31 Mei 2022

Serba-serbi Alat Musik Kecapi: Mulai dari Sejarah, Jenis, hingga Cara Memainkannya

Alat musik kecapi ada berbagai jenis, lho Moms!

Jika berbicara alat musik kecapi, salah satu yang Moms pikirkan adalah daerah Jawa Barat yang menjadi asal mula alat musik ini.

Namun, ternyata faktanya alat musik ini bukanlah asli dari Jawa Barat, melainkan dari negeri China.

Pada zaman dahulu alat musik ini dibawa oleh pendatang dari China dan kemudian diperkenalkan ke penduduk pribumi di Nusantara.

Oleh karena itu, selain terkenal di Jawa Barat kecapi juga sebenarnya cukup dikenal di tanah Betawi.

Di China, alat musik ini disebut juga dengan "Ghuzeng" yang umumnya digunakan untuk mengiringi musik dengan alunan yang lembut serta mendayu.

Mengutip Ensiklopedia Jakarta, sejarah alat musik kecapi juga merujuk pada tanaman sentul, yakni tanaman yang kayunya diyakini digunakan untuk membuat alat musik ini.

Di tanah Sunda, kecapi dijadikan alat musik utama dalam tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kecapi suling.

Dalam perkembangannya kini, kecapi tidak hanya mengiringi musik tradisional Sunda, tetapi juga untuk mengiringi lagu-lagu non Sunda seperti pop, dangdut dan sebagainya.

Baca Juga: Berbagai Jenis Alat Musik Petik yang Bisa Moms Coba Ajarkan pada Si Kecil

Sejarah Alat Musik Kecapi

sejarah Alat Musik Kecapi
Foto: sejarah Alat Musik Kecapi

Moms bisa menemukan alat musik kecapi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Indonesia Timur hingga Barat.

Namun, setiap daerah pasti memiliki latar belakang dan sejarah mengenai alat musik kecapi yang berneda-beda.

Seperti halnya menurut masyarakat Bugis, alat musik kecapi dibawa oleh pelaut yang berlayar selama berhari-hari di lautan.

Pelaut tersebut juga meninggalkan gadis pujaannya di wilayah pesisir Bugis. Saat badai datang, pelaut tak sengaja mengikat talinya ke kayu dan menciptakan sebuah nada.

Kemudian, pelaut tersebut pun mulai membuat alat musik tersebut dan membawanya ke daratan.

Sesampainya ia di Bugis, masyarakat pun sangat mengapresiasi alat musik yang baru saja diciptakan tersebut dan masyarakat Bugis pun mulai membuatnya sendiri.

Sementara ada juga yang meyakini bahwa alat musik ini berasal dari tanah Pasundan.

Alat musik ini ditemukan dan diproduksi di wilayah Sunda dan mereka meyakini juga bahwa alat musik kecapi banyak memberi pengaruh pada perkembangan musik asli Indonesia hingga sekarang.

Namun, tidak pernah disebutkan bagaimana detail dari penemuan alat musik tersebut oleh suku Sunda.

Meksi banyak versi sejarahnya, namun alat musik kecapi sudah dikenal hingga ke seluruh negeri sebagai alat musik tradisional milik bangsa Indonesia.

Kini, Moms dan generasi selanjutnya harus melestarikan alat musik ini sebagai warisan kebudayaan Nusantara.

Baca Juga: Cari Tahu di Sini Asal-usul 7 Tarian Tradisional Jawa Barat

Jenis-jenis Alat Musik Kecapi

Di Indonesia, alat musik kecapi memiliki beberapa jenis. Berikut jenis-jenisnya:

1. Kecapi Indung

alat musik kecapi indung
Foto: alat musik kecapi indung

Kecapi Indung ini berasal dari kata “induk” atau “ibu” dan disebut demikian karena ia memiliki ukuran yang besar.

Saat dimainkan, fungsi kecapi indung adalah untuk memimpin iringan musik yang memiliki tempo sedang.

Di beberapa daerah, kecapi indung juga kerap disebut kecapi gelung, kecapi pantun, kecapi tembang, atau kecapi perahu.

2. Kecapi Rincik

Alat Musik kecapi rincik
Foto: Alat Musik kecapi rincik

Jenis alat musik kecapi lainnya adalah kecapi rincik yang berarti kecil. Ini karena kecapi rincik umumnya hadir bersama dengan kecapi indung.

Selain itu, disebut rincik juga karena suaranya mirip dengan gemericik hujan. Kecapi jenis ini umumnya digunakan sebagai pengiring dari alat musik lain.

3. Kecapi Perahu

Alat Musik kecapi perahu
Foto: Alat Musik kecapi perahu

Bentuk kecapi ini menyerupai sampan dengan dua ujung yang melengkung.

Untuk pembuatannya, kayu perlu direndam selama kurang lebih tiga bulan sebelum ia bisa dibentuk menjadi alat musik kecapi.

4. Kecapi Siter

Alat Musik Kecapi Siter
Foto: Alat Musik Kecapi Siter

Jenis alat musik kecapi ini memiliki bentuk yang lebih sederhana dibandingkan dengan jenis kecapi lainnya. Kecapi siter memiliki permukaan lurus datar dengan sedikit melengkung.

Meski begitu, cara memainkannya masih sama dengan jenis kecapi lainnya.

5. Kecapi Kalimantan

Alat Musik Kecapi Kalimantan
Foto: Alat Musik Kecapi Kalimantan

Tak hanya di tanah Sunda, ada juga kecapi Kalimantan yang memiliki bentuk yang sangat berbeda dari kecapi pada umumnya. Cara memainkannya pun juga terbilang unik.

Selain itu, pada bagian ujungnya, terdapat bentuk burung enggang, yaitu burung khas dari Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Sejarah Rumah Apung, Rumah Tradisional yang Terancam Punah

Bagaimana Cara Memainkan Alat Musik Kecapi?

Bagaimana Cara Memainkan Alat Musik Kecapi?
Foto: Bagaimana Cara Memainkan Alat Musik Kecapi?

Foto: Orami Photo Stock

Pada umumnya, alat musik kecapi dimainkan dengan cara dipetik. Namun, ada beberapa teknik untuk memainkannya, yaitu:

1. Sinteruk-toel

Cara memainkan kecapi yang pertama dikenal dengan teknik Sinteruk-toel. Ini adalah teknik menggunakan dua jari secara bersamaan.

Dua jari yang digunakan ini adalah telunjuk kanan dan telunjuk kiri dan posisi telunjuk tangan melipat ke dalam, lalu ujung kuku menyentuh senar dengan gerakan menjentik.

Telunjuk kiri juga harus sedikit melengkung ke bawah dengan ujung kuku menyentuh bagian senar.

Dalam teknik ini, ada gerakan searah dalam nada gembyang atau kempyung. Ada juga yang berlawanan dengan nada yang berlainan, seperti bersautan antara telunjuk kanan dan juga kiri.

Namun, nada-nada tersebut tetap berfungsi menghasilkan melodi yang indah.

Teknik ini juga digunakan sebagai pengiring musik yang butuh nada rumit sehingga satu jari bisa digunakan untuk menghasilkan melodi dan satu jari lainnya untuk menghasilkan musik bass.

2. Dijambret

Teknik dijambret ini adalah cara bermain kecapi yang membutuhkan lebih banyak jari tangan. Mereka yang memainkannya bisa menghasilkan tiga nada sekaligus secara bersamaan.

Petikan kecapi akan dihasilkan dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Jari-jari lainnya juga bisa digunakan untuk melengkapi nada lain yang tiba-tiba ingin dihasilkan.

3. Dijeungkalan

Cara memainkan alat musik kecapi selanjutnya adalah dengan teknik dijeungkalan, yang merupakan teknik yang mirip dengan dijambret yang bisa menghasilkan tiga nada dalam satu waktu.

Namun bedanya, posisi badan dari pemain kecapi ini akan sedikit condong ke depan. Lalu, jemari tangan kanan memainkan tiga senar sekaligus.

Jari-jemari tangan kiri juga akan berperan untuk menghasilkan nada bebas yang bisa mengiringi dari nada utamanya.

Karena teknik ini terbilang rumit, maka butuh latihan ekstra untuk bisa menguasainya.

Baca Juga: 15+ Alat Musik Ritmis Terpopuler, Lengkap dengan Penjelasan!

Setelah mengetahui sejarah alat musik kecapi, jenis-jenisnya, serta cara memainkannya, semoga Moms bisa ceritakan pada Si Kecil, ya!

Agar dia semakin kaya pengetahuannya tentang alat musik.

  • http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/kecapi--seni-musik?lang=id

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.