Bayi

BAYI
4 September 2020

Jenis dan Dosis Aman Suplemen untuk Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Ini moms jenis suplemen yang dibutuhkan bayi beserta dosisnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms tentu berharap bayinya selalu sehat dan berkembang dengan baik. Untuk itu moms sering memberi suplemen pada bayinya. Tapi ada panduan khusus lho Moms dalam memberikan suplemen untuk bayi.

Sejumlah kajian menyebut, bayi menerima sebagian besar vitamin dan mineral yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula. Jika Moms sedang menyusui, diet yang lengkap dan bervariasi akan memastikan pemberian semua nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat, sediakan beragam buah dan sayuran, biji-bijian utuh, dan makanan padat protein.

Tetapi, beberapa bayi memang membutuhkan suplemen tambahan dan vitamin tertentu. Misalnya, bayi yang sangat prematur (lahir dengan berat kurang dari 3,3 pon) kemungkinan akan membutuhkan vitamin dan mineral tambahan yang ditambahkan langsung ke ASI atau susu formula.

Rekomendasi Suplemen untuk Bayi

Selain itu sebagian harus diberikan vitamin D mulai saat lahir dan suplemen zat besi mulai usia 4-6 bulan. Berikut ini adalah suplemen untuk bayi yang paling umum direkomendasikan:

1. Vitamin K

Jenis dan Dosis Aman Suplemen bagi Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua bayi boleh menerima suntikan vitamin K satu kali segera setelah lahir, yang bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit hemoragik.

Vitamin K diperlukan bagi tubuh bayi untuk mengaktifkan molekul tertentu yang membantu darah membeku. Suplemen untuk bayi yang satu ini bisa Moms penuhi terlebih dahulu ya, Moms.

Baca Juga: Seberapa Penting Pemberian Vitamin Bayi?

2. Vitamin D

Jenis dan Dosis Aman Suplemen bagi Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Vitamin D dapat membuat tubuh untuk menyerap dan mempertahankan kalsium dan fosfor, keduanya penting untuk membangun tulang yang kuat.

Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan rakhitis, penyakit pelunakan tulang yang masih berdampak pada anak-anak di Amerika, biasanya dalam 2 tahun pertama kehidupan.

Karena ASI tidak memberikan vitamin D yang cukup, semua bayi yang disusui harus menerima suplemen untuk bayi yang tepat.

Bayi yang diberi susu formula umumnya tidak membutuhkan tambahan vitamin D, karena susu formula sudah ditambahkan. Jika bayi minum setidaknya 32 ons susu formula per hari, maka ia telah menerima vitamin D.

3. Vitamin B12

Jenis dan Dosis Aman Suplemen bagi Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Vitamin B12 bermanfaat untuk menjaga saraf dan sel-sel darah tubuh tetap sehat dan membantu membuat DNA, bahan genetik di semua sel.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia yang disebut anemia megaloblastik, di mana dapat membuat orang lelah dan lemah.

Vitamin B12 tidak ada dalam makanan nabati, bagi Moms menyusui yang mengikuti diet vegan yang ketat (tidak makan makanan hewani), perlu menambah makanan mereka dengan vitamin B12, untuk memastikan bahwa tubuhnya dan sang bayi menerima level vitamin yang memadai.

Tanda dan gejala defisiensi vitamin B12 pada bayi termasuk muntah, lesu, anemia, gagal tumbuh, hipotonia (tonus otot rendah), dan keterlambatan perkembangan atau regresi.

Bayi yang disusui dapat mengalami defisiensi vitamin B12 pada usia 2-6 bulan, namun gejalanya mungkin tidak tampak sampai usia 6-12 bulan.

Bayi yang disusui juga bisa mengalami tanda-tanda klinis defisiensi vitamin B12 sebelum Moms melakukannya.

Baca Juga: Perlukah Suplemen Vitamin Untuk Bayi?

4. Zat Besi

Jenis dan Dosis Aman Suplemen bagi Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

ASI mengandung zat besi rendah, tetapi sebagian besar bayi dilahirkan dengan cadangan zat besi yang cukup untuk melindungi mereka dari anemia, setidaknya sampai usia 4-6 bulan.

Jika Moms memiliki diabetes gestasional yang tidak terkontrol dengan baik, atau bayi Moms prematur, atau lebih kecil dari 6 pon saat lahir, bayi Moms mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi selama kehamilan.

Ketika Moms mulai mengenalkan bayi pada makanan padat, sebaiknya pilih makanan yang mengandung zat besi, seperti sereal yang diperkaya, daging, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran.

Takaran Suplemen untuk Bayi yang Tepat

Jenis dan Dosis Aman Suplemen bagi Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms memberi susu formula, maka berilah susu formula yang diperkaya zat besi selama tahun pertama

Jika menyusui, AAP merekomendasikan bayi yang diberi ASI eksklusif dan sebagian menerima 1 mg / kg / hari suplemen zat besi mulai dari 4-6 bulan dan berlanjut sampai makanan padat yang mengandung zat besi diperkenalkan pada usia sekitar enam bulan.

Mulai saat lahir, 400 IU suplemen untuk bayi berupa vitamin D setiap hari dianjurkan, berlanjut sampai sekitar 1 tahun.

Jika bayi lahir prematur, ia mungkin membutuhkan suplementasi zat besi yang lebih tinggi 2 mg / kg / hari mulai dalam bulan pertama kehidupan. Bicaralah dengan dokter Moms tentang kebutuhan spesifik bayi.

Jika Moms vegan atau vegetarian, minumlah suplemen B12 dan bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan anda untuk memastikan diet dan suplemen untuk bayi yang cukup dan Moms sendiri.

Pilihan untuk suplemen vitamin D juga hendaknya dibicarakan dengan petugas layanan kesehatan.

Moms memiliki beberapa pilihan untuk pengiriman suplemen vitamin D, mulai dari tetes yang diletakkan langsung di puting saat menyusui atau ke dalam botol bayi, hingga dosis yang kurang terkonsentrasi dan diberikan langsung kepada bayi melalui pipet atau jarum suntik.

Penyedia layanan kesehatan akan membantu Moms menentukan metode dan dosis terbaik untuk ukuran dan usia bayi Moms.

Baca Juga: 11 Vitamin Untuk Bayi 10 Bulan, Jenis Makanan dan Rekomendasi Mereknya!

Suplemen untuk Bayi yang Alami

Jenis dan Dosis Aman Suplemen bagi Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Jangan memperkenalkan susu sapi sampai setelah ulang tahun bayi yang pertama. Bayi yang diberi susu sapi (bukan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi) selama tahun pertama kehidupannya lebih cenderung berpotensi menderita anemia, karena jumlah protein yang berlebihan dalam susu sapi juga dapat membebani ginjal bayi.

Setelah usia 6 bulan, Moms bisa mengenalkan makanan kaya zat besi seperti sayuran hijau, daging, dan sereal

Setelah 4-6 bulan, zat besi alami pada bayi Moms yang dibawa sejak lahir akan mulai berkurang. Jangan takut memberi bayi protein dan sayuran hijau, karena akan memberinya semua nutrisi yang dibutuhkannya.

Bagaimanapun, tubuh kita memproses zat besi dengan cara yang lebih alami, ketika berasal dari makanan yang kita makan. Beberapa makanan kaya zat besi meliputi kedelai, bayam, kacang merah, tahu, daging sapi, dan telur.

Baca Juga: Perlukah Memberi Suplemen Vitamin Pada Bayi yang Diberi Sufor?

Berapa Banyak Suplemen Vitamin yang Dibutuhkan Bayi?

Ternyata Bayi Tidak Butuh Suplemen Vitamin -1.jpg

Foto: swissmom.ch

Untuk tumbuh kembangnya, bayi yang sehat hanya membutuhkan sejumlah kecil vitamin esensial - seperti A, B, C, D, dan K.

Si Kecil dapat dengan mudah mendapatkan semua yang mereka butuhkan hanya dari makanan yang mereka makan.

George Fuchs, seorang ahli gastroenterologi anak di University of Kentucky dan anggota Komite Nutrisi AAP mengatakan, banyak makanan yang diperkaya dengan vitamin yang berbeda.

"Jika seorang anak dinyatakan sehat, mereka harus mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari makanan mereka," kata George.

Ditambah lagi, tidak ada manfaatnya memberi Si Kecil lebih dari kadar vitamin yang disarankan.

Baca Juga: 5 Vitamin untuk Bayi 6 Bulan yang Bisa Moms Berikan Kepada Buah Hati

Itu dia Moms, suplemen untuk bayi dan dosisnya yang perlu diketahui. Sehat selalu ya bayinya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait