Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
28 Juli 2022

Mata Merah dan Gatal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mata merah bisa jadi tanda alergi dengan ditandai rasa gatal
Mata Merah dan Gatal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mata merah, gatal, dan belekan bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan. Kondisi ini pun bisa terjadi akibat alergi pada mata.

Pada beberapa kasus, mata merah memang tidak berbahaya.

Namun, tidak menutup kemungkinan, mata merah menjadi hal yang serius dan memerlukan perawatan medis.

Tanda mata merah yang serius adalah ketika Moms mengalami kemerahan disertai rasa sakit atau penurunan fungsi penglihatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasi mata merah di bawah ini!

Baca Juga: Tulang Hidung Bengkok: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Gejala Mata Merah

Gejala Mata Merah

Foto: Gejala Mata Merah

Foto: Mata Merah dan Berair (Orami Photo Stocks)

Mata merah dapat mempengaruhi satu atau kedua mata dan dapat berkembang seiring waktu.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini umumnya memiliki gejala umum, seperti:

  • Merah pada bagian yang berwarna putih
  • Sensasi terbakar pada mata
  • Sakit pada area mata
  • Mata menjadi buram atau kemerahan
  • Terasa ada yang mengganjal di mata
  • Kelopak mata bengkak dan berkedut

Tak menutup kemungkinan gejala mata merah lainnya juga kerap dialami, seperti mata beler dan selaput mata berair.

Mata yang merah dan gatal pun bisa terjadi hanya di sebelah kiri, kanan saja, ataupun keduanya.

Baca Juga: Kaki Bengkak setelah Melahirkan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyebab Mata Merah

red-eye-

Foto: red-eye-

Foto: Perdarahan di Mata (Orami Photo Stocks)

Umumnya, mata merah disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah kecil yang terletak di antara sklera dan konjungtiva mata.

Pembuluh darah kecil ini dapat menjadi bengkak karena faktor lingkungan atau gaya hidup. Pembengkakan juga bisa terjadi akibat masalah mata tertentu.

Beberapa kondisi lain yang juga bisa menjadi penyebab keluhan tersebut, di antaranya:

1. Iritasi Mata

Iritasi biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan jari atau barang pribadi yang terkontaminasi.

Melansir US National Library of Medicine, 80% mata merah dan gatal disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini umum ditemukan dan sering menular pada anak sekolah.

Iritasi mata sering dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas, dan menyebar melalui batuk.

Kondisi iritasi yang dapat menyebabkan pembuluh mata meradang, di antaranya:

  • Udara kering
  • Paparan sinar matahari
  • Debu
  • Reaksi alergi
  • Infeksi bakteri atau virus, seperti campak
  • Batuk

Mata beler dapat menyebabkan kondisi tertentu yang dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva.

Ketika kondisi ini terjadi, bercak darah mungkin muncul di satu mata.

Kondisinya mungkin terlihat serius. Namun, jika tidak disertai rasa sakit, biasanya akan hilang dalam 7 hingga 10 hari.

Baca Juga: Viral Telur Infertil, Ketahui Pengertian, Bahaya, Cara Membedakan dengan Telur Normal

2. Infeksi Zat Tertentu

penyebab mata merah.jpg

Foto: penyebab mata merah.jpg (Pinterest.com)

Foto: Mengucek Mata (Orami Photo Stocks)

Penyebab mata bengkak dan merah sebelah kiri atau kanan yang lebih serius adalah infeksi.

Infeksi dapat terjadi pada struktur mata yang berbeda dan biasanya menghasilkan gejala tambahan, seperti nyeri, keluarnya cairan, atau perubahan fungsi penglihatan.

Infeksi yang dapat menyebabkan penyakit di daerah mata, meliputi:

  • Radang folikel bulu mata, yang disebut blepharitis
  • Radang selaput yang melapisi mata. Kondisi ini disebut konjungtivitis atau mata merah muda
  • Bisul yang menutupi mata, atau disebut ulkus kornea
  • Radang uvea, yang disebut uveitis

Infeksi mata bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun akibat terkena paparan zat iritan yang memicu alergi.

Kondisi ini perlu segera diatasi guna mencegah infeksi ke organ tubuh lainnya.

3. Terlalu Lama di Depan Perangkat Digital

Selain penyakit, penyebab mata beler dan merah di sebelah kanan adalah karena kebiasaan buruk sehari-hari.

Selaput mata yang berair dan berlendir bisa dipicu karena adanya paparan sinar biru yang dihasilkan perangkat elektronik.

Menatap perangkat digital selama 2 jam atau lebih berturut-turut dapat menyebabkan penyakit ini.

Jika menatap perangkat digital pada malam hari, Moms mungkin akan terbangun dengan mata merah saat pagi.

Karenanya, hindari menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur guna mencegah mata beler dan merah yang bisa memicu iritasi.

4. Kurang Tidur

mata merah akibat begadang.jpg

Foto: mata merah akibat begadang.jpg

Foto: Begadang (Orami Photo Stocks)

Kurang tidur tidak hanya mencetuskan sulit konsentrasi, tetapi juga menyebabkan penyakit ini.

Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi dapat mengurangi jumlah pelumas dan oksigen di mata, sehingga menyebabkan kemerahan.

Dampak begadang di malam hari pun bisa menimbulkan gejala lain yang mengganggu kesehatan, misalnya:

  • Tubuh mudah lelah
  • Imunitas tubuh menurun
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi

Mata yang beler pun termasuk salah satu dampak keseringan begadang, yang sekaligus membuat mata merah di sebelah kanan ataupun kiri.

Baca Juga: Tak Usah Bingung, Ini Obat Tetes Mata untuk Mata Kering dan Mata Merah

5. Blepharitis

Blepharitis merupakan kondisi umum yang menyebabkan kelopak mata merah dan meradang.

Selain kelopak mata merah dan bengkak, kondisi ini juga bisa membuat mata terasa terbakar, gatal, sensitif terhadap cahaya, dan mengeluarkan air mata berlebihan.

Dilansir American Optometrics Association, blepharitis adalah gangguan mata umum yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau masalah kulit, seperti ketombe dan rosacea.

Penderitanya mungkin saja mengalami rasa gatal di bagian kulit lain akibat terkena blepharitis pada mata.

6. Mata Kering

Mata-Merah-dan-Kering-Hero (1).jpg

Foto: Mata-Merah-dan-Kering-Hero (1).jpg

Foto: Mata Kering (Orami Photo Stocks)

Air mata yang cukup dan berfungsi dengan baik dibutuhkan agar mata tetap sehat dan nyaman saat digunakan melihat.

Ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata, atau menghasilkan air mata yang tidak memiliki bagian lipid, mata akan menjadi kering.

Gejala mata kering termasuk rasa perih atau terbakar, serta keluarnya air mata secara berlebihan, dan kemungkinan keluarnya lendir.

Kondisinya mungkin menyakitkan dan menyebabkan mata merah.

Siapa pun bisa mengalami mata kering, meski kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, terutama yang telah menopause.

Seiring bertambahnya usia, wanita menghasilkan lebih sedikit bagian lipid dari air mata sehingga berisiko lebih besar untuk mengalami mata kering.

Mata kering juga bisa terjadi sebagai efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu.

7. Cedera Mata

Trauma atau cedera pada mata dapat menyebabkan mata merah di sebelah kiri ataupun kanan.

Cedera mata mengakibatkan pembuluh darah di mata melebar (terbuka) untuk memungkinkan lebih banyak darah masuk ke area yang cedera.

Pembuluh darah terbuka itulah yang menyebabkan penyakit ini.

Cedera mata dapat berupa lecet kornea (goresan pada permukaan mata), luka tusuk, dan luka bakar kimiawi.

Kondisi ini adalah kondisi darurat sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan medis dengan segera.

Baca Juga: 7 Obat Mata Minus Alami dan Medis menurut Dokter Spesialis Mata

8. Glaukoma

Apa-itu-Glaukoma-.jpg

Foto: Apa-itu-Glaukoma-.jpg

Foto: Pemeriksaan Mata (Orami Photo Stocks)

Dalam kebanyakan kasus, glaukoma muncul secara bertahap dan biasanya tidak memiliki gejala pada awalnya.

Glaukoma akut atau parah adalah kondisi yang mengancam penglihatan dan membutuhkan perhatian medis segera.

Moms mesti waspada apabila mengalami mata nyeri tiba-tiba, mata berwarna merah cerah, dan disertai dengan melihat lingkaran di sekitar cahaya, kehilangan penglihatan, serta mual.

Glaukoma biasanya disebabkan oleh penyakit diabetes melitus, tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta kelainan genetik tertentu.

9. Konsumsi Alkohol dan Kebiasaan Merokok

Konsumsi alkohol berlebihan dapat menghalangi oksigen menjadi sel darah merah.

Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menggumpal, serta membuat mata perih dan merah.

Tak jauh berbeda dengan itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit mata yang mempengaruhi penglihatan Moms.

Faktanya, asap dari pembakaran tembakau merupakan iritan yang dapat menyebabkan mata merah, kering, dan gatal.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Terkena Radiasi HP, Antara Lain Mata Kering, Mudah Lelah, Hingga Sakit Kepala

Cara Mengatasi Mata Merah

mata-sakit-saat-berkedip.jpg

Foto: mata-sakit-saat-berkedip.jpg

Foto: Mata Sakit (pinterest.com)

Pengobatan untuk mata merah dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Cara pertama adalah dengan berobat ke dokter spesialis mata sebagai cara terbaik mengatasi mata merah.

Dokter spesialis mata mungkin akan merekomendasikan dan meresepkan antibiotik, obat tetes mata khusus, atau salep.

Selain dengan perawatan di dokter, mata merah juga bisa diredakan dengan melakukan terapi rumahan berikut ini:

1. Kompres Air Hangat

Jika mata merah yang dialami disebabkan oleh kondisi medis seperti iritasi, Moms dapat mengatasi gejalanya di rumah menggunakan kompres hangat.

Pastikan suhu air yang digunakan hanya sebatas suam-suam kuku.

Moms juga harus menjaga kebersihan tangan dengan mencucinya secara berkala. Hindari pula memakai riasan atau lensa kontak, dan menyentuh mata.

Melansir Food and Drug Administration (FDA), jika kondisi bertambah parah, Moms perlu segera berobat ke dokter.

Dokter akan menanyakan gejala, kondisi kesehatan, dan masalah yang mungkin menyebabkan iritasi pada mata.

Dokter juga mungkin akan memberikan terapi menggunakan larutan khusus untuk membersihkan bahan iritan yang tersangkut di mata Moms.

2. Mengonsumsi Obat Alergi

Dosis Trifed

Foto: Dosis Trifed (https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.henryford.com%2Fblog%2F2018%2F09%2Ffrom-toddlers-to-teens-medication-safety-tips-for-parents&psig=AOvVaw0Hrhraz3bmL2tNV12J7tSW&ust=1649238248668000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjhxqFwoTCND-vbTR_PYCFQA)

Foto: Obat Alergi (Orami Photo Stocks)

Selain menghindari alergen (jika diketahui), pengobatan mata merah biasanya terdiri dari obat tetes mata yang dijual bebas.

Menggunakan tetes air mata buatan dapat membantu membersihkan alergen dari mata dan menambah kelembapan untuk meredakan mata kering dan iritasi.

Tetes mata dekongestan mengurangi kemerahan pada mata akibat alergi.

Obat tetes mata dekongestan dengan antihistamin juga akan membantu meredakan rasa gatal.

Selain itu, siklosporin yang merupakan obat anti-inflamasi adalah resep utama yang saat ini tersedia untuk mengobati mata kering.

Obat ini membantu mengurangi risiko kerusakan kornea, meningkatkan produksi air mata, dan meredakan gejala secara keseluruhan.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Buah untuk Sariawan, Aman dan Tidak Bikin Perih!

3. Menjaga Kebersihan Kelopak Mata

Cara mengobati sakit mata bisa dilakukan dengan menjaga kelopak mata tetap bersih.

Hal ini bisa Moms lakukan dengan membasahi waslap menggunakan air hangat dan menempelkannya pada kelopak mata yang tertutup selama beberapa detik.

Mengompres mata dengan air hangat dapat membantu meredakan gejala blefaritis.

Selain itu, Moms juga dapat mencelupkan kapas ke dalam campuran air dan sampo bayi untuk mencuci kelopak mata agar bersih dari kotoran.

Apabila keluhan tak membaik, Moms perlu segera berobat ke dokter spesialis mata.

Dalam beberapa kasus, dokter mata mungkin juga meresepkan antibiotik atau obat tetes mata steroid.

4. Memakai Obat Tetes Mata

obat-tetes-mata.jpg

Foto: obat-tetes-mata.jpg

Foto: Obat Tetes Mata (Orami Photo Stocks)

Basahi waslap dengan air hangat dan letakkan di atas mata dengan kelopak yang tertutup selama beberapa menit.

Hal ini dapat membantu melonggarkan lendir kering, yang menyebabkan bulu mata atau kelopak mata saling menempel.

Gunakan lap bersih setiap kali melakukan tindakan ini, agar infeksi tidak menyebar.

Jika mata merah dan belekan ada di kedua sisi, Moms mesti menggunakan waslap berbeda untuk setiap mata.

Moms juga bisa menggunakan tetes mata yang dijual bebas.

Karena penyakit ini memiliki banyak penyebab, Moms harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila keluhan tak membaik.

Moms juga perlu segera berobat ke dokter apabila mengalami gejala yang parah, apalagi jika kemerahan muncul secara tiba-tiba dan disertai penglihatan kabur.

5. Hindari Mengucek Mata

Untuk mencegah agar mata merah tidak menjadi penyakit serius, Moms bisa melakukan langkah-langkah sederhana.

Jangan menggosok area mata yang merah. Kotoran dan kuman di tangan dan jari dapat menyebabkan lebih banyak kemerahan serta iritasi.

Moms juga perlu menjaga kebersihan lensa kontak, dan jangan memakainya lebih lama dari yang disarankan.

Hapus riasan mata dengan benar, dan jaga kebersihan mata dengan saksama.

Beristirahatlah secara teratur saat melihat layar komputer untuk waktu yang lama.

Moms juga perlu menjadwalkan pemeriksaan mata di dokter, khususnya jika keluhan tak membaik setelah melakukan cara-cara di atas.

Baca Juga: Serba-Serbi Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak pada Si Kecil

Nah, itu dia Moms penjelasan tentang mata merah. Jangan selalu anggap kondisi ini sepele, ya, Moms.

Jangan sungkan pula untuk berobat ke dokter apabila Moms mengalami mata merah dengan gejala yang parah.

  • http://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4049531/
  • https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/blepharitis?sso=y
  • https://www.fda.gov/medical-devices/contact-lenses/contact-lens-solutions-and-productshttps://www.fda.gov/medical-devices/contact-lenses/contact-lens-solutions-and-products
  • https://www.healthline.com/health/eye-redness
  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17690-red-eye