Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
22 November 2022

7 Cara Mengusir Tomcat di Rumah serta Pengobatan yang Bisa Dilakukan Jika Digigit Tomcat

Jangan menepuk tomcat, karena racun pada tubuhnya dapat mengiritasi kulit!
7 Cara Mengusir Tomcat di Rumah serta Pengobatan yang Bisa Dilakukan Jika Digigit Tomcat

Kadang, serangga bisa masuk ke rumah, termasuk tomcat. Penting bagi Moms dan Dads untuk mengetahui cara mengusir tomcat dengan benar.

Berbagai cara mudah bisa diterapkan di rumah untuk mencegah serangga ini berkembangbiak.

Mari ketahui dengan lengkap cara tepat mengusir tomcat di bawah ini!

Baca Juga: Memahami Aturan Pakai Interhistin untuk Atasi Alergi

Cara Mengusir Tomcat

Serangga Tomcat

Foto: Serangga Tomcat (Species.wikimedia.org/Luis Miguel Bugallo Sánchez)

Tomcat dikenal dengan nama lain paederus fuscipes.

Ini merupakan jenis serangga dari famili kumbang yang berwarna belang hitam dan oranye.

Gigitan serangga ini dapat menimbulkan ruam kulit kemerahan yang gatal, panas, dan melepuh berisi air (seperti luka bakar).

Keberadaan serangga ini dapat dihindari dengan menjaga tempat tinggal dan menghindari daerah di mana serangg ini bisa ditemukan.

Berdasarkan penelitian pada tahun 2015, di Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases, tomcat dapat menyebabkan dermatitis paederus yang rentan terjadi di desa-desa dengan fasilitas perumahan yang buruk dan dapat dihindari melalui kesadaran masyarakat.

Dermatitis paederus ini merupakan jenis dermatitis yang menimbulkan rasa gatal dan peluh

Untuk mencegah hal ini terjadi, mari ketahui cara tepat mengusir tomcat, antara lain:

1. Menjaga Kebersihan Kamar

Kamar Bersih

Foto: Kamar Bersih (Orami Photo Stock)

Serangga jenis apa pun menyukai tempat yang lembap dan tidak bersih. Karena itu, cara mengusir tomcat yakni dengan menjaga kebersihan kamar atau ruangan.

Buanglah bekas sampah ataupun tisu yang berserakan di lantai kamar.

Tak hanya itu, jangan biarkan sisa makanan didiamkan semalaman, ya. Hal ini dapat "menarik" perhatian serangga untuk berkembangbiak, lho!

Baca Juga: Pahami Aturan Pakai Grantusif, Obat Batuk Alergi yang Bisa Dibeli di Apotek

2. Menyemprotkan Cuka

Menyemprotkan Cuka

Foto: Menyemprotkan Cuka (Parenting.firstcry.com)

Melansir Cuteness.com, cuka termasuk bahan alami yang digunakan untuk mengusir tomcat.

Yuk, buat cairan cuka untuk mencegah kehadiran tomcat di sekitar rumah.

Larutan aktif dalam cuka dipercaya tidak disukai oleh serangga, termasuk tomcat sekali pun.

Hal ini dapat dengan mudah dibuat di rumah, bukan?

3. Mengurangi Penerangan

Sama halnya laron, ternyata tomcat juga menyukai cahaya, Moms. Ketika malam hari tiba, cobalah untuk mengurangi lampu yang menyala di dalam rumah.

Lampu yang digunakan berlebihan di malam hari termasuk tempat yang disukai oleh tomcat.

Untuk cara mengusir tomcat, matikan lampu yang tidak terpakai, ya.

Baca Juga: Begini Cara Membuat Sabun Mandi Batangan, Coba Yuk, Moms!

4. Menggunakan Cairan Detergen

Detergen

Foto: Detergen (Orami Photo Stock)

Ingin mengusir tomcat dengan cara yang praktis? Mari tambahkan beberapa cairan detergen ke dalam botol semprotan.

Kemudian, semprotkan di area serangga tomcat bisa hidup dan berkembangbiak.

Ini meliputi tempat lembap, area pembuangan sampah, atau rerumputan. Meski terbilang ampuh, hati-hati dalam menggunakan detergen ini.

Pastikan dijauhkan dari jangkauan anak-anak, Moms.

Baca Juga: 5 Cara Membersihkan Rumah untuk Moms yang WFH

5. Menutup Ventilasi Rumah

Apabila waktu sudah sore hari, cobalah untuk menutup ventilasi di rumah dengan rapat.

Jangan biarkan serangga masuk melewati pintu ataupun jendela rumah, Moms.

Selain untuk mengusir tomcat, cara ini juga untuk mencegah berbagai serangga lain masuk, termasuk kecoa ataupun tikus.

6. Taburkan dengan Baking Soda

Taburkan area di sekitar rumah dengan soda kue, yuk! Hal ini pun bisa dicampurkan dengan cuka dan air dengan perbandingan yang sama.

Cara mengusir tomcat dengan cara ini dipercaya dapat mencegah tomcat dan serangga lain mendekati rumah.

Aroma dari soda kue cukup mengganggu untuk berbagai serangga.

Bahkan, ini juga cara yang jitu untuk menghilangkan sisa kotoran serangga di sekitar rumah.

7. Menggunakan Produk Pengusir Serangga

Disinfektan

Foto: Disinfektan (Freepik.com/rawpixel-com)

Cara mengusir tomcat, nyamuk, dan kecoa terbilang mirip. Salah satunya dengan menggunakan produk pembasmi serangga.

Saat ini, sudah banyak tersebar luas produk yang mengandung senyawa aktif untuk mengusir serangga.

Semprotkan di beberapa area tertentu yang rawan tomcat masuk.

Ingat, jangan biarkan produk ini berada di jangkauan anak-anak, Moms.

Baca Juga: 8 Ciri-ciri Rumah Sehat dan Bersih, Apakah Hunian Moms Sudah Memilikinya?

Tips Menghindari Gigitan Tomcat

Selain cara mengusirnya dari rumah, Moms juga bisa terapkan tips ini agar tidak terkena gigitan tomcat.

1. Menghindari Area Persawahan

Tomcat seringnya hidup di daerah persawahan. Untuk itu, hindari area sawah untuk cara mengusir tomcat dengan benar.

Liburan tahun baru membuat sejumlah orang pulang kampung atau berlibur, bukan?

Sawah menjadi salah satu tempat favorit untuk dinikmati. Bagaimana tidak, pemandangan sawah ini jarang kita temukan di seluk beluk kota.

Namun, untuk mencegah gigitan tomcat, hindari tempat ini dulu ya, Moms.

2. Memakai Losion Pelindung

Cara mengusir tomcat ini terbilang cara pencegahan yang bisa kita terapkan. Pastikan anak-anak juga menggunakannya ya, Moms.

Baca Juga: Moms Perlu Tahu, Ini 9 Makanan Penghilang Alergi Kulit

Cara Mengatasi Gigitan Tomcat

Serangga ini umumnya dapat ditemukan di berbagai tempat di persawahan di Indonesia.

Namun tidak pernah menutup kemungkinan, dapat berada di pemukiman warga.

Melansir IPB University, diketahui tomcat betina dinilai lebih berbahaya dibandingkan jantan, Moms.

Ingat, jangan pernah menepuk tomcat untuk membunuhnya. Racun dari tubuhkan akan keluar dan mengenai kulit kita.

Racun dari serangga ini dapat membuat kulit melepuh jika tidak ditangani dengan cepat.

Namun, apabila terlanjur mengalami gigitan atau racun tomcat, cara tepat menanganinya seperti.

  1. Bila tomcat menggigit area tertentu pada tubuh segera usir serangga tersebut (dengan meniup serangga atau mengalihkan perhatian serangga dan menyingkirkannya dengan menggunakan secarik kertas).
  2. Hindari menyentuh serangga dengan tangan.
  3. Segera cuci area yang digigit dengan air dan sabun yang lembut, namun hindari menggosok terlalu keras.
  4. Kompres area ruam kulit dengan air dingin.
  5. Hindari memecahkan benjolan berair yang timbul.
  6. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Umumnya, dokter akan meresepkan obat golongan kortikosteroid dan antibiotik.

Baik dalam bentuk krim maupun oral atau obat minum.

Namun demikian, gejala yang timbul akibat gigitan tomcat dapat pula menyertai kelainan kulit lain, lho.

Hal ini seperti herpes zoster, cacar air, dermatitis, eksim, impetigo, dan sebagainya.

Sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter, ya!

Tujuannya agar dapat melakukan pemeriksaan secara langsung untuk memastikan diagnosis, sehingga pengobatan dapat diberikan.

Baca Juga: 7+ Cara Mengusir Kelelawar di Rumah, Mudah Kok, Moms!

Rekomendasi Obat Gigitan Tomcat di Apotek

Mengoleskan Salep

Foto: Mengoleskan Salep (Orami Photo Stock)

Bagi Moms yang tinggal di area terdapat banyak serangga ini sering muncul, maka Moms perlu mengetahui penanganan gigitan serangga ketika tergigit.

"Jika kena serangga ini, maka kita harus cuci dengan air sabun agar menetralisir racun," ungkap pakar serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Profesor Hari Sutrisno, dilansir dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Jangan pernah menggaruk area yang terkena gigitan, sebab hal tersebut bisa jadi dapat memperparah area gigitan, hingga menyebabkan infeksi.

"Yang lebih berbahaya adalah jika sampai terjadi infeksi sekunder. Jadi jangan sampai terjadi luka karena kuman akan masuk, " tambah Hari.

Lebih lanjut dijelaskan tentang pengobatan tambahan yang bisa dilakukan.

Pilihannya adalah dengan memakai salep Hydrocortisone 1%, salep Betametasone dan antibiotik Neomycin Sulfat 3 kali sehari, atau menggunakan salep Acyclovir 5%.

1. Salep Acyclovir

Salep Acyclovir

Foto: Salep Acyclovir (Orami Photo Stock)

Acyclovir sering kali digunakan untuk mengatasii infeksi virus herpes.

Melansir dari Indofarma, Acyclovir bekerja dengan menghambat secara aktif dan selektif virus herpes simplex (HSV) tipe l dan HSV tipe II, Varicella zoster, Epstein-Barr, dan cytomegalovirus.

Untuk penggunaannya, oleskan tipis-tipis pada bagian kulit yang mengalami lesi, lima kali sehari setiap 4 jam selama 5 hari.

Pengobatan akan mendapatkan hasil yang baik jika dimulai sejak awal timbulnya gejala.

Jika dalam 5 hari belum memberi hasil yang baik pada kondisi kulit, pengobatan dapat diperpanjang hingga 10 hari. Namun, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Untuk keamanan, jangan gunakan krim acyclovir di mulut, mata, dan vagina karena dapat menyebabkan iritasi.

Meskipun diklaim dapat mengatasi beberapa kondisi kulit, penggunaan krim ini memiliki efek samping, seperti rasa terbakar setelah menggunakan krim acyclovir.

Kekeringan pada kulit terjadi pada 25% penderita yang menggunakan krim ini.

Baca Juga: 20 Rekomendasi Krim Ruam Popok Bayi Terbaik, Aman untuk Si Kecil!

2. Hydrocortisone Acetate Krim

Hydrocortisone Acetate Krim

Foto: Hydrocortisone Acetate Krim (Orami Photo Stock)

Hydrocortisone merupakan salep krim yang bekerja sebagai antiinflamasi, antialergi, dan antipruritus.

Krim ini bekerja dengan menekan reaksi radang pada kulit. Penggunaannya, oleskan 2-3 kali sehari pada kulit yang bermasalah.

Pada beberapa kasus, penggunaan salep ini dapat memberi efek seperti rasa terbakar, gatal, kekeringan, atropi kulit, dan infeksi sekunder.

Untuk itu, hindari penggunaan jangka panjang, dosis besar, pemakaian yang tebal dan luas.

3. Betamethasone 0.1% Cream

Betamethasone merupakan obat kortikosteroid topikal yang digunakan untuk mengatasi alergi pada kulit, serta mengurangi peradangan.

Pastikan penggunaan salep ini mengikuti petunjuk dan resep dari dokter. Salep ini dapat dioles tipis-tipis 3-4 kali sehari saat kondisi kulit berada pada tingkat parah.

Jika kondisi kulit sudah cenderung membaik, dapat dioleskan sebanyak satu kali sehari.

4. Neomycin Sulfat Krim

Neomycin Sulfat adalah obat yang berfungsi untuk mencegah timbulnya risiko infeksi dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Untuk mengatasi gangguan berupa infeksi kulit, oleskan sebanyak dua kali sehari pada area kulit yang telah dibersihkan.

Demikian informasi mengenai tomcat, cara pengobatannya, dan rekomendasi salep yang ampuh dalam mengatasi masalah kulit akibat gigitannya. Semoga bermanfaat Moms!

  • https://www.cuteness.com/article/rid-smell-tom-cat-spray
  • https://www.ipb.ac.id/news/index/2012/03/female-tomcat-is-the-most-toxic/a7ec671ccb8a599b9e11da78af1da7bd
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4357090/
  • http://lipi.go.id/berita/single/Kena-Serangan-Tomcat-Ini-Pengobatannya/7575#
  • https://indofarma.id/2019/07/10/aciclovir-5-krim/#
    https://indofarma.id/2019/07/10/hydrocortisone-acetate-krim-25/