14 Juni 2019

Viral Foto Wajah Rusak Akibat Sinar Matahari, Ini Cara Pilih Sunscreen yang Cocok

Penting melindungi kulit dari sinar matahari

Ada sebuah gambar viral yang ramai dibahas di media sosial, yaitu foto mengejutkan seorang pengemudi truk berusia 69 tahun. Di foto tersebut, diperlihatkan betapa besar kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh matahari.

Foto ini, diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, menunjukkan apa yang oleh para ahli dermatologi disebut dermatoheliosis, yaitu kerusakan akibat sinar matahari, yang menjadi tanda umum penuaan.

seorang supir truk dengan bagian wajah yang terpapar sinar matahari.webp
Foto: seorang supir truk dengan bagian wajah yang terpapar sinar matahari.webp (twitter.com/VeronicaGorgeoi)

Foto: twitter.com/VeronicaGorgeoi

Mengutip dari Live Science, ahli kulit Universitas Northwestern Jennifer Gordon mengatakan, "Sepanjang hidupnya dia adalah seorang sopir truk dan tidak pernah memakai sunscreen. Kami pikir paparan sinar matahari tepat di sisi wajah inilah yang menyebabkan kerusakan."

Lebih lanjut Gordon menjelaskan, "Sinar ultraviolet A (UVA) dari matahari dengan mudah menembus kaca jendela dan bahkan pakaian. Sinar UVA menyebabkan kerusakan yang dalam di kulit, memengaruhi jaringan ikat seperti kolagen dan elastin. Di situlah Anda mendapatkan efek penuaan: kerutan, timbunan material di kulit."

Meskipun begitu, supir truk ini belum menunjukkan tanda-tanda kanker kulit. Namun, ini menjadi sebuah peringatan akan betapa berbahayanya sinar matahari .bagi kulit.

Baca Juga: Agar Hasilnya Efektif, Begini Cara Pemakaian Sunblock Sesuai Tingkat SPF

Pentingnya Memakai Sunscreen

memilih tabir surya-1.jpg
Foto: memilih tabir surya-1.jpg (healthytop10s.com)

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan untuk memakai sunscreen yang menyediakan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30, dan yang menawarkan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB.

Sinar UVB adalah penyebab utama kulit terbakar. Sinar UVB bisa terhalang oleh kaca jendela, tetap tidak dengan sinar UVA.

Bahkan pada hari berawan, sebesar 80 persen dari sinar UV matahari berhasil menembus awan. AAD merekomendasikan penggunaan tabir surya pada area kulit yang terbuka setiap hari, dalam cuaca apapun.

Namun, produk tabir surya biasanya memiliki ragam SPF yang berbeda-beda, seperti tabir surya yang mengandung SPF 15, 30, atau 50. Lalu, adakah perbedaan dari ketiga jenis SPF ini?

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Sunblock? Ketahui Bahan yang Harus Dihindari

Cara Memilih Sunscreen yang Cocok

memilih tabir surya-2.jpg
Foto: memilih tabir surya-2.jpg (medicalnewstoday.com)

Mengutip dari American Cancer Society, lebih baik memakai sunscreen dengan perlindungan broad spectrum alias spektrum luas. Tabir surya dengan label ini melindungi terhadap sinar UVA dan UVB.

Semua produk tabir surya melindungi kulit dari sinar UVB, yang merupakan penyebab utama kulit terbakar dan kanker kulit. Tetapi sinar UVA juga berkontribusi terhadap kanker kulit dan penuaan dini.

Pastikan kita memakai sunscreen dengan kadar SPF 30 atau lebih tinggi. Nomor SPF ini merupakan tingkat perlindungan yang diberikan tabir surya terhadap sinar UVB.

Semakin tinggi angka SPF, semakin banyak tabir surya bisa memberikan perlindungan. Tetapi semakin tinggi tingkatannya, semakin kecil perbedaannya.

  • SPF 15 memblokir sekitar 93% dari sinar UVB
  • SPF 30 memblokir sekitar 97% dari sinar UVB
  • SPF 50 memblokir sekitar 98% dari sinar UVB
  • SPF 100 memblokir sekitar 99% dari sinar UVB

Tidak ada tabir surya yang melindungi kulit Moms sepenuhnya. Karenanya, BPOM Amerika menegaskan bahwa pemakaian tabir surya dengan SPF di bawah 15 hanya melindungi kulit dari sengatan matahari, tidak termasuk dari kanker kulit atau penuaan kulit.

Lalu, bagaimana dengan tabir surya dengan klaim waterproof atau "tahan air"?

Baca Juga: Apakah Bayi Boleh Menggunakan Sunblock atau Sunscreen?

Tabir Surya Waterproof Benar-benar Tahan Air atau Tidak?

memilih tabir surya-3.jpg
Foto: memilih tabir surya-3.jpg (consumerreports.org)

American Cancer Society menjelaskan bahwa tabir surya yang "tahan air" tidak berarti benar-benar tahan air. Tidak ada tabir surya yang tahan air atau "anti-keringat".

Jika label produk menyatakan klaim tahan air, label harus menentukan apakah tabir surya tersebut tahan ketika dipakai selama 40 menit atau 80 menit saat berenang atau berkeringat.

Untuk hasil terbaik, kita harus memakai sunscreen kembali setidaknya setiap 2 jam dan bahkan lebih sering jika melakukan aktivitas berenang atau yang mengeluarkan banyak keringat.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.