Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Mar 3, 2018

Terapi Kesehatan untuk Pernapasan Si Kecil

Bagikan


 

Sebagai orangtua, merupakan kebahagiaan tersendiri melihat buah hati selalu sehat agar bisa beraktifitas sehari-hari dengan gembira.

Bila sakit, Moms akan melakukan segala cara untuk mengembalikan kesehatan si kecil, apalagi, bila anak memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan perhatian setiap saat. Misalnya saja penyakit pernapasan seperti asma, batuk, pilek maupun obstruksi atau penyumbatan saluran pernapasan oleh mukus (dahak).

Salah satu penyakit pernapasan yang tentunya akan sangat menganggu aktifitas sehari-hari anak adalah asma. Ada beberapa terapi yang bisa Moms terapkan bagi si kecil untuk membantu menyembuhkan penyakit sistem pernapasan seperti asma:

   

1. Terapi nonfarmakologi

Terapi ini menerapkan olahraga teratur bagi si kecil untuk latihan pernapasan, misalnya berenang. Olahraga teratur ini akan membantu anak melatih napasnya agar otot-otot pernapasan jadi lebih kuat.

   

2. Terapi farmakologi

Terapi ini menerapkan pemberian obat bagi saluran pernapasan si kecil. Misalnya parenteral (melalui infus), per oral (minum tablet), atau per inhalasi.

   

3. Terapi inhalasi

Terapi yang juga termasuk dalam jenis farmakologi ini menerapkan pemberian obat secara langsung ke saluran napas melalui hirupan. Secara umum ada tiga jenis terapi inhalasi, yakni nebulizer, MDI (Metered Dose Inhaler) dan DPI (Dry Powder Inhaler).

   

Dari ketiga terapi di atas, ada keuntungan tersendiri yang didapat dari terapi inhalasi. Terapi ini langsung ke organ sasaran yaitu paru-paru, efeknya lebih cepat, serta dosis dan efek samping lebih kecil. Obat yang biasa digunakan dalam terapi ini biasanya berbentuk zat aerosol.

Aerosol adalah sediaan (persenyawaan yang telah siap melalui proses kimia) yang mengandung satu atau lebih zat yang memiliki khasiat. Zat-zat ini diletakkan dalam nebulizer yang diberi tekanan.

Nebulizer ini nantinya memiliki senyawa atau campuran kimia pendorong (atau biasa disebut dengan istilah propelan) secukupnya agar bisa memancarkan zat aerosol hingga habis.

 

Apakah Moms pernah mencoba salah satu atau bahkan ketiga terapi ini untuk si kecil? Yuk berbagi cerita di kolom komentar!

  

(SER)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.