yaitu:

1. KPR Subsidi

KPR subsidi adalah suatu kredit yang diperuntukkan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah.

Adapun bentuk subsidi yang diberikan berupa subsidi peringanan kredit dan subsidi penambahan dana, baik untuk pembangunan atau perbaikan rumah.

2. KPR Non Subsisi

Untuk KPR Non Subsidi, diberlakukan untuk seluruh masyarakat.

Syarat dan ketentuan KPR non subsidi ditetapkan oleh bank .

Maka dari itu, besarnya kredit atau bunga pinjaman yang kamu dapatkan sesuai kebijakan dari bank yang terkait.

Baca Juga: 11+ Fakta Anak Kpopers Menurut Psikolog dan Cara Menanganinya, Moms dan Dads Jangan Panik Dulu!

Hal yang Harus Diperhatikan saat Mengambil KPR

KPR dinilai sebagai penyelamat bagi masyarakat yang hendak memiliki rumah tetapi uang ditabungan masih belum cukup.

Kadang tanpa pikir panjang karena sudah berkeinginan kuat untuk punya rumah sendiri, ada penawaran KPR menarik sedikit langsung disetujui.

Padahal yang namanya penjual pasti memikirkan keuntungan yang akan didapat dari pelanggan.

Nah, sebagai konsumen Moms harus mengetahui tips memilih KPR yang benar dan terpercaya seperti:

1. Survei Rumah

survei rumah
Foto: survei rumah

Foto: Shutterstock

Jangan malas mencari tahu harga pasaran rumah serta membandingkannya satu per satu.

Pilihlah yang sesuai kemampuan finansial Moms dan Dads.

Selain itu, pertimbangan lain yang perlu dipikirkan adalah pastikan dulu lokasi yang akan dipilih.

Seperti apakah daerah tersebut rawan banjir, akses ke lokasi tersebut dan jarak dari lokasi ke kantor.

Cek lingkungan sekitar perumahan, akses transportasi umum, serta fasilitas umum yang ada disekitar lokasi tersebut.

2. Tingkat dan Jenis Suku Bunga

Setelah memutuskan rumah mana yang akan dibeli, selanjutnya Moms perlu membandingkan KPR dari beberapa bank.

Sebab, bunga kredit rumah dan kebijakan setiap bank bisa berbeda.

Moms perlu mengetahui berapa tinggi suku bunga bank tersebut serta jenis perhitungan bunga yang akan dipakai.

Yang perlu diingat adalah, bunga yang rendah belum tentu angsurannya kecil.

Hal ini tergantung dari jenis suku bunga yang dipakai.

Ada dua jenis suku bunga, yaitu

  • Suku Bunga Tetap

Adalah selama bunga ini berlaku, maka angsurannya tetap dan cicilannya relatif rendah.

Namun, bunga tetap tidak berlangsung selamanya, suatu saat akan berhenti.

Oleh sebab itu, kita perlu memastikan berapa jangka waktu suku bunga tetap ini. Jika masanya habis, masa suku bunga berubah menjadi tidak tetap (floating).

  • Suku Bunga Floating

Adalah cicilannya akan naik dan mengikuti bunga pasar.

Ketika bunga pasar naik, bunga meningkat sehingga cicilanpun ikut naik. Begitu juga sebaliknya.

Baca Juga: 9 Protret Baby Lily Anak Tasya Farasya yang Super Menggemaskan

3. Pilih Developer Terpercaya

bicara.jpg
Foto: bicara.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms memakai jasa developer untuk mendapatkan rumah, tips membeli rumah KPR pertama adalah memastikan developer tersebut memiliki latar belakang yang jelas.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa profesi tersebut banyak dimanfaatkan seseorang untuk melakukan penipuan.

Karena itu, cek terlebih dahulu riwayat developer, atau juga bisa meminta saran dari teman terdekat.

Perhatikan berapa banyak jumlah developer yang telah bekerjasama dengan bank penyedia KPR tersebut.

Hal ini karena, semakin banyak jumlah developer yang bekerjasama, akan semakin bagus.

Begitu pula dengan luasnya jangkauan KPR.

4. Bersihkan Rekam Jejak Kredit

Rekam jejak kredit menjadi hal utama yang ditelusuri oleh pihak bank saat Moms mengajukan KPR.

Jadi langkah penting yang harus dilakukan sebelum mengajukan aplikasi KPR, yaitu menjaga pola pembayaran semua tagihan.

Tips penting adalah dua tahun sebelum aplikasi pengajuan KPR diterima bank.

Baca Juga: Mengenal Muhasabah, Introspeksi Diri yang Dianjurkan dalam Islam

5. Simulasi KPR

simulasi
Foto: simulasi

Foto: freepik.com

Mintalah kepada customer service bank untuk menyampaikan simulasi bunga dan cicilan KPR.

Namun sebelumnya kita perlu memberi tahu berapa jumlah pinjaman yang dibutuhkan dan berapa lama waktu kredit dilakukan.

Simulasi KPR penting dilakukan untuk mengetahui dana yang harus disiapkan untuk semua produk kreditnya.

Mulai dari uang muka, cicilan, hingga bunga pinjamannya.

6. Sesuaikan Besar Cicilan dengan Penghasilan

Pertimbangkan juga mengenai angsuran yang wajib dibayar setiap bulan.

Sesuaikan nilainya dengan penghasilan bulanan.

Selain bisa membayar cicilan, kebutuhan lain juga tidak boleh Moms abaikan.

Untuk itu, lakukan perhitungan dengan matang.

Baca Juga: 5 Manfaat Circuit Training, Cari Tahu Juga Cara Melakukannya di Sini!

7. Sisihkan Sebagian Biaya untuk Membeli Isi Rumah

lamar nabung
Foto: lamar nabung

Foto: Orami Photo Stock

Ingat, bukan hanya dana untuk DP dan angsuran yang perlu Moms dan Dads pikirkan.

Selain itu, juga dana untuk membeli isi rumah.

Moms tidak mungkin menjalani kehidupan dengan baik di rumah yang kosong, kan? Pasalnya kebutuhan tidak akan terpenuhi.

Prioritaskan untuk membeli isi rumah yang sangat diperlukan, akan lebih baik apabila dibuat list-nya.

8. Siapkan Dana

Dari semua hal di atas, sesungguhnya hal yang paling penting adalah kesiapan dana serta komitmen jangka panjang.

Setidaknya, simpanan uang Moms dan Dads harus cukup untuk menyediakan uang muka sebesar 20 hingga 30 persen dari total harga rumah.

Meskipun kita bisa memanfaatkan KPR dalam pelunasan rumah, bukan berarti kita tidak perlu menyiapkan dana berupa tabungan atau investasi.

Investasi ini membantu melipat-gandakan dana yang kita miliki, yang dapat digunakan untuk membayar uang muka.

Baca Juga: 10 Selebgram Berhijab yang Cantik dan Selalu Tampil Modis

Membeli rumah melalui proses KPR ataupun tidak sebetulnya sama saja. Moms dan Dads harus berpikir berulang kali agar tak menyesal dikemudian hari.

  • https://www.investopedia.com/updates/first-time-home-buyer/
  • https://www.financialexpress.com/money/10-smart-tips-to-buy-your-dream-home-at-a-young-age/1679278/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb