24 Februari 2023

Mengenal Storytelling, dari Pengertian dan Tips Melakukannya

Storytelling artinya adalah seni interaktif yang menggunakan kata-kata

Anak-anak sangat suka saat Moms membacakan cerita dengan penuh ekspresi. Teknik membaca ini dikenal dengan nama storytelling.

Teknik storytelling ini bisa membuat anak-anak semakin antusias saat mendengar sebuah cerita, lho! Yuk kenali apa maksudnya.

Apa Itu Storytelling?

Storytelling artinya seni interaktif yang menggunakan kata-kata dan tindakan untuk mengungkapkan sebuah cerita.

Hal ini dilakukan untuk mendorong imajinasi pendengar agar tidak merasa bosan.

Dalam bahasa Indonesia, storytelling artinya sama dengan mendongeng.

Jadi, si pembaca akan menirukan suara sesuai dengan karakter yang dipernakan.

Baca juga: 6 Cerita Dongeng yang Bisa Dikenalkan Pada Anak

Tips Storytelling untuk Si Kecil

Banyak orang berpikir, storytelling sulit untuk dilakukan dan membutuhkan skill khusus.

Sehingga cerita yang disampaikan seolah-olah seperti nyata.

Namun, untuk melakukan hal ini sebenarnya tidak memerlukan kemampuan khusus.

Asalkan Moms mau berlatih setiap hari, kemampuan storytelling akan semakin terasah.

Jadi, storytelling artinya bisa dilakukan dengan mudah oleh siapa saja termasuk Moms. Yuk coba tips storytelling berikut ini.

1. Mengenal Audience

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, storytelling artinya seni interaktif yang menggunakan kata-kata dan tindakan untuk mengungkapkan sebuah cerita.

Jadi, Moms perlu mengetahui siapa audience yang akan mendengarkan cerita Moms. Luangkan waktu selama 5 menit untuk memikirkan siapa target pendengar Moms.

Moms harus memastikan berapa umur pendengar Moms, apakah mereka suka dengan cerita yang disampaikan?

Bagaimana selera mereka? Apakah kegiatan ini akan dipublikasikan secara luas atau tidak? Hal-hal seperti ini penting untuk diketahui ya Moms.

Karena saat mengetahui siapa yang mendengarkan cerita, Moms bisa dengan mudah mengatur nada dan efek sehingga mereka yang mendengarkan ikut larut dalam cerita tersebut.

2. Bikin Penonton Peduli

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Baik secara emosional, intelektual atau estetis, Moms perlu membuat audiens peduli dengan cerita yang disampaikan.

Hal ini penting, karena saat membacakan cerita tapi tidak didengarkan tentu akan membuat Moms merasa kecewa kan.

Mengapa mereka harus tertarik dengan cerita itu? Bagaimana relevansinya dengan audiens?

Apakah cerita menyentuh tema di luar perjalanan seperti keberlanjutan, kebebasan berbicara, perubahan iklim?

Buatlah ini ini dengan jelas dalam pikiran saat menyusun cerita, karena jika tidak jelas bagi Moms sendiri, hal itu juga akan terjadi pada pendengar.

Moms dapat menulis di kertas kemudian tempel di meja untuk mengingat hal-hal penting alam cerita tersebut.

Moms juga bisa menandai beberapa bagian di buku yang memang penting untuk disampaikan.

Baca juga: 8 Nama Bayi Laki-laki Keren Seperti Tokoh Kisah Dongeng

3. Mengatur Adegan

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Walaupun storytelling artinya seni interaktif menggunakan kata-kata, tetapi Moms tetap perlu mengatur adegan sehingga penonton bisa menangkap jalan cerita secara utuh.

Pastikan Moms sudah mengatur adegan sesuai dengan cerita yang akan disampaikan.

Di mana cerita itu terjadi? Seperti apa bau udara itu? Apakah baunya seperti kerucut pinus di tepi hutan? Atau seperti laut di tepi pantai? Di mana petualangan dimulai?

Penonton mungkin hanya mengandalkan indera pendengaran, tetapi jika Moms menyampaikan sesuai dengan adegan yang ada di buku, mereka mungkin akan membayangkan cerita tersebut.

Moms juga bisa memanfaatkan beberapa barang sehingga cerita semakin menarik untuk disimak dengan baik lho.

4. Kreatif Mengatur Kronologi

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Terkadang Moms dapat memilih untuk mengajak pembaca langsung ke tengah-tengah semua aksi, atau ke akhir cerita untuk menarik perhatian mereka.

Hal ini memang bisa dilakukan untuk membangkitkan rasa penasaran dan ketegangan dalam cerita.

Karena pembaca tidak tahu apa yang sedang terjadi, mereka akan terus mendengarkan cerita Moms untuk mengetahui asal mula cerita tersebut.

5. Ketahui Kemampuan

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Storytelling artinya adalah seni yang menggunakan kata-kata. Jadi, Moms perlu mengetahui kemampuan Moms merangkai kata-kata.

Walaupun akhirnya Moms akan menjual konten atau buku cerita, pastikan target market

Cerita bisa lucu, bermakna, emosional atau campuran dari semuanya, atau sesuatu yang sama sekali berbeda. J

adilah kreatif, tetapi jangan lupa untuk selalu membuatnya relevan dan menarik.

Baca juga: Manfaat Mendongeng untuk Anak yang Tak Terduga Menurut Pakar

6. Ajak Audiens Berinteraksi

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Walaupun Moms membacakan cerita, tetapi jangan lupa untuk melibatkan audiens.

Misalnya, Moms dapat melontarkan pertanyaan di tengah-tengah cerita. Hal ini bisa membuat penonton ikut merasakan kisah yang sedang Moms sampaikan.

Melibatkan penonton saat melakukan storytelling juga dapat memicu keinginan pembaca untuk benar-benar memiliki pengalaman tersebut dalam kehidupan.

7. Ekspresif

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Pernah membaca buku yang begitu intens sehingga Moms hanya harus membaca sampai selesai, benar-benar melupakan waktu dan ruang?

Inilah yang ingin Moms capai dengan cerita yang disampaikan. Bersikaplah deskriptif ketika membawakan sebuah cerita.

Jangan lupa untuk ekspresif dan bersemangat saat menyampaikan sebuah cerita ya Moms.

Jika ada adegan jatuh, buatlah suara yang menggambarkan bahwa Moms sedang kesakitan sehingga penonton bisa ikut merasakan apa yang terjadi di dalam cerita.

8. Berikan Akhir yang Baik

Storytelling
Foto: Storytelling (https://squilo.com/)

Jika cerita bersambung, pastikan Moms membangun sebuah ketegangan saat mengakhiri sebuah cerita.

Hal ini bisa meningkatkan rasa penasaran Si Kecil yang mendengarkan cerita Moms.

Namun, ketika cerita itu sudah selesai, pastikan tidak diakhiri dengan menggantung dan membuat penonton takjub dengan kisah yang disampaikan.

Selain itu, Moms juga harus menggiring opini penonton agar semakin penasaran dengan cerita yang disampaikan.

Baca juga: 3 Alasan Moms Harus Sering Membacakan Dongeng pada Balita

9. Jangan Terbatas dengan Kata-kata

Storytelling
Foto: Storytelling (https://parenting.co.id/)

Storytelling artinya seni merangkai kata, tetapi Moms tetap tidak boleh terpaku dengan kata-kata.

Moms boleh saja menambahkan kata-kata sendiri untuk menyenangkan pembaca.

Hal ini bisa mengejutkan dan menghibur pembaca, tetapi juga membangun branding dengan menggunakan frasa dan kata yang diciptakan dengan baik.

Moms juga bisa membuat hal ini mempromosikan diri sendiri.

10. Nikmati Prosesnya

Storytelling
Foto: Storytelling (Orami Photo Stock)

Moms juga harus menikmati proses selama menjadi seorang storyteller. Selain itu, Moms juga bisa memberikan pengalaman baru lewat cerita yang disampaikan.

Ingat Moms, petualangan yang diberikan dapat hidup selamanya dan dapat dinikmati secara bergantian oleh semua orang yang membaca atau mendengarnya.

Jurnal Frontiers of Psychology menjelaskan membaca buku cerita yang sama berulang kali membantu anak-anak prasekolah mempelajari kata-kata.

Storytelling artinya memang seni merangkai kata-kata yang bisa Moms lakukan baik di rumah atau menjadi konten kreatif.

Baca juga: 7 Dongeng Anak Perempuan, Bacakan untuk Si Kecil Yuk!

Demikian penjelasan mengenai storytelling dan juga tips melakukannya. Semoga bermanfaat ya.

  • https://storynet.org/what-is-storytelling/
  • https://www.trekksoft.com/en/blog/10-steps-to-mastering-the-art-of-storytelling

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.