Saat Gaji Istri Lebih Besar dari Suami, Lakukan 4 Hal Ini untuk Menghindari Pertengkaran

Jangan sampai masalah uang jadi sumber keretakan rumah tangga

Saat membahas penghasilan suami-istri, masih banyak stereotype di masyarakat yang mengharuskan gaji suami lebih besar daripada istri. Hal ini dipertegas dengan status laki-laki setelah menikah adalah kepala keluarga yang seharusnya memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Tapi, bagaimana jika gaji istri lebih besar dari suami? Tentu kita tak bisa menampik hal itu terjadi.

Sayangnya, dari kenyataan ini seringkali malah jadi sumber masalah pernikahan.  Mulai dari sikap suami terhadap istri maupun sebaliknya hingga jadi bahan pembicaraan keluarga besar.

Baca Juga : 4 Pertanyaan Paling Sering Muncul Mengenai Keuangan Rumah Tangga

Agar keuangan tidak menjadi masalah besar yang mengancam pernikahan, lakukan 4 hal ini untuk menghindari pertengkaran:

1. Rahasiakan Penghasilan

Saat sudah menikah dan sadar bahwa penghasilan Mom lebih tinggi dari suami cobalah untuk merahasiakan kondisi finansial rumah tangga. Baik ke teman terdekat maupun keluarga.

Pasalnya, Mom tidak bisa memprediksi hal buruk apa yang akan terjadi ketika suami tahu bahwa Mom membeberkan kondisi keuangannya. Bisa jadi suami malah akan menyangka bahwa Mom sedang merendahkan dirinya di hadapan orang lain.

Baca juga: Perlukah Punya Tabungan Terpisah dari Suami?

2. Keterlibatan Keputusan Finansial

Meski penghasilan istri lebih besar, bukan berarti suami tidak layak menjadi teman diskusi dalam mempertimbangkan keputusan finansial rumah tangga. Seperti saat berencana merenovasi rumah, memberangkatkan orangtua untuk umrah, dan sebagainya.

Walaupun menggunakan uang penghasilan Mom sepenuhnya, mintalah pendapat pasangan untuk memberikan masukan apakah hal tersebut bisa dilaksanakan segera atau masih ada pertimbangan lain yang harus dipikirkan.

Baca Juga : Agar Pasangan Tak Meributkan Masalah Keuangan

3. Berbagi Peran

Ada beberapa tipe wanita yang merasa superior dan full power saat mengetahui dirinya punya penghasilan lebih tinggi dari pasangannya. Menganggap semua permasalahan finansial dan kebutuhan ditanggung 100 persen oleh dirinya, disadari atau tidak bisa jadi istri malah rentan meremehkan pendapatan suami.

Pahamilah, bagaimanapun idealnya suami istri adalah satu tim yang harus bekerjasama dan saling berbagi peran. Misalnya, jika Mom sanggup membayar tagihan kendaraan, atau cicilan rumah, maka suami membantu di bagian pokok sesuai dengan kemampuannya.

Contohnya, suami membeli stok makanan untuk sebulan atau membayar biaya les anak. Intinya, cobalah berbagi peran dengan suami walaupun dengan penghasilan lebih rendah dari Mom. Dengan begitu, dirinya akan merasa dihormati dan dibutuhkan.

4. Bangun Kepercayaan Diri Suami

Meski sudah merahasiakan kondisi finansial pasangan dari teman dekat atau keluarga besar, ternyata ada, lho, tipe pria yang merasa percaya dirinya hilang bahkan merasa tidak berguna.

Maka sebagai istri yang baik, Moms wajib membangun kembali kepercayaan diri suami dengan tetap melakukan kewajiban istri kepada suami sebagaimana mestinya.

Saat rasa percaya diri suami sudah kembali lagi, dirinya menjadi lebih semangat bekerja dan bukan tidak mungkin ini akan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan suami dan mendapatkan kesempatan yang tidak terduga, seperti naik jabatan atau diterima di perusahaan besar.

Tentu kita yakin, dibalik lelaki yang hebat terdapat wanita-wanita yang hebat pula, kan, Moms. Untuk itu, diperlukan sikap saling mendukungg dalam menjalani pernikahan. Setujua?

(LMF)

 

 

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.