15 Agustus 2019

Penghasilan Pas-Pasan? Berikut Tips Mengatur Keuangan untuk Pasangan Muda

Jangan bingung Moms, meski pas-pasan, tetap bisa dialokasikan dengan tepat kok
Penghasilan Pas-Pasan? Berikut Tips Mengatur Keuangan untuk Pasangan Muda

Foto: Orami Photo Stocks

Menjadi pasangan muda yang baru saja melepas status lajangnya, mungkin bisa menjadi masa paling membahagiakan sekaligus menegangkan.

Membahagiakan, karena pada akhirnya sudah mendapatkan pasangan hidup, menegangkan karena banyak hal baru yang harus dipahami dan dipelajari.

Salah satunya adalah tips dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Bagi kita yang belum berpengalaman, hal ini bisa menjadi salah satu hal yang paling sulit.

Apalagi jika kita tidak memiliki latar belakang sebagai seseorang yang ahli dalam hal keuangan.

Mengatur keuangan saat kita masih single atau belum menikah tentu berbeda.

Setelah menikah, ada banyak hal yang harus kita pikirkan secara matang ke depannya.

Tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri, namun juga harus memikirkan pasangan dan tentunya simpanan untuk anak kita nanti kelak.

Terlebih lagi jika kita dan suami memiliki penghasilan yang pas-pasan alias tidak terlalu besar.

Baca Juga: Agar Pasangan Tak Meributkan Masalah Keuangan

“Banyak orang berpendapat jika gaji kecil maka akan mudah menjadi defisit keuangannya alias minus. Apalagi kebutuhan hidup yang seringkali naik turun,” tutur Erlina Juwita, financial planner bersertifikasi, sekaligus pendiri Cerdas Keuangan.

Kesulitan yang timbul diantaranya, kesulitan menabung dana darurat, dana pensiun, biaya pendidikan, membeli rumah dan mobil, hingga kehabisan uang pada pertengahan bulan.

Tapi jangan khawatir, jika keluarga anda memiliki penghasilan yang serba pas, saya ada beberapa tips cerdas mengatur keuangan rumah tangga agar rencana keuangan dapat tercapai dan cashflow gak berantakan.

Lalu bagaimana caranya mengatur keuangan agar bisa sesuai dengan porsinya? Yuk kita intip tips dari Erlina Juwita.

Mengatur Belanja Bulanan supaya Hemat dan Terencana

mengatur keuangan, keuangan
Foto: mengatur keuangan, keuangan

Foto: foodlion.com

Bagaimana caranya? Tentu dengan menggunakan anggaran yang sudah tertulis dan belanjakan uang sesuai dengan anggaran tersebut.

Jangan pernah belanja melebihi anggaran yang sudah disusun.

Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Tips Hemat Belanja Bulanan

“Prioritaskan selalu pada kebutuhan utama, bukan pada keinginan belaka,” jelas Erlina.

Menurutnya, hal ini dapat meminimalisir resiko pasangan untuk kehabisan uang untuk membeli sesuatu yang tidak perlu.

Membuat Anggaran Belanja Bulanan dengan Skala Prioritas

mengatur keuangan, keuangan
Foto: mengatur keuangan, keuangan

Foto: therawtarian.com

Penting bagi kita untuk membagi pengeluaran sesuai dengan posnya masing-masing. Bagilah keuangan Moms dan Dads dalam porsi wajib, butuh, dan ingin.

Anggaran berdasarkan pada kewajiban, antara lain adalah cicilan utang, tagihan listrik, biaya telpon, biaya air, uang sewa rumah, membayar uang sekolah anak, gaji asisten rumah tangga, biaya pulsa dan internet handphone, saldo e-money untuk bekerja, dan lain-lain sesuai kebutuhan masing-masing.

Sedangkan anggaran berdasarkan pada kebutuhan, antara lain belanja bulanan di supermarket, makan dan minum, bensin untuk kendaraan, investasi rutin, asuransi yang dibayar tiap awal Bulan, dan sebagainya.

Terakhir, anggaran yang sesuai dengan keinginan, seperti nonton bioskop, shopping, hangout dengan teman, travelling, arisan, dan masih banyak lagi.

Biasakanlah membuat anggaran rencana belanja bulanan dan biasakan juga untuk mematuhi anggaran keuangan yang sudah dibuat.

Bila Moms mungkin bingung bagaimana alokasi dana yang tepat, berikut ini ada ilustrasi yang diberikan oleh Erlina Juwita, yang bisa Moms coba terapkan dalam keuangan rumah tangga.

Baca Juga: 6 Tips Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga

Misalnya jumlah pendapatan Moms dan Dads jika disatukan, menjadi Rp 10 juta. Alokasi pendapatan Rp 10 juta tersebut bisa dibagi menjadi:

  • 50 % untuk kebutuhan rutin, seperti belanja, cicilan, transport, listrik, air, dan telpon
  • 30% untuk investasi, dana darurat, dana pensiun, dana travelling
  • 20% buat lifestyle, hang out, arisan, shopping

Alokasi pendapatan sebesar 50% tersebut bisa Moms alokasikan di rekening tabungan untuk memudahkan penggunaan. Kemudian 30% bisa Moms letakkan pada instrumen investasi.

“Lalu 20% sisanya, yang biasa digunakan untuk keperluan gaya hidup, bisa Moms simpan dalam dompet digital atau e-money,” tutup Erlina Juwita, financial planner bersertifikasi, sekaligus pendiri Cerdas Keuangan.

Selamat mencoba ya Moms!

(AWD)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.