18 Januari 2023

Mengenal Penyakit Peyronie pada Pria, Disfungsi Ereksi yang Cukup Langka, Apakah Berbahaya?

Peyronie bisa diobati dan disembuhkan

Banyak pria khawatir mengalami penyakit Peyronie yakni salah satu bentuk disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi adalah suatu kondisi saat pria mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi atau bahkan tidak ereksi sama sekali.

Tentu saja hal ini dapat menyebabkan masalah 'di kamar tidur' bagi pria dari segala usia. Apakah mungkin saat ini Dads sedang mengalaminya?

Yuk, lebih baik baca dulu mengenai penyakit Peyronie sebelum berkonsultasi dengan dokter!

Mengenal Penyakit Peyronie

Mengenal Penyakit Peyronie
Foto: Mengenal Penyakit Peyronie (medlife.com)

Penyakit Peyronie adalah suatu kondisi saat jaringan parut menyebabkan penis melengkung atau kehilangan panjang atau ketebalannya.

Dikutip dari laman University of Utah, sekitar 13 persen pria mungkin memiliki kondisi tersebut, tetapi angka itu bisa jauh lebih tinggi karena kebanyakan pria tidak membicarakannya.

Penyakit Peyronie adalah kondisi yang sangat bisa disembuhkan, tetapi pasien jelas perlu mendapatkan penanganan dokter.

Dr. Alex Pastuszak, Ahli Urologi dan Spesialis Penyakit Peyronie, asal Amerika Serikat mengatakan bahwa pria harus mengetahui bahwa Peyronie bisa disembuhkan.

Hal tersebut akan membuat pria berani untuk mengatakan penyakitnya karena Peyronie ternyata bisa diobati dan ada banyak pria lain yang mengalaminya.

"Mereka seharusnya tidak malu ketika mengetahui penyakit tersebut karena banyak dari kami yang benar-benar bisa mengobatinya," ujarnya dalan wawancara dengan University of Utah.

Dalam beberapa kasus, penyakit Peyronie juga dapat menyebabkan rasa sakit dan menghalangi pria untuk berhubungan seks.

Hal ini bahkan seringkali menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan.

"Perlu diketahui bahwa 50 persen pria dengan penyakit Peyronie sebenarnya dapat mengalami depresi klinis

Jadi, ini bukan hanya rasa malu, tetapi ada banyak masalah psikologis yang mungkin timbul jika seseorang melihat penisnya tidak normal," lanjutnya.

Baca Juga: Waspada, Ini Penyebab Pria Disfungsi Ereksi di Malam Pengantin

Penyebab Penyakit Peyronie

Penyebab Penyakit Peyronie
Foto: Penyebab Penyakit Peyronie (parkwayeast.com)

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab penyakit Peyronie pada sebagian pria masih tidak diketahui.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat berkembang setelah trauma pada penis, seperti misalnya akibat terkena pukulan.

Hal ini dapat menyebabkan pendarahan dan penumpukan jaringan parut selanjutnya.

Meskipun cedera dapat menjadi penyebab, National Kidney and Urologic Diseases Clearinghouse (NKUDC) mencatat bahwa seringkali kondisi tersebut muncul tanpa peristiwa traumatis.

Faktor genetika dan usia tampaknya berperan dalam penyakit Peyronie. Perubahan jaringan menyebabkan lebih mudah cedera dan penyembuhan lebih lambat seiring bertambahnya usia pria.

Ini menempatkan mereka pada risiko lebih besar untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Pria dengan kelainan jaringan ikat yang disebut kontraktur Dupuytren memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit Peyronie.

Kontraktur Dupuytren adalah penebalan di tangan yang membuat jari tertarik ke dalam.

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

Gejala Penyakit Peyronie

Gejala Penyakit Peyronie
Foto: Gejala Penyakit Peyronie (Freepik.com/jcomp)

Tanda dan gejala penyakit Peyronie mungkin muncul tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Tanda dan gejala yang paling umum meliputi:

1. Jaringan Parut

Jaringan parut yang terkait dengan penyakit Peyronie disebut plak, tetapi berbeda dari plak yang dapat menumpuk di pembuluh darah.

Plak pada Peyronie dapat dirasakan di bawah kulit penis sebagai gumpalan pipih atau pita jaringan keras.

2. Lekukan Signifikan Pada Penis

Ketika menderita penyakit Peyronie, penis pria mungkin melengkung ke atas atau ke bawah atau menekuk ke satu sisi.

3. Masalah Ereksi

Penyakit Peyronie dapat menyebabkan masalah dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).

Namun, seringkali pria melaporkan adanya gejala berupa disfungsi ereksi sebelum dimulainya gejala penyakit Peyronie.

Baca Juga: Kenali Pemicu Disfungsi Ereksi yang Bisa Bikin Susah Hamil

4. Pemendekan Penis

Penis pria mungkin menjadi lebih pendek akibat penyakit Peyronie.

5. Rasa Sakit

Pria mungkin mengalami nyeri penis, dengan atau tanpa ereksi.

6. Kelainan Bentuk Penis Lainnya

Pada beberapa pria dengan penyakit Peyronie, penis yang ereksi mungkin mengalami penyempitan, lekukan atau bahkan penampilan seperti jam pasir, dengan pita ketat dan sempit di sekitar batangnya.

Kelengkungan dan pemendekan penis yang terkait dengan penyakit Peyronie mungkin akan memburuk secara bertahap.

Namun, pada titik tertentu, kondisinya biasanya stabil setelah 3 hingga 12 bulan atau lebih.

Selain itu, nyeri selama ereksi biasanya membaik dalam satu hingga dua tahun, tetapi jaringan parut, pemendekan dan kelengkungan penis sering kali tetap ada.

Pada beberapa pria, baik kelengkungan dan nyeri yang terkait dengan penyakit Peyronie, biasanya akan membaik tanpa pengobatan.

Pria juga perlu tahu bahwa ada perawatan bedah dan non-bedah yang dapat mengelola penyakit Peyronie ini dan tidak membahayakan seluruh tubuh.

Penyakit Peyronie tidak bersifat kanker dan tidak akan memengaruhi kesuburan.

Diagnosis Penyakit Peyronie

Diagnosis Penyakit Peyronie
Foto: Diagnosis Penyakit Peyronie (Orami Photo Stock)

Pria yang melihat tanda dan gejala penyakit peyronie, harus pergi menemui dokter umum.

Perawatan dini memberi pria kesempatan terbaik untuk memperbaiki kondisi penisnya atau mencegahnya menjadi lebih buruk.

Dr. Pastuszak mengatakan waktu terbaik bagi pria untuk mencari pengobatan adalah ketika kelengkungan penis tidak sedang memburuk karena itulah yang dianggap sebagai fase stabil.

"Dan perawatan penyakit ini bisa memakan waktu mulai dari 6 hingga 18 bulan, setidaknya berdasarkan penelitian yang kami miliki saat ini. 

Jadi, Anda tahu, jika Anda dirawat saat Anda stabil, itu adalah hal yang bagus.

Ada lebih banyak risiko yang Anda ambil jika Anda dirawat saat berada dalam apa yang kami sebut fase aktif atau berkembang," katanya.

Pemeriksaan fisik membantu dokter menentukan apakah seorang pasien benar memiliki kondisi tersebut atau tidak.

Pemeriksaan awal yang dilakukan dokter mungkin melibatkan pengukuran awal penis pasien.

Dengan mengukur penis, dokter dapat mengidentifikasi lokasi dan jumlah jaringan parut.

Ini juga membantu menentukan apakah penis pasien telah memendek atau tidak.

Dokter mungkin juga menyarankan USG atau sinar-X untuk mengungkap keberadaan jaringan parut, dan dia mungkin merujuk pasien ke ahli urologi.

Baca Juga: Terapi Pijat Untuk Meningkatkan Kesuburan

Perawatan untuk Penyakit Peyronie

Perawatan untuk Penyakit Peyronie
Foto: Perawatan untuk Penyakit Peyronie (Orami Photo Stocks)

Tidak ada obat untuk penyakit Peyronie, tetapi penyakit ini dapat diobati dan bisa hilang dengan sendirinya.

Meskipun pasien mungkin tergoda untuk segera meminta obat, banyak dokter lebih memilih pendekatan "menunggu dengan waspada" jika gejala penyakit Peyronie memang tampak tidak parah.

1. Pengobatan

Dokter mungkin merekomendasikan obat-obatan atau sering kali obat yang disuntikkan ke penis, atau bahkan operasi jika memang pasien merasakan sakit luar biasa atau penis semakin bengkok seiring waktu.

Dikutip dari Healthline, hanya satu obat yaitu clostridium hystolyticum (Xiaflex) yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati kondisi tersebut.

Obat ini untuk digunakan pada pria yang penisnya melengkung lebih dari 30 derajat selama ereksi. Tidak hanya itu, perawatan ini melibatkan serangkaian suntikan penis yang memecah penumpukan kolagen.

Dua jenis obat lain yang mungkin diresepkan oleh dokter yaitu verapamil oral (biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi) dan suntikan interferon (membantu memecah jaringan fibrosa).

Baca Juga: Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik?

2. Treatment Non-Surgical

Iontophoresis adalah teknik yang menggunakan arus listrik lemah untuk mengantarkan obat melalui kulit. Teknologi ini merupakan pilihan lain dalam pengobatan untuk penyakit Peyronie.

Perawatan tanpa obat juga sedang diselidiki, seperti terapi gelombang kejut untuk memecah jaringan parut, terapi traksi penis untuk meregangkan penis, serta terapi dengan perangkat vakum.

Selama enam minggu setelah perawatan, pasien harus melakukan dua aktivitas:

  • Regangkan penis saat tidak ereksi, tiga kali sehari selama 30 detik per peregangan
  • Meluruskan penis saat mengalami ereksi spontan yang tidak berhubungan dengan aktivitas seksual selama 30 detik, sekali sehari

3. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko disfungsi ereksi terkait penyakit Peyronie.

Perubahan ini termasuk berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, menghentikan penggunaan obat-obatan terlarang, dan berolahraga secara teratur.

4. Operasi

Pembedahan adalah tindakan terakhir dalam kasus kelainan bentuk penis yang parah.

Menurut NKUDC, pasien setidaknya harus menunggu selama satu tahun sebelum beralih ke operasi ketika mengalami penyakit Peyronie.

Dr. Pastuszak mengatakan bahwa terdapat banyak pilihan operasi atau pembedahan bagi penderita Peyronie.

Untuk itu, hal ini mungkin paling baik didiskusikan dengan ahli urologi, terutama ahli urologi yang telah sering melakukan proses ini karena pembedahannya bisa menjadi agak rumit.

"Dan pilihan yang tepat harus benar-benar diskusi yang intim antara Anda dan ahli urologi Anda. Tapi percayalah bahwa ini sangat efektif dan Anda bisa tidak akan mengalami hal sulit di dalam ruang operasi itu," ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya yang lebih penting dalam penanganan penyakit Peyronie ini adalah pengambilan keputusan bersama antara dokter dan pasien.

Dokter juga perlu berbicara dengan pasien dan mencari tahu seberapa besar dan cepat mereka menginginkan perawatan.

Dari proses ini, dokter akan tahu berapa besar waktu yang disediakan oleh pasien untuk perawatan dan seberapa agresif keingan mereka untuk menghentikan masalah ini.

"Saya akan mendorong mereka atau pasien untuk datang, setidaknya berdiskusi karena dengan cara itu pasien bisa tahu apa buktinya, detail permasalahan dan membuat keputusan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan," jelasnya.

Baca Juga: 6 Makanan yang Menyembuhkan Disfungsi Ereksi

Pengobatan Alami Penyakit Peyronie

Pengobatan Alami Penyakit Peyronie
Foto: Pengobatan Alami Penyakit Peyronie (Orami Photo Stock)

Sebagian besar pengobatan alami untuk penyakit Peyronie tidak dipelajari dengan baik dan hanya berdasarkan bukti pengalaman pihak lain.

Namun, sebuah studi tahun 2001 yang diterbitkan di BJU International menyimpulkan bahwa asetil-l-karnitin secara signifikan lebih efektif dan aman.

Daripada tamoxifen dalam mengobati penyakit Peyronie akut dan kronis di masa awal. Sayangnya, tidak ada studi lanjutan yang diterbitkan tentang penelitian ini.

Hasil studi 2010 yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research menemukan bahwa suplemen koenzim Q10 juga dapat meningkatkan fungsi ereksi.

Baca Juga: Apa Itu Disfungsi Seksual dan Gejalanya?

Suplemen ini bahkan mampu mengurangi kelengkungan penis pada pasien dengan penyakit Peyronie kronis tahap awal. Namun, studi lain masih dibutuhkan untui memperkuat penelitian tersebut.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Reviews in Urology, vitamin E telah dipelajari secara ekstensif untuk mengobati penyakit Peyronie.

Sayangnya, studi terbaru menunjukkan tidak ada perbaikan pada pasien yang diobati dengan vitamin E, karena itu semua hanya efek plasebo.

Pentingnya Dukungan selama Pengobatan Penyakit Peyronie

Pentingnya Dukungan selama Pengobatan Penyakit Peyronie
Foto: Pentingnya Dukungan selama Pengobatan Penyakit Peyronie (Orami Photo Stock)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit Peyronie dapat menjadi sumber kecemasan yang signifikan dan membuat stres Dads dan istri.

Nah, berikut beberapa tips untuk mengatasi penyakit Peyronie:

  • Jelaskan kepada pasangan apa itu penyakit Peyronie dan bagaimana hal itu memengaruhi kemampuan Dads untuk berhubungan seks.
  • Biarkan pasangan tahu bagaimana perasaan Dads tentang penampilan penis dan kemampuan Dads selama berhubungan seks.
  • Bicaralah dengan pasangan tentang bagaimana kalian berdua dapat menjaga keintiman seksual dan fisik.
  • Bicaralah dengan penyedia kesehatan mental yang berspesialisasi dalam hubungan keluarga dan masalah seksual untuk mengatasi rasa stres dan depresi yang dialami.

Cara Mencegah Penyakit Peyronie

Cara Mencegah Penyakit Peyronie
Foto: Cara Mencegah Penyakit Peyronie (Orami Photo Stocks)

Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit peyronie?

Seiring bertambahnya usia pria, ereksi mereka mungkin kurang kaku (keras), atau mungkin ada kesulitan dalam mempertahankan kekencangan.

Ereksi yang kurang kaku dapat terluka karena dorongan yang teratur selama hubungan seksual dapat menyebabkan penis menekuk dan menyebabkan rasa sakit.

Untuk menghindari cedera jenis ini, ada beberapa hal yang bisa Dads dan Moms lakukan seperti dirangkum dari Cleveland Clinic:

  • Penyedia layanan kesehatan Dads mungkin meresepkan obat oral (Viagra, Levitra, Cialis) jika memiliki disfungsi ereksi dan hubungan seksual sulit atau tidak mungkin. Langkah pertama dalam menghindari cedera penis adalah mulai menggunakan salah satu agen ini segera setelah ereksi mulai menjadi kurang kaku.
  • Dads harus memastikan untuk menggunakan pelumasan yang memadai selama aktivitas seksual. Jika tidak ada cukup pelumasan alami, gunakan pelumas yang dijual bebas.
  • Jika penis terlepas selama hubungan seksual, Dads atau Moms harus menggunakan tangan untuk membimbing masuk kembali.
  • Hubungan seksual dengan pasangan di atas harus dilakukan dengan hati-hati karena posisi ini dapat meningkatkan kemungkinan penis bengkok.
  • Terlepas dari posisinya, gerakan menyodorkan pria selama hubungan seksual umumnya harus lurus ke dalam dan ke luar. Dia harus menghindari gerakan yang mungkin menekuk atau memutar penis.

Baca Juga: 15 Cara Membesarkan Penis, Yuk Dicoba Dads!

Banyak pria masih terkena penyakit Peyronie bahkan tanpa aktivitas seksual.

Jika penyakit Peyronie Dads disebabkan oleh genetika atau kondisi seperti gangguan autoimun, mungkin Dads tidak bisa mencegahnya.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms dan Dads ketahui tentang penyakit peyronie. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.