10 April 2020

Mengenal Tes OAE, Tes Pendengaran untuk Bayi Baru Lahir

Sudahkan anak mom di tes OAE ketika lahir?

OAE atau Otoacoustic emissions (OAE) adalah salah satu metode skrining pendengaran. OAE umum digunakan oleh rumah sakit untuk mengetahui apakah seorang bayi yang baru lahir mengalami masalah pendengaran atau tidak.

Bukan hanya newborn, anak-anak usia pra sekolah juga sebaiknya rutin untuk skrining OAE ini.

Baca Juga: Tes Pendengaran Anak, Pentingkah?

Bagaimana Tes OAE bekerja?

pendengaran bayi
Foto: pendengaran bayi

Foto: Orami Photo Stock

Tes OAE dilakukan dengan menempelkan sumbat atau earbuds ke telinga bayi. Kemudian alat OAE akan menghantarkan stimulus ke dalam telinga selama beberapa detik. Jika ada respon, pertanda pendengaran bekerja dengan baik.

Respon ini memang tak kasat mata, oleh karena itu tes ini menggunakan alat dengan yang bisa menghantarkan getaran. Getaran ini memproduksi suara yang sangat pelan, namun jika kita memiliki pendengaran yang baik getaran tersebut akan menghantarkan gema, gema inilah yang diukur oleh mesin OAE.

Tes ini juga bisa mendeteksi jika ada blokade pada bagian telinga tengah maupun telinga luar. Jika terjadi blokade pada telinga, tidak ada suara yang bisa masuk ke telinga bagian dalam. Itu artinya tidak ada getaran atau suara yang akan menggema.

Kelebihan Tes OAE:

  • Praktis dan cepat dilakukan, yakni bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 1-2 menit.
  • Tidak memerlukan respon sikap (behavioural response) dari anak
  • Sama sekali tidak sakit
  • Akurat dan real time
  • Bisa dilakukan oleh siapa saja yang sudah terlatih menggunakan alat tersebut, di mana saja dan kapan saja.

Baca Juga: Masalah Pendengaran Bayi, Apa Tanda-tandanya?

Pentingkah Tes OAE untuk Bayi?

tes pendengaran anak-3.jpg
Foto: tes pendengaran anak-3.jpg (independent.co.uk)

Foto: Orami Photo Stock

Tes OAE menjadi sangat penting untuk bayi newborn karena mampu mendeteksi masalah pendengaran sejak sangat dini. Pendengaran menjadi sangat krusial karena akan berkaitan dengan perkembangan bahasa seorang anak kelak.

Bahasa merupakan salah satu kemampuan yang krusial pada seoarang anak karena ini akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan (koginitif) dan perilaku. Dan pendengaran merupakan jantung agar perkembangan bahasa seorang anak tidak terganggu.

Tes OAE sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali saat lahir, namun secara berkala hingga anak berusia 3 tahun. Karena pada usia tersebut, perkembangan bahasa seorang anak tengah berjalan, dan pendengaran yang baik menjadi kunci.

Tes OAE harus dilakukan secara berkala karena hasil tes pendengaran anak bisa berubah sewaktu-waktu, karena hasil tes OAE adalah real time.

Jika terjadi hal-hal pada anak seperti trauma, anak mengalami sakit demam atau terjadi infeksi telinga, gangguan pedengaran rawan terjadi, oleh karena itu tes OAE sebaiknya di ulang hingga setidaknya anak berusia 3 tahun.

Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dokter akan melakukan observasi lebih lanjut sehingga kehilangan pendengaran secara permanen bisa dihindari.

Masalah pendengaran pada bayi ini tidak kasat oleh mata, sehingga kita tidak tahu apakah anak kita mengalami masalah pendengaran atau tidak, apalagi bayi yang belum mengerti benar dengan bahasa.

Baca Juga: Yuk Stimulasi Pendengaran Bayi dengan 6 Cara Mudah Ini!

Menurut Early Childhood Hearing Outreach, tes pendengaran secara berkala sangat dianjurkan karena kehilangan pendengaran pada anak bisa terjadi sewaktu-waktu yang penyebabnya bisa jadi karena sakit, trauma fisik, faktor lingkungan, atau faktor genetik.

Nah, untuk mengetahui kelainan pendengaran Si Kecil sejak dini, tidak ada salahnya untuk melakukan tes OAE secara berkala ya Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.