16 November 2022

Hari Toleransi Internasional, Ajarkan Si Kecil untuk Hidup yang Lebih Damai!

Diperingati setiap 16 November setiap tahunnya

Terdapat banyak keberagaman di dunia ini. Oleh karena itu, penting mengenal Hari Toleransi Internasional, lho!

Setiap orang perlu menanamkan sikap toleransi untuk dapat hidup berdampingan secara damai.

Untuk itulah dihadirkan Hari Toleransi Internasional dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang toleransi.

Hari Toleransi Internasional diperingati setiap tanggal 16 November setiap tahunnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Hari Toleransi, simak selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Arti Bela Negara, Tujuan, Nilai Dasar, serta Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Hari Toleransi Internasional

Anak-anak
Foto: Anak-anak (Un.org)

Hari Toleransi Internasional merupakan hari peringatan di mana setiap anggota masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan keberagaman yang ada di seluruh dunia.

United Nations Charter menyatakan bahwa:

"Kami, anggota dari United Nations bertekad untuk menyelamatkan generasi-generasi dari bencana perang.

Untuk menegaskan kembali keyakinan akan hak manusia yang fundamental, dalam martabat dan nilai pribadi manusia.

Cara ini adalah untuk mempraktekkan toleransi dan hidup bersama dalam kedamaian dengan yang lainnya sebagai tetangga yang baik."

Sikap toleransi merupakan hal terpuji di mana kita memiliki rasa hormat, menghargai, dan dapat menerima perbedaan yang dimiliki oleh orang lain.

Artinya, setiap orang berhak untuk dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Selain memperingati dan merayakan keberagaman yang ada di dunia, Hari Toleransi Internasional juga memberi ruang untuk berpendapat satu sama lain.

Baca Juga: 5 Contoh Puisi Cinta Tanah Air untuk Tingkatkan Rasa Nasionalisme

Sejarah Hari Toleransi Internasional

Perbedaan Warna Kulit
Foto: Perbedaan Warna Kulit (Freepik.com/rawpixel-com)

Hari Toleransi Internasional pertama kali dicetuskan pada Sidang Umum PBB.

Perayaan ini dengan tujuan agar lembaga pendidikan dan masyarakat umum menjadikan toleransi sebagai pokok penting yang harus dipahami masyarakat.

Lalu, pada tahun 1995, mulailah dideklarasikan Hari Toleransi Internasional.

Itu dilakukan tepat pada tanggal 16 November 1995, di mana UNESCO menciptakan Deklarasi Prinsip Toleransi.

Tujuannya sebagai cara untuk mendefinisikan dan memberikan kesadaran toleransi untuk setiap pemerintah dan masyarakat.

Untuk memperingati deklarasi tersebut, maka dirayakanlah Hari Toleransi Internasional setiap tahunnya setiap tanggal 16 November.

Tak lain, manfaatnya adalah untuk membantu menyebarkan nilai toleransi dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Meskipun sikap toleransi merupakan suatu hal yang wajib dilakukan setiap hari, ada baiknya agar selalu memiliki kesempatan untuk mengingatkan orang-orang di sekitar betapa pentingnya toleransi.

Selain itu, UNESCO membuat penghargaan untuk orang-orang yang berprestasi dalam mempromosikan semangat toleransi atau non-kekerasan di bidang-bidang seperti sains, budaya, dan seni.

Penghargaan tersebut bernama UNESCO-Madanjeet Singh yang diilhami oleh cita-cita Konstitusi UNESCO yang menyatakan seperti berikut:

"Peace if it is not to fail, must be founded on the intellectual and moral solidarity of mankind," yang berarti "perdamaian, agar tidak gagal, harus didasarkan pada solidaritas intelektual dan moral manusia."

Baca Juga: Ini Dia Urutan Zodiak Paling Sabar hingga Tidak Sabaran, Moms Masuk yang Mana?

Makna Toleransi dalam Hidup

Anak Muda
Foto: Anak Muda (Freepik.com/disobeyart)

Toleransi adalah rasa hormat, penerimaan, dan apresiasi terhadap keragaman budaya yang ada di dunia.

Adanya sikap toleransi yang dianut membuat perdamaian jadi salah satu yang bisa dicapai di dunia.

Sikap toleransi bukanlah konsesi, merendahkan ataupun tindakan kesenangan semata.

Sikap ini berada di atas segalanya yang memberi pengakuan atas hak asasi manusia dan kebebasan dasar orang lain.

Ini merupakan tanggung jawab yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, pluralisme (termasuk pluralisme budaya), demokrasi, dan supremasi hukum.

Tindakan ini melibatkan penolakan dogmatisme dan absolutisme, serta menegaskan standar yang ditetapkan dalam instrumen hak asasi manusia internasional.

Tindakan toleransi bukan berarti seseorang dapat bersikap toleran terhadap ketidakadilan sosial, pengabaian atau pelemahan keyakinan orang lain.

Ini menunjukkan bahwa seseorang bebas untuk mengikuti keyakinan pribadinya dan menerima bahwa orang lain juga bebas memilih dan mematuhi keyakinan mereka sendiri.

Hal ini juga menjelaskan bahwa secara alami, manusia itu beragam, baik dalam penampilan mereka, situasi, ucapan, perilaku, nilai-nilai, dan memiliki hak untuk hidup dalam damai.

Adanya sikap toleransi juga menunjukkan bahwa pandangan seseorang tidak boleh dipaksakan kepada orang lain.

Baca Juga: Nasionalisme: Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contoh Sikapnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Bersikap Kompak
Foto: Bersikap Kompak (Freepik.com/freepik)

Sikap toleransi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan dapat hidup dengan damai berdampingan bersama orang lain.

Berikut ini beberapa contoh sikap toleransi yang wajib diterapkan.

1. Toleransi Sosial

Secara sosial, sikap toleransi dapat dilakukan dengan melakukan:

  • Selalu berperilaku adil terhadap sesama manusia tanpa memandang siapa mereka, jabatan apa yang mereka miliki, dan lainnya.
  • Saling tolong menolong terhadap orang yang membutuhkan bantuan.
  • Menjaga komunikasi dengan baik terhadap keluarga, teman, tetangga, dan lainnya.
  • Selalu menerima perbedaan pendapat dan tidak memaksakan apa yang dipercaya orang lain.

2. Toleransi Agama

Dalam hal agama, sikap toleransi dapat dilakukan dengan cara:

  • Tidak memaksakan orang lain dalam beragama.
  • Menghargai dan menghormati setiap agama yang sah dan dianut oleh orang lain.
  • Menghargai hari peringatan agama lain.
  • Menghindari perseteruan dan rasa benci terhadap penganut agama lain.
  • Tidak mengganggu aktivitas ibadah orang lain yang berbeda agama.

3. Toleransi Budaya

Dalam toleransi budaya, yang harus kita lakukan adalah:

  • Menghormati perbedaan setiap adat istiadat yang dimiliki oleh orang lain.
  • Turut berpartisipasi pada kegiatan kebudayaan di sekitar lingkungan.
  • Menghargai dan berteman dengan siapapun tanpa memandang suku, ras, dan budaya yang mereka miliki.
  • Mempelajari dan mengenali setiap budaya, utamanya budaya yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Hari Anak Nasional: Dukung Anak Bahagia dan Berprestasi, Lindungi dari Kekerasan serta Diskriminasi

Demikian informasi mengenai Hari Toleransi Internasional. Jangan lupa tanamkan sikap toleransi pada Si Kecil ya, Moms!

  • https://nationaltoday.com/international-day-for-tolerance/
  • https://www.unesco.org/en/days/tolerance
  • https://www.un.org/en/academic-impact/international-day-tolerance-16-november
  • https://www.unesco.org/en/days/tolerance
  • https://referensi.elsam.or.id/wp-content/uploads/2014/10/Deklarasi-Prinsip-Prinsip-Tentang-Toleransi.pdf
  • http://repository.radenintan.ac.id/9725/1/SKRIPSI%202.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb