27 September 2017

2 Dampak Buruk Jika Anak Sering Pakai Sepatu Berhak Tinggi

Sepatu anak berhak tinggi mungkin terlihat lucu ketika digunakan Si Kecil. Tapi, tahukah Mama apa saja dampak buruknya bagi mereka?

Umumnya sepatu anak didesain dengan bentuk yang lucu, bergambar dengan warna dan aksesori yang disesuaikan dengan usia anak.

Namun, perkembangan tren fashion juga ikut memengaruhi gaya busana anak-anak. Tak hanya pakaian, kini model sepatu anak pun tampak lebih ‘dewasa’ dibanding usia mereka. Sering kita temukan, kan, Ma sandal atau sepatu anak yang didesain berhak tinggi seperti untuk perempuan dewasa?

Meski ada yang menganggapnya lucu ketika dikenakan anak, tapi sebenarnya sepatu berhak tinggi tersebut berdampak buruk bagi fisik dan psikologis mereka, lo.

Agar lebih memahaminya, berikut dampak buruk yang bisa dialami jika anak Mama sering pakai sepatu berhak tinggi:

1. Cedera Otot

Menggunakan sepatu berhak tinggi akan memberikan tekanan lebih pada tumit penggunanya sehingga meningkatkan risiko osteoarthritis di kemudian hari.

Selain itu, sepatu berhak tinggi juga akan mengubah posisi otot dan urat telapak kaki. Pergelangan kaki juga akan menegang jika menggunakan sepatu berhak tinggi dibandingkan dengan sepatu hak datar (flat shoes).

Itu sebabnya sepatu berhak tinggi akan merusak pertumbuhan tulang penggunanya terutama untuk anak-anak. Jika Si Kecil harus menggunakan sepatu berhak tinggi, sebaiknya hanya untuk menghadiri acara tertentu saja, ya, Ma agar risiko kerusakan otot dan urat telapaknya bisa diminimalisir. Jangan lupa, pilih sepatu anak dengan hak maksimal setinggi 2 cm agar ia tidak terlalu lelah ketika menggunakannya.

2. Dewasa Sebelum Waktunya

Sementara dari sisi psikologis, anak-anak yang sudah mulai terbiasa atau sering menggunakan sepatu berhak agar terlihat lebih tinggi pun menjadi kurang percaya diri jika tidak memakainya.

Selain itu, sepatu anak dengan hak tinggi akan menghilangkan sisi lucu dari Si Kecil karena ia justru terlihat ‘tua’.

Itu sebabnya penting untuk memilih sepatu anak sesuai usianya. Sebab terkadang, anak-anak tak mengerti mengapa mereka harus menggunakan sepatu berhak tinggi. Mereka juga tidak butuh untuk terlihat lebih tinggi, justru orang dewasalah yang ‘memaksa’ agar anak terlihat tinggi.

Si Kecil tidak seharusnya menarik perhatian orang lain karena sepatu hak tingginya. Masalah lainnya, ia akan menjadi dewasa sebelum waktunya secara perilaku dan psikologi karena mereka malah ingin selalu terlihat seperti seorang perempuan dewasa, bukan gadis kecil. Sepatu berhak tinggi ini juga terbukti membuat anak-anak kecanduan sehingga mereka tidak mau menggunakan sepatu anak dengan bentuk yang lucu pada umumnya.

Melihat fenomena ini, sebagai orang tua, Mama tentu tidak ingin melihat Si Kecil terkena dampak buruk dari segi fisik dan psikologis bukan?

Biarkan mereka bisa bergerak bebas tanpa terhambat model sepatu atau sandal berhak tinggi. Selagi mereka berada dalam masa pertumbuhan, berikan sepatu yang sesuai untuk anak baik dari segi model maupun kualitas bahannya, ya Ma. Selain makin menggemaskan, sepatu tersebut pun membuat anak berkegiatan dengan nyaman.

Nah, apakah Mama juga termasuk yang pernah punya pengalaman buruk dari efek buruk pemakaian sepatu anak berhak tinggi ini?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.