Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Apr 21, 2018

4 Pelajaran Penting dari Sosok Kartini yang Bisa Moms Terapkan Pada Si Kecil

Bagikan


Siapa yang tak kenal dengan Kartini? Kartini merupakan pahlawan nasional Indonesia yang dikenal akan perjuangannya untuk pendidikan perempuan di Tanah Air. Wanita kelahiran 21 April 1879 ini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama berkaitan dengan hak-hak perempuan.

Sifat Kartini yang berani, selalu ingin tahu, dan mandiri dapat menjadi pedoman bagi anak-anak kita. Berikut 4 pelajaran penting dari sosok Kartini yang bisa Moms terapkan pada Si Kecil!

Terus belajar dan banyak membaca

Akibat ia tidak diperbolehkan keluar rumah sejak memasuki usia 12 tahun, Kartini yang merasa sedih pun mengisi rasa sepinya dengan membaca. Mulai dari sini, Kartini menemukan hobi baru, yakni membaca. Ia tidak pernah melewatkan sehari pun untuk membaca, baik novel, biografi, juga koran.

Kartini menguasai bahasa Belanda karena ketika kecil ia pernah belajar di ELS (Europese Lagere School). Ia mempertajam kemampuan tersebut dengan membaca bacaan-bacaan berbahasa Belanda dan berlatih mengirim surat kepada temannya di Belanda. Beberapa kali tulisan Kartini juga dimuat di surat kabar Belanda.

Meski ia tidak menempuh sekolah formal, Kartini selalu memiliki semangat untuk belajar secara otodidak. Ketika ia tidak mengerti bagian yang sulit dalam sebuah buku, ia juga tidak sungkan untuk bertanya kepada sang ayah.

Baca juga: 5 Kebiasaan Baik yang Harus Ditanamkan ke Anak Perempuan

Mementingkan kesetaraan gender

Dari buku-buku dan surat kabar Belanda yang ia baca, Kartini kagum akan kemandirian wanita di Belanda. Karena pada masa itu, wanita di Indonesia memiliki derajat yang rendah dan hanya boleh menjadi ibu rumah tangga, serta tidak memiliki pendidikan yang tinggi. Kartini jadi semakin yakin bahwa wanita berhak mendapatkan hak yang sama dengan pria, terutama di bidang pendidikan.

Setelah ia menikah, Kartini pun semakin berambisi untuk meningkatkan pendidikan wanita-wanita di Indonesia. Ia mendirikan sekolah khusus perempuan di daerah rumahnya, Rembang. Akibat kegigihannya, Kartini berhasil mendirikan beberapa sekolah perempuan di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan lainnya. Sekolah ini diberi nama Sekolah Kartini.

Baca juga: Mendidik Anak Perempuan Agar Lebih Kritis

Berani Mengutarakan Pendapat

Meski dibesarkan di tengah keluarga dan budaya yang dominan laki-laki, Kartini tetap berani mengutarkan pendapat dan keinginannya. Kartini juga sangat kritis tentang ketimpangan yang terjadi pada kaum wanita dan pria pada saat itu.

Ketika ia menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat, Kartini tidak ragu mengatakan kalau ia ingin menjadi seorang pengajar dan membuat sekolah untuk perempuan juga masyarakat yang tidak mampu. Karena Kartini dengan lugas dan tanpa ragu mengutarakan pikirannya, suaminya pun tak ragu untuk mendukung Kartini sepenuhnya. 

Ia  juga merupakan pribadi yang tidak mudah menyerah dan sangat gigih. Saat ia memulai perjuangannya untuk membangun sekolah, banyak orang yang mencibir dan tidak mendukungnya, namun ia terus melanjutkan usahanya dengan pikiran positif, tanpa menghiraukan orang-orang yang ingin menjatuhkannya. 

Dekat dengan saudara-saudaranya

Kartini memiliki 10 orang saudara, baik saudara tiri maupun kandung. Ia sangat dekat dengan tiga adiknya, Kardinah, Roekmini, dan Kartinah. Kartini juga lah yang mengajak adik-adiknya untuk mempertajam kecerdasan mereka dengan banyak membaca.

Kartini juga dekat dengan salah satu kakak laki-lakinya, Drs. R.M.P Sosrokartono alias Kartono. Kartono merupakan kakak Kartini yang tingkat pendidikannya paling tinggi, ia juga wartawan perang pertama di Indonesia yang meliput Perang Dunia I. Kartono sering mengirimkan buku dan surat kabar untuk Kartini, sosok Kartono adalah salah satu orang yang menginspirasi Kartini untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Tidak hanya dengan saudaranya, sebagai seorang guru Kartini juga sangat menyayangi murid-muridnya. Pada salah satu suratnya, Kartini mengatakan kalau ia akan selalu mengasihi anak-anak didiknya. Sifat penyayang Kartini ini lah yang membuatnya banyak dicintai oleh orang-orang di sekitarnya.

Kartini memang cocok menjadi teladan bagi anak-anak Indonesia, terutama sebagai idola untuk anak perempuan Moms.

(INT)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.