Rupa-rupa

RUPA-RUPA
23 Maret 2020

Update Total Pasien Corona di Indonesia, dr. Achmad Ingatkan Pentingnya Kurangi Aktivitas di Luar

Ada tiga provinsi baru dengan kasus positif COVID-19
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pasien virus corona di Indonesia semakin bertambah. Hingga per hari Minggu (22/3/2020), diketahui ada 514 kasus positif COVID-19. Hal ini seperti diutarakan oleh dr. Achmad Yurianto, Jubir untuk Penanganan Wabah COVID-19 di Indonesia.

"Update kasus positif yang kita rawat sampai hari ini pukul 12.00. Positif tambah 64 orang totalnya 514 orang," kata dr. Achmad mengutip siaran pers dari situs Kementerian Kesehatan.

Ketahui lebih lanjut tentang jumlah pasien dan saran dari pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia berikut ini.

Baca Juga: Berbagai Cara Artis Indonesia Tunjukan Kepeduliannya Terhadap Wabah Corona

Penambahan Provinsi Pasien yang Terinfeksi COVID-19 di Indonesia

pasien corona di Indonesia-2.jpg

Foto: theverge.com

Dari total 514 kasus tersebut, terjadi penambahan jumlah provinsi dengan penduduk yang positif COVID-19, yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Maluku dan Provinsi Papua.

Dengan demikian, wilayah penyebaran kasus positif COVID-19 di Indonesia terjadi di 20 provinsi.

Selain kasus positif, angka penambahan juga terjadi pada kasus sembuh dan kasus yang meninggal.

"Ada juga kasus sembuh, sudah 2 kali pemeriksaan negative, dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang sebanyak 9 orang. Sehingga, total yang sembuh menjadi 29 orang," jelas dr. Achmad.

Lebih lanjut, dr. Achmad mengatakan kasus meninggal dunia pada pasien corona di Indonesia bertambah 10 orang. Sehingga, total yang meninggal adalah 48 orang.

Baca Juga: 3 Manfaat Temulawak, Salah Satu Bahan Jamu Empon-Empon Anti Corona, untuk Kesehatan

dr. Achmad Yurianto Ingatkan Pentingnya Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

pasien corona di Indonesia-1.jpg

Foto: jatimtimes.com

Untuk menghambat laju penambahan kasus positif COVID-19, dr. Achmad kembali mengingatkan agar masyarakat melaksanakan kebijakan pemerintah dengan mengurangi aktivitas diluar rumah dan menjaga kesehatan.

"Kembali lagi bahwa menghindari, meminimalkan, membatasi kontak ini merupakan cara yang paling baik. Kedua, jaga imunitas masing-masing agar tetap sehat, agar tetap bisa melaksanakan aktivitas ringan di rumah," terang dr. Achmad.

Baca Juga: 4 Tips Bermesraan dengan Suami di Tengah Pandemi Corona

Kelompok Usia Muda Bisa Tertular Virus Corona Tanpa Adanya Gejala

pasien corona di Indonesia-3

Foto: Orami Photo Stock

Termasuk bagi para masyarakat muda, karena bisa jadi kelompok usia dewasa muda ini menjadi virus carrier (orang yang membawa virus) dan bisa menular ke kelompok dengan usia lebih tua.

"Data yang kita miliki dan data secara global, memang pada kelompok usia muda memiliki daya tahan tubuh lebih baik. Mereka bisa terkena dan tanpa gejala," kata dr. Achmad.

Terinfeksi COVID-19 tanpa gejala ini yang menjadi salah satu faktor penyebaran semakin cepat. Pasalnya, orang yang bersangkutan tidak menyadari telah terjangkit dan tidak melakukan isolasi mandiri dirumah.

"Inilah menjadi hal yang mendasar sehingga persebarannya semakin cepat. Apabila ini menular ke saudara-saudara kita yang usianya lebih tua dan rawan maka ini akan menjadi masalah yang serius untuk keluarga kita," jelasnya.

Jika Moms merasakan gejala COVID-19 seperti batuk, demam, sesak napas, atau ingin mengetahui informasi yang terpercaya tentang virus COVID-19 di Indonesia, bisa menghubungi Hotline Virus Corona 119 ext. 9.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait