Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
23 Februari 2022

Penyakit Meniere yang Menyerang Telinga, Ini Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Hati-hati dengan gangguan telinga ini, ya, Moms!
Penyakit Meniere yang Menyerang Telinga, Ini Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Moms mungkin pernah mengalami gangguan telinga hingga menyebabkan ketidakseimbangan dan pendengaran. Jika hal ini terjadi, bisa jadi terkena penyakit Meniere.

Penyakit Meniere adalah gangguan yang mempengaruhi telinga bagian dalam yang bertanggung jawab untuk pendengaran dan keseimbangan.

Kondisi ini menyebabkan vertigo.

Kondisi ini juga menyebabkan masalah pendengaran dan suara berdenging di telinga.

Penyakit Meniere biasanya hanya menyerang satu telinga.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) memperkirakan, 615.000 orang di Amerika Serikat mengidap penyakit Meniere.

Sekitar 45.500 orang didiagnosis setiap tahun.

Hal ini kemungkinan besar terjadi pada orang berusia 40-an dan 50-an.

Penyakit Meniere bersifat kronis, tetapi perawatan dan perubahan gaya hidup membantu meringankan gejala.

Penyakit Meniere pertama kali diidentifikasi oleh dokter yang berasal dari Prancis pada awal 1800-an.

Dokter ini bernama Prosper Ménière.

Baca Juga: Herpes Zoster (Penyakit Dompo): Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Penyebab Penyakit Meniere

Penyakit Meniere

Foto: Penyakit Meniere (Halodoc.com)

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab penyakit Meniere tidak diketahui dengan pasti.

Gejala penyakit Meniere tampaknya menjadi hasil dari jumlah cairan (endolimfe) yang tidak normal di telinga bagian dalam.

Akan tetapi, tidak jelas penyebab hal itu terjadi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cairan, yang berkontribusi terhadap penyakit Meniere, antara lain:

  • Drainase cairan yang tidak tepat, mungkin karena penyumbatan atau kelainan anatomis
  • Respon imun abnormal
  • Infeksi virus
  • Predisposisi genetik

Karena tidak ada penyebab tunggal yang telah diidentifikasi, kemungkinan penyakit Meniere disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor tersebut.

Baca Juga: Cara Mencegah Infeksi Telinga pada Bayi

Gejala Penyakit Meniere

Gejala Penyakit Meniere

Foto: Gejala Penyakit Meniere (https://klikdokter.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit Meniere dapat ditandai dengan beberapa gejala.

Mengutip jurnal Canadian Family Physician (CFP) penyakit Meniere memiliki gejala yang khas, seperti vertigo, tuli sensorineural unilateral (SNHL), tinnitus, dan rasa penuh pada telinga.

1. Vertigo yang Berulang

Saat mengalami gejala penyakit Meniere, mungkin mengalami sensasi berputar yang dimulai dan berhenti secara spontan.

Episode vertigo terjadi tanpa peringatan dan biasanya berlangsung 20 menit hingga beberapa jam, tetapi tidak lebih dari 24 jam.

Vertigo yang parah dapat menyebabkan rasa mual.

2. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran pada penyakit Meniere bisa datang dan pergi, terutama sejak dini.

Akhirnya, kebanyakan orang mengalami gangguan pendengaran permanen.

3. Telinga Berdenging (tinnitus)

Tinnitus adalah persepsi suara dering, dengung, raungan, siulan, atau desis di telinga.

Journal of Clinical Neurology menjelaskan tinnitus adalah salah satu masalah otologi yang paling dan menyebabkan berbagai gangguan somatik serta psikologis yang mengganggu kualitas hidup.

4. Telinga Terasa Penuh

Moms yang mengalami penyakit Meniere sering mengalami tekanan pada telinga atau sensasi penuh yang dikenal dengan aural fullness.

Jika mengalami kondisi ini, Moms mungkin akan merasakan penyumbatan secara berulang.

Hal ini akan menyebabkan gangguan pendengaran dalam beberapa waktu.

Namun, jika didiamkan tanpa pengobatan, mungkin akan bersifat permanen.

Baca Juga: Sering Bisulan, Gejala Penyakit Apa Ya?

Cara Diagnosis Penyakit Meniere

Cara memeriksa penyakit meniere

Foto: Cara memeriksa penyakit meniere (https://www.healthline.com/health/ear-bleeding)

Foto: Orami Photo Stock

Jika mengalami gejala penyakit Meniere, dokter akan menyarankan tes untuk memeriksa keseimbangan dan pendengaran.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan, yaitu:

1. Tes Pendengaran

Tes pendengaran, atau audiometri, digunakan untuk menentukan apakah kamu mengalami gangguan pendengaran.

Dalam pengujian ini, kamu akan memakai headphone dan mendengar suara dari berbagai nada dan volume.

Moms juga harus menunjukkan kapan dapat dan tidak dapat mendengar nada.

Pendengaran juga akan diuji untuk menentukan apakah dapat membedakan antara suara yang serupa.

Di bagian tes ini, kamu akan mendengar kata-kata melalui headphone dan mengulangi apa yang didengar.

Hasil tes ini akan memberi tahu dokter jika memiliki masalah pendengaran di salah satu atau kedua telinga.

Masalah di telinga bagian dalam, atau dengan saraf di telinga, dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Tes elektrokokleografi (ECog) dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik di telinga bagian dalam.

Tes respons batang otak auditori (ABR) memeriksa fungsi saraf pendengaran dan pusat pendengaran di otak.

Tes-tes ini dapat memberi tahu dokter jika masalahnya disebabkan oleh telinga bagian dalam atau saraf telinga.

2. Tes Keseimbangan

Tes keseimbangan dilakukan untuk menguji fungsi telinga bagian dalam.

Orang yang menderita penyakit Meniere akan mengalami penurunan respons keseimbangan di salah satu telinganya.

Tes keseimbangan umum digunakan untuk menguji penyakit Meniere adalah electronystagmography (ENG).

Dalam tes ini, kamu akan dipasang elektroda di sekitar mata untuk mendeteksi gerakan mata.

Hal ini dilakukan karena respon keseimbangan di telinga bagian dalam menyebabkan gerakan mata.

Selama tes ini, air panas dan dingin akan didorong ke telinga.

Air menyebabkan fungsi keseimbangan bekerja.

Gerakan mata yang tidak disengaja akan dilacak.

Setiap kelainan dapat mengindikasikan adanya masalah dengan telinga bagian dalam.

Pengujian kursi putar lebih jarang digunakan.

Ini akan menunjukkan kepada dokter apakah terdapat masalah di telinga atau otak.

Tes ini digunakan sebagai tambahan pengujian ENG, sebab hasil ENG bisa salah jika mengalami kerusakan telinga atau kotoran telinga menyumbat salah satu saluran telinga.

Dalam tes ini, gerakan mata dicatat dengan cermat saat kursi bergerak.

Pengujian vestibular evoked myogenic potential (VEMP) mengukur sensitivitas suara dari ruang depan telinga bagian dalam.

Pengujian posturografi membantu menentukan bagian mana dari sistem keseimbangan yang tidak berfungsi dengan baik.

Moms akan bereaksi terhadap berbagai tantangan keseimbangan saat mengenakan sabuk pengaman dan berdiri tanpa alas kaki.

3. Pemeriksaan Lain

Masalah dengan otak, seperti multiple sclerosis (MS) atau tumor otak, dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit Meniere.

Dokter mungkin memerintahkan tes untuk mengesampingkan kondisi ini, dan kondisi lainnya.

Mereka juga dapat melakukan tes MRI kepala atau CT scan tengkorak untuk menilai kemungkinan masalah dengan otak.

Baca Juga: Kenali Microtia pada Bayi, Cacat Telinga Bawaan Lahir

Cara Menangani Penyakit Meniere

Cara mengobati penyakit meniere

Foto: Cara mengobati penyakit meniere

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit Meniere adalah kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan.

Namun, ada berbagai penanganan yang dapat mengatasi gejalanya, mulai dari pengobatan hingga operasi untuk kasus yang paling parah.

1. Konsumsi Obat

Dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu gejala penyakit Meniere.

Obat mabuk perjalanan dapat meredakan gejala vertigo, mual, dan muntah.

Jika mual dan muntah menjadi masalah, dokter mungkin akan meresepkan obat antiemetik, atau antimual.

Masalah dengan cairan di telinga bagian dalam diduga menyebabkan penyakit Meniere.

Jika ini terjadi, dokter mungkin meresepkan diuretik untuk membantu mengurangi jumlah cairan dalam tubuh.

Dokter juga dapat menyuntikkan obat ke telinga bagian dalam melalui telinga tengah untuk mengurangi gejala vertigo.

2. Terapi Fisik

Latihan rehabilitasi vestibular dapat memperbaiki gejala vertigo.

Latihan-latihan ini membantu melatih otak untuk memperhitungkan perbedaan keseimbangan antara kedua telinga.

Seorang ahli terapi fisik dapat mengajari Moms latihan-latihan ini.

3. Penggunaan Alat Bantu Dengar

Seorang audiolog dapat mengobati gangguan pendengaran, biasanya dengan memasangkan alat bantu dengar.

Baca Juga: Awas Infeksi! Ini 6 Penyebab Sakit Telinga Kiri

4. Operasi

Kebanyakan orang dengan penyakit Meniere tidak memerlukan operasi, tetapi ini adalah pilihan bagi mereka yang mengalami serangan parah dan tidak berhasil dengan perawatan lain.

Prosedur kantung endolimfatik dilakukan untuk membantu mengurangi produksi cairan dan meningkatkan drainase cairan di telinga bagian dalam.

Demikian penjelasan mengenai penyakit Meniere dan juga cara penanganannya.

Semoga bermanfaat untuk kesehatan Moms dan keluarga, ya!

  • https://www.healthline.com/health/menieres-disease#outlook
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menieres-disease/symptoms-causes/syc-20374910
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6738466/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2686891/