15 Maret 2022

Surah Al Ahqaf Ayat 13, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Tafsirnya!

Surah ini menjelaskan mengenai balasan orang mukmin yang tetap teguh bahwa Allah SWT adalah Tuhannya

Kata istiqamah terulang sebanyak 10 kali, salah satunya dalam surah Al Ahqaf ayat 13. Dalam Islam, istiqamah adalah sikap yang penting dan harus dimiliki oleh umat Islam.

Menurut Repository UIN Suska, isinya adalah penjelasan mengenai balasan orang mukmin yang tetap teguh bahwa Allah SWT adalah Tuhannya.

Surah Al-Ahqaf (الأحقاف) sendiri memiliki arti ‘bukit-bukit pasir’. Ini adalah surah ke-46 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.

Dinamakan al-Ahqaf diambil dari kata ‘al Ahqaf’ yang terdapat pada ayat 21 surah ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya, diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali.

Akan tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Hingga akhirnya, Allah SWT menghancurkannya dengan tiupan angin kencang.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah SWT kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila tidak mengindahkan seruan dari Rasul.

Baca Juga: 5+ Keutamaan Surat Al Kahfi, Salah Satunya Terhindar dari Fitnah Dajjal

Bacaan Surah Al Ahqaf Ayat 13 Beserta Tulisan Latin dan Artinya

surah Al Ahqaf Ayat 13 -
Foto: surah Al Ahqaf Ayat 13 -

Foto: Iqro.xyz

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ

(Innallażīna qālụ rabbunallāhu ṡummastaqāmụ fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’kemudian mereka tetap istiqamah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.” (QS Al Ahqaf: 13)

Baca Juga: Kandungan Surat Az-Zumar Ayat 53, Salah Satunya Pengingat Dosa dan Taubat

Tafsir Surah Al Ahqaf Ayat 13

57+ Rangkaian Kata-Kata Hijrah Agar Senantiasa Istiqomah, Masya Allah!
Foto: 57+ Rangkaian Kata-Kata Hijrah Agar Senantiasa Istiqomah, Masya Allah!

Foto: Orami Photo Stock

Penjelasam mengenai surah Al Ahqaf ayat 13 ini didapati dari beberapa sumber, termasuk dari para mufassir atau orang-orang yang menafsirkan Alquran dari kalangan ulama mashur.

1. Tafsir Kemenag

Menurut tafsir Kementrian Agama RI, ayat ini menerangkan keadaan orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, yaitu orang-orang yang mengakui dan mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah’.

Setelah itu mereka beristiqamah, yakni tetap dalam pengakuan itu dan tidak dicampuri sedikit pun dengan perbuatan-perbuatan syirik.

Orang tersebut konsisten mengikuti garis yang telah ditentukan agama, mengikuti perintah Allah SWT dengan sebenar-benarnya dan menjauhi larangan-Nya.

Maka, orang tersebut tidak memiliki kekhawatiran dalam dirinya di hari Kiamat, karena Allah SWT telah menjamin keselamatannya.

Orang tersebut tidak perlu bersedih terhadap apa yang mereka tinggalkan di dunia setelah wafat, begitu juga terhadap sesuatu yang luput dan hilang dari mereka selama hidup di dunia itu serta tidak ada penyesalan sedikit pun pada diri mereka.

Baca Juga: Kandungan Surat Ali Imran Ayat 159, Salah Satunya tentang Akhlak Mulia

2. Tafsir Al Mishbah

Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam tafsir Al Misbah, orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami hanyalah Allah’ lalu melakukan kebaikan, sama sekali tidak akan pernah mengkhawatirkan turunnya sesuatu yang tidak mereka sukai.

Mereka juga tidak akan bersedih karena tidak memperoleh sesuatu yang diinginkan.

3. Tafsir Jalalain

Menurut Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi, sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka beristiqamah atau menetapi ketaatan, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita.

4. Tafsir Ibnu Katsir

Menurut Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi, firman SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah.

Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dalam menghadapi masa depan mereka, dan mereka tiada (pula) berduka cita terhadap masa lalu mereka.

Baca Juga: Surat Yusuf untuk Ibu Hamil, Benarkah Bisa Membuat Bayi Terlahir Rupawan?

Kandungan Surah Al Ahqaf Ayat 13

doa.jpg
Foto: doa.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Secara umum, Surah Al Ahqaf ini membahas masalah akidah, yaitu keimanan akan keesaan Allah SWT dan rububbiah-Nya yang mutlak atas dunia dan segala isinya, baik yang hidup maupun yang mati.

Surah ini memasukan masalah akidah ke dalam hati umat Islam melalui berbagai jalan, untuk masuk ke dalam keseharian, mempengaruhi sisi psikologis, dan juga historis.

Surah Al-Ahqaf ini menjadikan masalah akidah sebagai masalah bagi segenap alam semesta, bukan hanya sebagai masalah bagi manusia saja.

Sehingga, di sini juga mengungkapkan satu sisi kehidupan jin dalam kaitannya dengan Alquran dan sikap sejumlah Bani Israil terhadapnya.

Melalui fitrah yang baik, surah ini menegakan suatu bukti kebenaran sebagaimana bukti yang ditegakan dari sisi Bani Israil sendiri, sehingga terjadi keseimbangan.

Alur surah ini melintasi empat segmen yang saling terkait hingga bagaikan satu segmen yang memiliki empat bidang.

Ayat lain yang menunjang penjelasan mengenai surah Al Ahqaf ayat 13 adalah:

1. Surah Al Baqarah Ayat 38

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

(Qulnahbiṭụ min-hā jamī'ā, fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa man tabi'a hudāya fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn)

Artinya: “Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al Baqarah: 38)

Pada ayat 36, telah disebutkan perintah Allah SWT kepada Adam, Hawa, dan Iblis agar mereka keluar dari surga. Kemudian dalam ayat 38 ini Allah SWT mengulangi lagi perintah-Nya itu.

Yaitu agar Adam dan Hawa keluar dari surga yang penuh kenikmatan dan kesenangan hidup, pindah ke bumi yang harus bekerja keras dan perjuangan yang di dalamnya terdapat dua macam jalan.

Pertama adalah jalan yang dapat mengantarkan kepada kehidupanyang bahagia di dunia dan akhirat, yaitu dengan beriman kepada Allah SWT serta mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.

Kedua, jalan orang kafir dan durhaka terhadap-Nya menuruti bujukan-bujukan setan, dan jalan ini akan membawa manusia kepada kerugian dan kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

Oleh karena itu, bagi orang mengikuti petunjuk-petunjuk Allah SWT yang disampaikan-Nya melalui rasul-rasul-Nya, maka mereka yang akan memperoleh kebahagiaan dan ketentraman.

Mereka tak akan memiliki kekhawatiran apapun dan mereka tak akan merasa sedih atas kejadian-kejadian yang menimbulkan kerugian harta benda ataupun kehilangan anggota keluarga dan sebagainya.

Karena bagi orang-orang yang beriman teguh dan selalu berpegang kepada petunjuk-petunjuk Allah SWT, hal ini bukan merupakan sesuatu hal yang ditakutkan.

Baca Juga: 17 Bacaan Surat Pendek dari Juz Amma, Yuk Ajak Si Kecil untuk Menghafal!

2. Al Baqarah Ayat 112

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

(Balā man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinun fa lahū ajruhụ 'inda rabbihī wa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn)

Artinya: “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al Baqarah: 112)

Allah SWT memberikan pernyataan bahwa barangsiapa yang beriman kepada-Nya dan membuktikan imannya dengan amal yang ikhlas, maka ia akan memperoleh pahala.

Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan amal baik seorang hamba. Ayat ini juga menunjukan bahwa iman saja tidak cukup untuk menjamin tercapainya kebahagiaan, tetapi hendaknya disertai amal shaleh.

Apabila mereka telah berserah diri kepada Allah SWT dan beramal saleh, maka dirinya tidak perlu merasa khawatir dan merasa bersedih.

3. Al Fushshilat Ayat 30

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

(Innallażīna qālụ rabbunallāhu ṡummastaqāmụ tatanazzalu 'alaihimul-malā`ikatu allā takhāfụ wa lā taḥzanụ wa absyirụ bil-jannatillatī kuntum tụ'adụn)

Artinya: ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Al Fushilat: 30)

Menjadikan surah Al Ahqaf ayat 13 menjadi alasan rasa isitiqamah di dalam hati, diharapkan akan mendorong berjalannya seluruh amal saleh.

  • http://repository.uin-suska.ac.id/6295/
  • https://worldquran.com/
  • https://myblogfbasyrah.wordpress.com/2013/12/12/kajian-ayat-qs-al-ahqaf-ayat-13/
  • https://risalahmuslim.id/quran/al-ahqaaf/46-13/
  • https://worldquran.com/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.