Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Apr 5, 2018

Ternyata, Seperti Ini Perjalanan Botol Susu dari Masa ke Masa

Bagikan


Ternyata, Seperti Ini Perjalanan Botol Susu dari Masa ke Masa

Botol susu merupakan salah satu perlengkapan bayi yang penting dan wajib dimiliki ketika ibu sedang tidak bisa menyusui. Botol susu pada dasarnya memiliki bentuk seperti botol pada umumnya dan terdapat dot kecil dengan lubang di bagian ujung.

Botol susu sebenarnya digunakan sebagai alternatif para Moms yang tidak menyusui karena sakit dan tidak ada ibu sepersusuan pengganti. Oleh karena itu diciptakanlah botol dengan dot yang bisa memenuhi kebutuhan makan Si Kecil terutama ketika ia masih belum bisa menggunakan gelas/cangkir.

Namun, tahukah Moms dalam sejarahnya, botol susu tidak sesimpel yang kita bayangkan sekarang, lo.

Baca Juga : Minum Susu dari Botol Sebabkan Bayi Obesitas?

Botol susu zaman dahulu berbentuk seperti mangkok yang memiliki 2 lubang di bagian pinggir. Botol ini ditemukan oleh Allen dan Hanbury. Satu lubang dibuat lebih besar untuk memasukkan cairan dan lubang yang lain berbentuk seperti dot bayi untuk diisap.

Dot bayi ini masih terbuat dari bahan gelas sehingga sangat sulit untuk dibersihkan. Dot karet pertama ditemukan pada tahun 1845 dan baru dikembangkan pada tahun 1900an.

Di tahun 1845, Elijah Pratt menemukan dot karet. Penemuannya tidak terlalu dikenal apalagi diproduksi secara massal karena bahan karet yang digunakan menjadi bau setelah selesai dipakai.

Botol dengan bentuk seperti yang sering kita lihat akhirnya ditemukan pada tahun 1920an yang terbuat dari kaca atau plastik. Botol tersebut memiliki desain yang berbeda karena terdapat bagian tutup yang bisa dilepas sehingga mudah untuk dibersihkan.

Tutup botol diputar terlebih dahulu sehingga ibu bisa memasukkan susu ke dalamnya. Tutup botol ini sudah didesain seperti empeng. Setelah mengisi botol dengan cairan susu, botol dan tutupnya harus ditutup rapat dengan cara diputar.

Jika tidak rapat, susu bisa tumpah atau bocor keluar botol. Saat ini botol susu dibuat dengan menggunakan perlatan canggih dan diproduksi dengan pori-pori sangat kecil sehingga udara tetap bisa bersirkulasi dan susu tidak tumpah. Botol susu ini bervariasi tergantung dari fungsinya.

Baca Juga : Ajak Balita Minum Susu di Gelas, Bukan di Botol

Botol berukuran besar digunakan sebagai tempat ASI yang dipompa atau susu formula dalam jumlah besar. Botol kecil digunakan untuk bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Sedangkan botol berukuran standar dapat dipakai untuk bayi yang sudah bisa memegang sendiri.

Botol merupakan bagian dari perlengkapan bayi yang memerlukan perhatian khusus sehingga karet dot saat ini sudah bisa diganti tanpa harus membeli botol baru.

Saat membeli botol susu, carilah produk yang dilengkapi dengan sikat botol dan empeng tambahan. Sekarang, botol tidak hanya bisa dicuci dengan air hangat. Moms juga bisa mendapatkan jenis botol susu yang bisa direbus untuk mensterilkan kuman di dalamnya yang tidak hilang meskipun sudah dicuci menggunakan sabun.

(BILNA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.