Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
25 Oktober 2021

Rhinitis Vasomotor: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rhinitis vasomotor dapat membuat hidung tersumbat dan pilek, tetapi penyebabnya tidak jelas
Rhinitis Vasomotor: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rhinitis tidak selalu disebabkan alergi lho, Moms. Ada jenis rhinitis lain yang terjadi ketika tidak ada penyebab spesifik dari peradangan selaput di dalam hidung, seperti rhinitis vasomotor.

Bila rhinitis alergi disebabkan alergen atau hal yang memicu reaksi alergi, rhinitis vasomotor tidak.

Sebenarnya rhinitis vasomotor tidaklah berbahaya. Namun, gejala yang ditimbulkan dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

Ingin tahu lebih lanjut tentang rhinitis vasomotor? Yuk simak pembahasan berikut ini, Moms!

Baca juga: Mengenal Sepsis, Komplikasi Infeksi Tubuh yang Dapat Mengancam Nyawa

Seperti Apa Gejala Rhinitis Vasomotor?

Pilek bisa berubah jadi flu.jpg

Foto: Pilek bisa berubah jadi flu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gejala rhinitis vasomotor bisa datang dan pergi sepanjang tahun. Kondisi ini juga bisa terjadi secara konstan atau bertahan beberapa minggu.

Gejala umum dari kondisi ini adalah:

  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Lendir di tenggorokan, atau postnasal drip

Bila rhinitis alergi memiliki gejala seperti gatal pada hidung, mata, dan tenggorokan, rhinitis vasomotor tidak.

Berbagai gejala tersebut biasanya hanya terjadi pada rhinitis yang diakibatkan oleh reaksi alergi.

Penyebab Rhinitis Vasomotor

heat stroke saat cuaca panas.jpg

Foto: heat stroke saat cuaca panas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Rhinitis vasomotor terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung melebar.

Pelebaran pembuluh darah di hidung dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan di hidung. Lendir juga bisa mengalir dari hidung.

Tidak diketahui dengan jelas apa yang menyebabkan pembuluh darah di hidung melebar. Beberapa pemicu umum yang dapat menghasilkan reaksi ini adalah:

  • Iritasi akibat paparan zat seperti parfum, bau, asap, atau asap rokok
  • Perubahan cuaca, terutama cuaca kering
  • Infeksi virus seperti yang berhubungan dengan pilek atau flu
  • Makanan atau minuman panas atau pedas
  • Obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, atau beta-blocker
  • Obat penenang, antidepresan, kontrasepsi oral, dan obat untuk disfungsi ereksi
  • Terlalu sering menggunakan semprotan dekongestan hidung
  • Perubahan hormonal yang terkait dengan kehamilan atau menstruasi
  • Hipotiroidisme

Sebuah studi pada 2006 di jurnal Current Allergy and Asthma Reports mengungkapkan bahwa sindrom eosinofilia juga bisa jadi penyebab.

Ini adalah kondisi ketika sel-sel sistem kekebalan yang disebut eosinofil berkumpul dalam jumlah besar ke area atau organ tubuh tertentu yang biasanya tidak ada.

Pada beberapa kasus, rhinitis vasomotor juga bisa terjadi akibat kondisi tertentu, seperti riwayat trauma hidung atau riwayat penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Ini diungkapkan dalam sebuah studi pada 2009 di World Allergy Organization Journal.

Beberapa ahli juga menyakini bahwa orang yang rentan terhadap perkembangan rhinitis vasomotor, mungkin memiliki sistem saraf otonom yang terlalu sensitif.

Baca juga: 11 Sayuran yang Mengandung Asam Folat, Bisa Cegah Berbagai Penyakit!

Diagnosis dan Pengobatan Medis

rhinitis vasomotor

Foto: rhinitis vasomotor

Foto: Orami Photo Stock

Mendapatkan diagnosis yang benar merupakan langkah paling penting dalam mengobati dan mengelola rhinitis vasomotor.

Sayangnya, tidak ada tes darah atau tes laboratorium lain yang dapat secara tepat mengidentifikasi kondisi ini.

Diagnosis biasanya dibuat setelah kondisi lain, khususnya rhinitis alergi, telah disingkirkan.

Dokter biasanya akan menggunakan tes darah (tes IgE) atau tes kulit untuk menyingkirkan kemungkinan alergi, tetapi tes ini saja tidak cukup untuk mendiagnosis rhinitis vasomotor.

Membuat catatan mengenai tempat, aktivitas, bau, makanan, atau kondisi lain yang tampaknya memicu gejala, mungkin bisa membantu.

Ini juga dapat membantu dalam perawatan karena setelah pemicu diidentifikasi, mereka dapat dihindari atau diminimalkan.

Baca juga: Mata Merah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Setelah diagnosis ditetapkan, pengobatan medis akan dilakukan dengan berfokus pada pengendalian gejala.

Seperti disebutkan tadi, menghindari pemicu yang menyebabkan gejala, jika dapat diidentifikasi, bisa sangat membantu.

Namun, banyak orang yang tidak tahu apa yang memicu gejala.

Kabar baiknya adalah ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengendalikan gejala-gejala tersebut, termasuk semprotan hidung yang hanya tersedia dengan resep dokter.

Bila rhinitis vasomotor diduga terjadi akibat penggunaan semprotan hidung berlebihan, menghentikan penggunaan obat ini mungkin bisa membantu.

Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat untuk meredakan gejala hidung tersumbat, atau obat steroid lain jika pengobatan ini tidak efektif.

Semprotan hidung Astelin, antihistamin topikal, dapat digunakan untuk pengobatan rhinitis vasomotor tetapi penggunaan antihistamin oral tidak dianjurkan.

Lebih jelasnya, Moms bisa bicarakan dengan dokter tentang obat mana yang terbaik, sesuai kondisi.

Perawatan Rumahan yang Bisa Dilakukan

Selain minum obat yang diresepkan dokter, Moms juga bisa melakukan beberapa perawatan rumahan untuk mengendalikan gejala, seperti:

1. Mencuci Hidung

anak mencuci hidung

Foto: anak mencuci hidung

Foto: Orami Photo Stock

Cobalah untuk mencuci hidung dengan cairan saline atau produk semprot hidung siap pakai yang dijual di apotek. Obat rumahan ini dapat membantu menjaga hidung bebas dari iritasi.

Jika digunakan setiap hari, ini adalah salah satu perawatan paling efektif untuk rhinitis non-alergi seperti rhinitis vasomotor.

Untuk mencegah infeksi, gunakan air yang disuling, steril, direbus dan didinginkan sebelumnya untuk membuat larutan saline.

Pastikan juga untuk membilas alat cuci hidung setelah setiap kali digunakan dengan air steril.

Baca juga: Ini 11 Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur, Jangan Dilewatkan!

2. Buang Lendir dari Hidung

7 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Anak

Foto: 7 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengurangi lendir yang menumpuk di hidung, cobalah untuk membuangnya dengan cara meniup hidung dengan hidung sambil menutup salah satu lubang hidung.

3. Gunakan Humidifier

humidifier-benefits-home (1).jpg

Foto: humidifier-benefits-home (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika udara di rumah atau kantor terasa kering, gunakan pelembap udara di tempat kerja atau dekat tempat tidur.

Pastikan untuk membersihkan humidifier secara teratur, agar udara tetap bersih.

4. Hirup Uap

Mandi dengan Air Hangat (healthline.com).jpg

Foto: Mandi dengan Air Hangat (healthline.com).jpg (healthline.com)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk membantu melonggarkan lendir di hidung dan meredakan hidung tersumbat, Moms bisa coba menghirup uap hangat.

Bisa dengan menghirup uap air panas di wadah, atau dengan mandi air hangat.

5. Minum air Putih yang Cukup

Minum Air Putih yang Cukup (www.india.com).jpg

Foto: Minum Air Putih yang Cukup (www.india.com).jpg (india.com)

Foto: Orami Photo Stock

Saat mengalami rhinitis vasomotor, sangat penting untuk minum air putih yang cukup agar bisa cepat pulih.

Minum air putih atau teh hangat juga bisa membantu melonggarkan lendir yang menumpuk di hidung.

Bisakah Rhinitis Vasomotor Dicegah?

masker.jpeg

Foto: masker.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Pencegahan rhinitis vasomotor mungkin sulit jika tidak tahu apa yang menyebabkan munculnya gejala. Jika Moms dapat mengidentifikasi penyebabnya, kondisi ini bisa dihindari.

Hubungi dokter jika gejala menjadi semakin parah. Dokter mungkin dapat membantu menemukan perawatan tepat yang dapat membantu.

Dokter juga dapat mendiagnosis masalah kesehatan yang mungkin memperburuk gejala. Dengan begitu, gejala dicegah, dikurangi, atau dihilangkan dengan perawatan yang tepat.

Baca juga: Ini Fungsi Bronkus dan Bronkiolus pada Sistem Pernapasan Manusia

Hindari juga penggunaan dekongestan hidung yang berlebihan seperti oxymetazoline (Afrin).

Meskipun obat-obatan ini dapat memberikan bantuan jangka pendek untuk gejala, menggunakannya selama lebih dari 3-4 hari justru dapat memperburuk gejala.

Itulah pembahasan mengenai rhinitis vasomotor yang penting untuk diketahui. Semoga penjelasannya dapat membantu ya, Moms.

Bila Moms mengalami kondisi ini, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Perawatan dengan obat bebas atau resep dapat membantu mengurangi atau menghilangkan gejala rhinitis vasomotor.

Selain itu, memperbaiki kondisi kesehatan yang mendasarinya seperti septum yang menyimpang juga dapat membantu mengurangi gejala.

Namun, lebih jelasnya, Moms bisa bicarakan dengan dokter terkait pengobatan apa yang bisa dijalani, sesuai kondisi yang dialami.

Bila kondisi ini terjadi pada Si Kecil, segera bawa ia ke dokter anak ya, Moms.

  • https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11882-006-0037-0
  • https://doi.org/10.1097/WOX.0b013e3181a9d55b
  • https://www.healthline.com/health/vasomotor-rhinitis
  • https://www.verywellhealth.com/vasomotor-rhinitis-1192031
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/diagnosis-treatment/drc-20351235