03 Februari 2021

Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan, Apakah Bisa Hamil?

Moms telat suntik KB tapi sudah berhubungan? Tak usah khawatir, cari tahu informasinya dalam artikel ini ya

Pernahkan Moms khawatir telat suntik KB tapi sudah berhubungan? Hal ini sangat lazim terjadi. Terlebih Moms dan Dads memang sedang memberikan jarak kehamilan.

Banyak hal yang dilakukan oleh suami istri saat akan memberikan jarak kehamilan. Salah satunya dengan memilih alat kontrasepsi, misalnya dengan menggunakan IUD, pil KB, atau suntik KB. Tentunya semua alat kontrasepsi tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Suntik KB dapat menghentikan siklus menstruasi sepenuhnya, terutama dengan penggunaan berulang menurut International Conference on Health Care and Management. Ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk Moms yang ingin menjaga jarak kehamilan ataupun segera hamil. .

Terkadang, ada Moms yang telat suntik KB tapi sudah berhubungan, apakah hal terasebut akan memperbesar peluang kehamilan? Apa yang akan terjadi jika Moms telat suntik KB tapi sudah berhubungan terjadi? Cari tahu mengenai suntik KB dalam artikel ini untuk menghindari kekhawatiran saat penggunaannya.

Baca Juga: Ini Panduan Memilih Alat Kontrasepsi yang Baik dan Aman

Telat Suntik KB tapi Sudah Berhubungan

Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -1
Foto: Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -1

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai salah satu pilihan alat kontrasepsi, suntik KB adalah metode kontrasepsi yang didapatkan melalui suntikan. Itu adalah hormon buatan manusia yang disebut dengan medroksiprogesteron, yang mirip dengan hormon progesteron alami perempuan.

Saat disuntik KB, Moms akan mendapatkan suntikan di lengan atau bokong. Suntikan KB ini akan bekerja 12 hingga 14 minggu. Menurut Planned Parenthood, suntik KB akan efektif 99 persen mencegah kehamilan. Agar optimal, Moms harus mendapatkan suntikan setiap tiga bulan sesuai petunjuk.

Untuk Moms yang tidak melakukannya secara rutin dan tepat waktu, tingkat efektivitasnya turun menjadi sekitar 94 persen. Mendapatkan suntikan KB setiap 12 minggu sangat penting untuk menjaga perlindungan dari kehamilan.

Karena jika tidak rutin dilakukan akan menurunkan keefektifan, itu berarti untuk setiap 100 perempuan yang mendapatkan suntikan KB, sekitar 6 orang akan mengalami kehamilan yang tidak disengaja jika telat suntik KB tapi sudah berhubungan.

Berikut perbandingan efektifitas suntik KB dengan dengan jenis kontrasepsi lainnya:

  • Implan hormon: 99,9 persen efektif
  • Alat kontrasepsi dalam rahim Levonorgestrel (AKDR-LNG): 99,6-99,9 persen efektif
  • IUD Tembaga: 99,2 persen efektif
  • Pil KB: 93 persen efektif
  • Patch KB: 93 persen efektif
  • Cincin vagina: 93 persen efektif
  • Kondom pria: 87 persen efektif
  • Spons: 86 persen efektif pada perempuan yang belum pernah melahirkan, 73 persen efektif pada perempuan yang pernah melahirkan
  • Kondom perempuan: 79 persen efektif
  • Spermisida: 79 persen efektif

Suntik KB akan berfungsi sebagai kontrasepsi segera jika Moms mendapatkannya dalam 5 hari pertama setelah penyuntikan. Moms akan lebih mungkin hamil jika lebih dari 2 minggu telat suntik KB tapi sudah berhubungan.

Suntik KB adalah kontrasepsi berbahan dasar progestin yang bekerja dengan menekan ovulasi dan menebalkan lendir serviks, dikutip The American College of Obstetricians and Gynecology. Hormon ini bekerja pada kelenjar pituitari yang akan menyebabkan ovarium berhenti mengeluarkan telur.

Tanpa adanya telur, tentunya Moms tidak bisa hamil. Ini juga akan mengubah lapisan rahim dan lendir yang ada di area serviks. Suntik KB juga akan membuat sperma lebih sulit mencapai sel telur yang mungkin dilepaskan.

Jika berniat hamil lagi, Moms bisa segera hamil setelah 3 sampai 4 bulan setelah suntikan KB terakhir. Beberapa perempuan akan hamil pada bulan pertama setelah 90 hari, tetapi kebanyakan perempuan akan kembali subur dalam 5 sampai 7 bulan setelah suntikan terakhir, menurut An International Reproductive Health Journal Contraception.

"Ada kemungkinan untuk hamil setelah tanda tiga bulan itu, tetapi biasanya dibutuhkan beberapa bulan tambahan untuk efek lengkap hormon menghilang dan mulai berovulasi dan mengalami menstruasi yang teratur lagi," kata Hilda Hutcherson, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Columbia University Medical Center, di New York City.

Baca Juga: 5 Alat Kontrasepsi untuk Pria, Termasuk Pil dan Suntik KB

Manfaat Suntik KB

Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -2
Foto: Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -2

Foto: Orami Photo Stock

Selain mencegah kehamilan, ada manfaat suntik KB lainnya:

  • Moms tidak harus ingat untuk meminumnya setiap hari atau menggunakannya sebelum berhubungan seks.
  • Moms tidak perlu menjeda seks untuk mendapatkan perlindungan dari kehamilan.
  • Ini memberi perlindungan jangka panjang selama rutin disuntik setiap 3 bulan.
  • Ini sangat efektif.
  • Moms mendapatkan kontrasepsi tanpa harus mengonsumsi estrogen.
  • Ini bisa membuat menstruasi lebih ringan dan tidak terlalu menyakitkan. Bahkan mungkin menghentikannya.
  • Ini bisa memperkecil kemungkinan terkena kanker endometrium.

Baca Juga: 3 Tanda Bahwa Moms Harus Ganti Alat Kontrasepsi

Efek Samping Suntik KB

Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -3
Foto: Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -3

Foto: Orami Photo Stock

Meski memiliki efektivitas yang tinggi, suntik KB juga memiliki efek samping, yakni:

  • Menstruasi tidak teratur, yang lebih sering terjadi dalam 6 hingga 12 bulan pertama setelah suntikan pertama.
  • Peningkatan flek dan perdarahan.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Penambahan berat badan.
  • Perubahan dalam dorongan dan minat seksual.
  • Mual dan pusing.
  • Payudara terasa lembut dan sakit.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan mood.
  • Gugup.
  • Depresi.
  • Tumbuhnya erawat.
  • Rambut rontok.
  • Sakit perut.
  • Kembung.

Baik pil KB dan suntikan KB memberikan peningkatan dosis hormon ke dalam tubuh. Suntikan KB menghasilkan hormon dosis tinggi sekaligus. Oleh karena itu, Moms mungkin mengalami efek samping yang lebih besar segera setelah penyuntikan.

Meskipun suntikan KB sangat aman bagi kebanyakan perempuan, dokter mungkin tidak meresepkannya untuk setiap perempuan yang menginginkan program KB. Moms tidak diperbolehkan menggunakan suntikan KB jika:

  • Pernah atau pernah menderita kanker payudara.
  • Minum aminoglutethimide, yaitu obat resep yang digunakan untuk mengobati sindrom Cushing.
  • Mengalami penipisan tulang atau kerapuhan tulang.
  • Pendarahan vagina tanpa penyebab yang jelas.
  • Penyakit hati.
  • Diabetes.
  • Sejarah depresi
  • Riwayat serangan jantung atau stroke.

Baca Juga: Amankah Memasang Alat Kontrasepsi Spiral Saat Pandemi COVID-19? Ini Penjelasannya

Ovulasi dan Kemandulan Terkait Suntik KB

Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -4
Foto: Telat Suntik KB Tapi Sudah Berhubungan -4 (nbcnews.com)

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip Catholic Medical Association, ada tiga cara untuk mengetahui apakah Moms kembali subur atau tidak. yakni saat memiliki siklus menstruasi yang kembali teratur, mendapatkan hasil positif pada tes prediktor ovulasi, dan mendeteksi ovulasi pada grafik suhu tubuh basal.

Memiliki siklus menstruasi yang teratur adalah tanda paling jelas bahwa ovulasi telah dimulai. Siklus menstruasi berlangsung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Siklus tidak teratur adalah tanda kemungkinan masalah ovulasi.

Tetapi, tidak semua perempuan akan mendapatkan siklusnya kembali 5 bulan setelah suntik KB terakhir. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan waktu hingga 22 bulan sampai kembali subur. Meski bisa menekan kekhawatiran tentang telat suntik KB tapi sudah berhubunga, tetap saja Moms harus mengetahui alasannya.

Menurut penelitian Food and Drugs Administration (FDA) , penundaan tersebut tampaknya terkait dengan berat badan. Perempuan dengan berat badan kurang akan mengalami kesuburan lebih cepat daripada perempuan yang cenderung memiliki berat badan lebih. Ini berkaitan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk sepenuhnya memetabolisme progestin

Berapa lama menggunakan suntik KB juga tidak dikaitkan dengan periode kurangnya ovulasi yang lebih lama. Dengan kata lain, apakah Moms menggunakan suntik KB selama 6 bulan atau dua tahun tidak menjadi masalah.

Penggunaan suntik KB juga tidak terkait dengan infertilitas jangka panjang lebih dari dua tahun setelah penyuntikan terakhir. Hal yang penting untuk diketahui adalah suntik KB tidak terkait dengan peningkatan risiko infertilitas secara umum.

Ovulasi dan mungkin siklus menstruasi membutuhkan waktu beberapa saat untuk kembali, karena tubuh Moms belum memetabolisme obat sepenuhnya. Harus diingat bahwa kemandulan dapat terjadi pada 1 dari 8 pasangan, menurut penelitian Oxford Academic.

Ini termasuk pasangan yang memilih untuk menggunakan suntik KB. Akan ada perempuan yang tidak bisa hamil setelah suntik KB, bahkan dua tahun setelah suntik KB tapi bukan karena suntikan KB. Perempuan tersebut juga akan kesulitan untuk hamil bahkan tanpa suntik KB.

Meski ada beberapa waktu antara telat suntik KB tapi sudah berhubungan dengan kehamilan, ada baiknya bagi Moms untuk mendapatkan suntik KB tepat waktu.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.