21 Maret 2024

38 Alat Musik Tradisional Indonesia dari Semua Provinsi

Indonesia kaya dengan budaya dan keragaman alat musiknya

Indonesia memiliki banyak suku dengan masing-masingnya mempunyai kebudayaan dan ciri khas seperti tarian tradisional, musik, dan tentunya alat musik tradisional Indonesia.

Dilansir dari buku Seni Musik Tradisi Nusantara karya Ketut Wisnawa, musik tradisional merupakan jenis musik yang lahir dan berkembang dari budaya daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun.

Dengan kata lain, musik tradisional merupakan musik asli daerah yang tumbuh karena pengaruh adat istiadat, kepercayaan dan agama, sehingga musik daerah memiliki ciri khas masing-masing.

Karakteristik yang khas dari musik daerah tentu sangat dipengaruhi oleh alat musik tradisionalnya.

Karena keberagaman dan keunikannya, bahkan beberapa alat musik tradisional Indonesia sudah terkenal hingga mancanegara.

Tertarik mengenal beragam alat musik tradisional Indonesia?

Simak penjelasannya berikut ini yuk, Moms!

Baca Juga: Mengenal Martumpol dalam Budaya Batak, Sama dengan Tunangan?

Daftar Alat Musik Tradisional dari Berbagai Provinsi

Nah, untuk lebih mengenal budaya Indonesia yang beragam, Moms bisa mengetahui apa saja daftar alat musik tradisional dan seperti apa cara memainkannya.

Yuk, simak lebih lanjut berikut ini, Moms.

1. Alat Musik Tradisional Provinsi Aceh

Serune Kale (sahabatnesia.com)
Foto: Serune Kale (sahabatnesia.com)

Alat musik tradisional dari Aceh adalah serune kale. Serune kale sangat populer di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat.

Alat musik ini kerap kali dimainkan bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tari-tarian atau penyambutan tamu kehormatan.

Bahan dasar sarune kale ini berupa kayu, kuningan dan tembaga.

Bentuk alat musiknya hampir menyerupai seruling bambu. Fungsinya sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.

Selain alat musik tersebut, terdapat beberapa jenis alat musik lainnya yang bisa ditemukan di Aceh, yakni:

  • Canang kayu
  • Celempong
  • Geundrang
  • Bereguh
  • Arbab
  • Bangsi alas

2. Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, beberapa alat musik tradisional dimainkan secara tunggal maupun ensambel (kelompok).

Salah satu contoh alat musik dari provinsi ini adalah Gordang.

Gordang adalah alat musik Batak Toba yang berbentuk seperti gendang, yang digunakan dengan cara dipukul.

Selain gordang, ada juga garantung, faritia, hapetan, dan lain-lain.

Baca Juga: Ini 5 Lokasi Wisata Lampung yang Patut Dikunjungi Saat Liburan

3. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Saluang (dutaminang.com)
Foto: Saluang (dutaminang.com)

Salah satu alat musik tradisional Indonesia khas suku Minangkabau di Sumatera Barat ada Saluang.

Alat musik ini terbuat dari bambu tipis atau bambu talang. Bambu talang dipercaya bisa mengeluarkan suara yang lebih bagus dan merdu.

Alat musik saluang termasuk golongan seruling, tapi pembuatannya lebih sederhana.

Cukup dengan membuat 4 lubang pada bambu talang. Sama seperti seruling pada umumnya, taluang dimainkan dengan cara ditiup.

Tidak hanya saluang, Sumatera Barat juga memiliki jenis alat musik lain, seperti Gordang, Garantung, Faritia, Druri Dana, Hapetan, Doli-doli, Sulim, Aramba.

4. Alat Musik Tradisional Provinsi Riau

Salah satu jenis alat musik dari Riau adalah gambang camar.

Gambang camar adalah jenis alat musik tradisional melodis yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan benda khusus. 

Gambang camar bentuknya seperti alat musik xilofon, yang terdiri dari enam bilah kayu hitam.

Selain alat musik tersebut, ada juga alat musik bernama gong, nafiri, rebana ubi, dan gedombak.

5. Alat Musik Tradisional Kepulauan Riau

Untuk memainkan berbagai macam genre musik, tentunya dibutuhkan beberapa jenis alat musik.

Begitu pula di Kepulauan Riau yang memiliki berbagai ragam jenis alat musik sebagai pengiring musik khas daerah tersebut.

Setidaknya terdapat 10 jenis alat musik tradisional Kepulauan Riau, yakni Biola, Rebab, Gambus, Marwas, Nafiri, Gambang Camar, Gong, Rebana Ubi, Kompang, Akordion, Gedombak, Gendang Nobat, Gendang Panjang, Gendang Silat, dan Genggong.

6. Alat Musik Tradisional Provinsi Jambi

Salah satu alat musik terkenal dari Jambi adalah Cangor. Cangor termasuk ke dalam jenis musik idio-kordofon.

Alat musik ini terbuat dari bahan bambu yang dipotong dengan panjang sekitar 40 cm, dan pada bagian kulit bambu dicungkil dan diganjal dengan bantalan kayu.

Cangor dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan dua tongkat yang terbuat dari bahan rotan.

Alat musik ini biasa dimainkan oleh para petani saat sedang istirahat setelah mengurus kebun di ladang

Di Provinsi Jambi, ada juga alat musik lainnya, seperti gendang melayu, kelintang jojo, keromong, marawis, dan lain-lain.

7. Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan

Di Sumatera Selatan, terdapat jenis alat musik yang cukup unik bernama tenun.

Alat musik tradisional Indonesia ini dulunya sering digunakan ketika para wanita mengerjakan tenunan kain dan namanya diambil dari kegiatan tenun.

Bahan yang dipakai untuk membuat alat musik ini adalah dari kayu yang berbentuk persegi panjang.

Untuk memainkan alat musik tenun ini cukup mudah yaitu dengan cara di pukul.

Selain tenun, ada juga burdah, genggong, kenong basemah, tebangan, gambus, kulintang, dan lain sebagainya.

8. Alat Musik Tradisional Bangka Belitung

Bangka Belitung memiliki ragam jenis alat musik, seperti gitar dambus.

Gitar dambus menyerupai gitar dengan bentuk seperti buah labu yang dibelah menjadi dua.

Pada bagian perut gitar dambus diberi lubang kosong dan dijadikan sebagai ruang resonansi. Lubang tersebut akan ditutup dengan kulit kera atau kijang.

Selain gitar dambus, ada juga gambangan, gong, rebana, suling Bangka Belitung, serunai, dan lain-lain.

9. Alat Musik Tradisional Provinsi Bengkulu

Memiliki sedikit kemiripan dengan Bangka Belitung, di Provinsi Bengkulu ternyata juga ada alat musik bernama serunai.

Serunai merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Suku Pekal di Kabupaten Muko-muko dan berbentuk seperti terompet.

Cara menggunakan alat musik ini adalah dengan cara ditiup. Serunai terbuat dari Bambu yang tumbuh di tepi sungai, bambu tersebut harus tipis sehingga mudah diolah dan bersuara nyaring.

Di Bengkulu, Serunai sering dijumpai saat upacara ataupun acara adat.

Selain serunai, ada juga alat musik seperti akordion, dol, kulintang, tessa, gendang panjang, redap, yang bisa ditemukan di Bengkulu.

Baca Juga: Kenali 10 Jenis Tarian Tradisional Jawa Tengah untuk Edukasi Anak

10. Alat Musik Tradisional Provinsi Lampung

Kompang (kreativv.com)
Foto: Kompang (kreativv.com)

Di Lampung, alat musik khasnya adalah kompang.

Kompang merupakan alat musik tradisional Indonesia yang dibuat dari kayu dan kulit kambing.

Alat musik kompang tersebar bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Kompak digunakan dengan cara dipukul dan biasanya diiringi dengan lagu atau syair bernuansa islami.

Dalam perkembangannya, Kompang biasanya dimainkan pada beberapa acara seperti upacara adat, acara pernikahan, dan penyambutan pejabat yang sedang berkunjung.

Selain kompang, Lampung juga memiliki alat musik lainnya, seperti Bende, Gamolan, Serdam, Gambus, dan lainnya.

11. Alat Musik Tradisional DKI Jakarta

Tehyan (budaya-indonesia.org)
Foto: Tehyan (budaya-indonesia.org)

Alat musik tradisional tehyan berasal dari DKI Jakarta dan telah menjadi salah satu alat musik yang kehadirannya sudah mulai langka.

Alat musik gesek ini merupakan hasil perpaduan suku Betawi dan kebudayaan Tionghoa.

Cara memainkan Tehyan pun cukup mudah, cukup menggesek senar dawai seperti saat sedang bermain biola.

Jenis alat ini terbagi menjadi 3 berdasarkan bentuk dan ukurannya, ada tehyan, sukong, dan kong ahyan.

Saat ini pemain tehyan memang sudah sangat jarang.

Namun, seringkali masyarakat memainkannya pada acara kebudayaan Betawi seperti penampilan ondel-ondel, lenong Betawi, serta pertunjukan gambang kromong.

Selain tehyan, DKI Jakarta memiliki alat musik lainnya, seperti orkes samrah, gambang kromong, gendhang, tanjidor, dan lainnya.

12. Alat Musik Tradisional Provinsi Banten

Provinsi Banten memiliki alat musik bernama dogdog lonjor yang dimainkan dengan cara ditabuh seperti bedug.

Alat musik ini terbuat dari kayu berbentuk silinder memanjang. Bagian tengahnya dibuat berongga, di mana salah satu sisinya ditutup dengan membran dari kulit kambing atau sapi.

Di Provinsi Banten ada juga alat musik lain, seperti pantun bambu, rampak bedug, dan angklung buhun.

13. Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Angklung (kompas.com)
Foto: Angklung (kompas.com)

Alat musik tradisional terkenal di Jawa Barat adalah angklung. Alat musik tradisional ini terbuat dari bambu.

Angklung tidak hanya terkenal di Indonesia tapi juga mancanegara. Banyak warga asing juga tertarik dengan alat musik yang berasal dari Jawa Barat ini.

Cara memainkan angklung cukup mudah, Moms hanya perlu menggerakan tangan sembari mengikuti ketukan nada.

Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan. Setelah digoyangkan maka bunyinya akan keluar.

Bunyi ini terjadi karena adanya benturan badan pipa bambu. Bunyi yang bergetar menghasilkan susunan nada 2, 3 sampai dengan 4 nada dalam setiap ukuran baik besar maupun kecil.

Selain angklung, Jawa Barat juga memiliki jenis alat musik tradisional lainnya, seperti:

  • Calung
  • Gembyung
  • Tarawangsa
  • Jentreng
  • Suling
  • Karinding

Baca Juga: Senjata Tradisional Indonesia dari 34 Provinsi, Lengkap!

Gamelan adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb