17 November 2022

Nominal UMR Bekasi 2022, Paling Tinggi Se-Jabodetabek!

Cek perbandingannya dengan daerah lain di Jawa Barat
Nominal UMR Bekasi 2022, Paling Tinggi Se-Jabodetabek!

Tahukah Moms bahwa UMR Bekasi adalah yang paling tinggi se-Jawa Barat dan Jabodetabek?

Karena itulah banyak pencari kerja yang mengincar lowongan di Bekasi, agar bisa mendapat upah yang tinggi.

Memangnya, berapa sih besaran UMR di Bekasi? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini, Moms!

Baca juga: 9 Ide Jualan Makanan Online Kekinian, Mulai dari Croffle, Salad Buah, hingga Katering Menu Diet

Berapa UMR Bekasi 2022?

Uang Rupiah
Foto: Uang Rupiah (Unsplash.com)

UMR adalah singkatan dari Upah Minimum Regional.

Ini merupakan suatu standar upah paling kecil yang harus dipenuhi semua pengusaha maupun pemberi kerja pada buruh atau karyawannya.

Seperti banyak daerah lainnya, UMR Bekasi juga mengalami kenaikan pada 2022, jika dibandingkan dengan 2021.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan nomor: 561/Kep.732-Kesra/2021 tentang UMK di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

Surat keputusan itu dikeluarkan pada 30 November 2021.

Dalam keputusan tersebut ditetapkan bahwa UMR Bekasi pada 2022 adalah Rp4.816.921,17.

Nominal itu mengalami kenaikan sebesar Rp33.985 atau 0,71% dari UMR Bekasi pada tahun 2021 yang hanya senilai Rp 4.782.935,64.

Meski kenaikannya tidak banyak, nilai UMR Bekasi masih menjadi yang tertinggi se-Jawa Barat. Bahkan, lebih tinggi dari UMR Karawang, lho!

Pemerintah Kota Bekasi mengungkapkan bahwa kenaikan upah minimum ini sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

Untuk diketahui, nominal UMR Bekasi selalu menjadi yang tertinggi di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Dibanding daerah lain, Bekasi selalu mengalami kenaikan upah minimum setiap tahunnya. Meski terkadang kecil, tapi pernah juga drastis.

Seperti disebutkan tadi, besaran UMR di Kota Bekasi pada 2021 adalah Rp4.782.935,64 per bulan.

Angka tersebut naik sebesar 4,21% atau Rp193.226,74 dibanding tahun 2020.

Pada tahun 2020, UMR Bekasi juga mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp4.589.708.90 per bulan dibanding tahun 2019.

Begitu pula di tahun 2019, nilai upah minimum di Bekasi juga mengalami kenaikan yang cukup besar dibanding 2018, yaitu sebesar Rp314.403.

Baca Juga: Nominal UMR Jogja 2022, Termasuk yang Terendah Dibanding Daerah Lain!

Mengapa UMR Bekasi Tertinggi Se-Jabodetabek?

Uang Koin
Foto: Uang Koin

Moms mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa UMR Bekasi selalu menjadi yang tertinggi se-Jabodetabek?

Tentunya, hal ini ada alasannya, Moms.

Alasannya adalah karena di kawasan Bekasi banyak pabrik dan pusat industri terpadu yang memiliki ribuan pekerja.

Mereka membentuk serikat pekerja yang menuntut UMR lebih layak dan disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi individu.

Pada tahun 2020 misalnya, UMR Bekasi mengalami kenaikan hingga Rp50.000.

Padahal, di banyak wilayah lainnya, kenaikan upah minimum per tahunnya bisa dibilang sangat kecil.

Meski begitu, Pemerintah Kota Bekasi selalu memberi penjelasan bahwa penetapan kenaikan UMR sudah melalui proses dan riset panjang.

Penetapan kenaikan UMR Bekasi juga sudah disesuaikan dengan standar peraturan yang berlaku.

Kisaran UMR Bekasi ini umumnya menjadi patokan atau acuan bagi karyawan yang masa dinasnya kurang dari 1 tahun.

Sementara itu, bagi karyawan tetap atau kontrak bertahun-tahun, tentunya dapat disesuaikan kembali dengan kebijakan setiap perusahaan maupun pemberi kerja.

Baca juga: 4 Contoh Surat Lamaran Kerja, Ada yang Bahasa Inggris dan Tulisan Tangan

Daftar UMR Kota dan Kabupaten di Jawa Barat pada 2022

Setelah menyimak berapa besaran UMR Bekasi pada 2022, Moms mungkin penasaran dengan nilai UMR di kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Berikut ini daftarnya:

  • UMR Kota Bekasi 2022: Rp4.816.921
  • UMR Kabupaten Karawang 2022: Rp4.798.312
  • UMR Kabupaten Bekasi 2022: Rp4.791.843
  • UMR Kota Depok 2022: Rp4.377.231
  • UMR Kota Bogor 2022: Rp4.330.249
  • UMR Kabupaten Bogor 2022: Rp4.217.206
  • UMR Kabupaten Purwakarta 2022: Rp4.173.568
  • UMR Kota Bandung 2022: Rp3.774.860
  • UMR Kota Cimahi 2022: Rp3.272.668
  • UMR Kabupaten Bandung Barat 2022: Rp3.272.668
  • UMR Kabupaten Sumedang 2022: Rp3.241.929
  • UMR Kabupaten Bandung 2022: Rp3.241.929
  • UMR Kabupaten Sukabumi 2022: Rp3.125.444
  • UMR Kabupaten Subang 2022: Rp3.064.218
  • UMR Kabupaten Cianjur 2022: Rp2.699.814
  • UMR Kota Sukabumi 2022: Rp2.562.434
  • UMR Kabupaten Indramayu 2022: Rp2.391.567
  • UMR Kota Tasikmalaya 2022: Rp2.363.389
  • UMR Kabupaten Tasikmalaya 2022: Rp2.326.772
  • UMR Kota Cirebon 2022: Rp2.304.943
  • UMR Kabupaten Cirebon 2022: Rp2.279.982
  • UMR Kabupaten Majalengka 2022: Rp2.027.619
  • UMR Kabupaten Garut 2022: Rp1.975.220
  • UMR Kabupaten Kuningan 2022: Rp1.908.102
  • UMR Kabupaten Ciamis 2022: Rp1.897.867
  • UMR Kabupaten Pangandaran 2022: Rp1.884.364

Baca Juga: Besaran UMR Tangerang 2022 dan Daerah Lainnya di Banten, Catat!

Bagaimana Jika Digaji Lebih Rendah dari UMR?

Bicara dengan Atasan
Foto: Bicara dengan Atasan (Freepik.com)

Setelah tahu berapa besaran UMR Bekasi dan daerah lain di Jawa Barat, Moms mungkin ingin bertanya: bagaimana jika digaji lebih rendah dari UMR?

Ternyata, ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, lho, Moms!

Jika seorang buruh atau karyawan merasa tidak dibayar sesuai dengan besaran UMR, UMK, dan UMP, ia dapat menempuh lajur hukum.

Mekanisme penuntasan perkara ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 perihal Penuntasan Konflik Interaksi Industrial.

Ada pun langkah-langkah yang bisa ditempuh oleh buruh atau karyawan yang digaji lebih rendah dari UMR, yakni:

  • Pekerja dapat menyampaikan diskusi bipartit antara perwakilan pekerja dan pemilik perusahaan. Tujuannya adalah untuk mendapat kesepakatan dan mufakat.
  • Jika dalam tenggat 30 hari belum ada persetujuan antara dua belah pihak, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pembicaraan tripartit.
  • Pembicaraan ini dilaksanakan oleh perwakilan pekerja dan pemilik perusahaan, dihadiri Dinas Ketenagakerjaan sebagai penghubung.
  • Lalu pekerja harus memperlihatkan bukti-bukti yang riil bahwa pembicaraan bipartit telah dilakukan tapi belum mendapatkan hasil yang bagus.
  • Bila setelah pembicaraan tripartit belum ada hasil, langkah selanjutnya adalah menempuh jalur peradilan.
  • Salah satu pihak dapat mengajukan permasalahan ini pada Pengadilan Jalinan Industrial.
  • Lajur hukum dapat dicapai dengan sidang di pengadilan.

Baca juga: 7 Peluang Usaha dengan Modal Kecil dan Menjanjikan Keuntungan Besar, Pemula Wajib Tahu!

Itulah pembahasan mengenai UMR Bekasi dan daerah sekitarnya, serta tips jika menerima upah lebih rendah dari UMR. Semoga bermanfaat, ya, Moms!

  • https://www.kitalulus.com/seputar-kerja/umr-bekasi
  • https://www.ekrut.com/media/umr-bekasi
  • https://www.kilas.co/bisnis/pr-4773742637/besaran-gaji-umk-di-kabupaten-bekasi-teranyar-2022-ada-pembaruan-tiap-tahun?page=5

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.