Rupa-rupa

26 Juni 2021

Mengenal Ragam Pakaian Adat Maluku dan Ciri Khasnya

Keunikan pakaian adat Maluku bisa Moms ketahui di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Merna
Disunting oleh Adeline Wahyu

Indonesia sangat terkenal dengan keanekaragaman kebudayaannya. Mulai dari kuliner khasnya, adat istiadat, hingga pakaian adat Maluku.

Selain logat bahasa, pakaian adat menjadi ciri khas yang bisa kita lihat dari sebuah suku dan daerah. Salah satu kekayaan budaya Indonesia terdapat di bagian timur Indonesia, tepatnya di Maluku.

Maluku memiliki banyak julukan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia, mulai dari julukan Provinsi Seribu Pulau karena terdapat lebih dari 1000 pulau besar dan kecil di dalamnya, julukan kepulauan rempah karena dulunya Maluku menjadi pusat perdagangan rempah di masa penjajahan Belanda, hingga julukan sebagai pulau ‘harta karun’ karena terdapat banyak keindahan alam yang masih asri.

Baca Juga: Potret Keluarga Bachdim Kenakan Baju Adat Bali, Tampak Eksotis!

Daya tarik Maluku tak hanya sebatas dari banyaknya pulau dan keindahan alamnya saja, melainkan juga dari pakaian adat Maluku yang masih tetap dilestarikan sampai sekarang.

Pakaian adat Maluku jika dilihat sekilas saja tampak jauh lebih sederhana dibanding pakaian adat dari daerah-daerah lainnya karena tidak terlalu rumit.

Meski demikian, tampilannya ini punya keunikan dan ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda dari pakaian adat lain sehingga bisa kita kenali dengan mudah.

Ragam dan Keunikan Pakaian Adat Maluku

Pakaian adat Maluku sebenarnya tidak hanya satu jenis saja karena beda acara dan kepentingan, maka berbeda pula pakaian adat Maluku yang digunakan.

Dari banyaknya ragam pakaian adat Maluku, ada dua yang paling banyak digunakan oleh masyarakat setempat. Coba kita lihat bersama ragam dan keunikan pakaian adat Maluku di bawah ini!

1. Baju Salele

Pakaian Adat Maluku Baju Salele (instagram.com warsada_gallery).PNG

Foto: instagram.com/warsada_gallery

Pakaian adat Maluku ini memiliki motif yang sangat khas yakni adanya garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil.

Dinamakan baju salele karena pakaian adat Maluku ini dipadukan dengan kain salele yang disampirkan ke bahu dan dililitkan di pinggang.

Baju salele memiliki tampilan warna yang cerah dan kebanyakan berwarna merah, keunguan, hingga orange. Pemilihan warna cerah dimaksudkan supaya yang memakainya akan terlihat cerah dan cekatan.

Baju salele paling sering digunakan dalam upacara-upacara adat seperti saat terjadinya pelantikan raja, acara cuci negeri, acara pesta negeri, acara pesta panen, hingga acara panas pela yang merupakan acara adat untuk mempererat ikatan kekerabatan antar desa. Untuk detailnya, kita bisa melihat baju salele untuk perempuan dan laki-laki di bawah ini, yaitu:

  • Penggunaan Baju Salele untuk Perempuan

Baju salele pada perempuan terbagi menjadi empat bagian, yakni bagian atas yang berbentuk seperti baju kurung, bagian bawah yang merupakan kain yang dilipat seperti rok, bagian pinggang yang merupakan kain salele yang dililit dipinggang dan bagian terakhir adalah kain salele lainnya yang disampirkan pada bahu.

Saat mengenakan baju salele, rambut perempuan akan disanggul atau dikonde lalu dihias dengan tusukan konde yang disebut haspel yang terbuat emas atau perak. Untuk alas kakinya bisa menggunakan selop.

Baca Juga: Mengenal Tes Apgar Score untuk Bayi Baru Lahir

  • Penggunaan Baju Salele untuk Laki-laki

Untuk baju salele laki-laki berbentuk menyerupai jas yang dipakai santai dengan dalaman kemeja yang berwarna senada dengan pasangan perempuan atau berwarna merah.

Motif pada baju salele laki-laki ini tidak jauh berbeda dengan milik perempuan. Tapi tak ada hiasan kepala yang digunakan untuk laki-laki, tapi untuk alas kakinya bisa menggunakan sepatu pantofel berwarna hitam.

2. Baju Cele

Baju Cele

Foto: www.kebudayaan.kemendikbud.go.id

Menurut laman id.wikipedia.org, baju cele merupakan pakaian tradisional yang berasal dari Maluku. Baju cele digunakan sebagai baju pengantin khas Maluku.

Dari segi tampilannya, pakaian adat Maluku ini terlihat berbeda dari baju adat pernikahan lainnya karena ternyata baju pengantin ini merupakan hasil akulturasi budaya Maluku dengan Portugis.

Baju cele terbagi dalam beberapa bagian karena harus digunakan secara berlapis. Untuk lebih jelasnya, coba kita cek bersama yuk!

Baca juga: 5 Resep Udang Saus Padang yang Pedas Menggoda, Yuk Buat!

  • Baju Cele untuk Perempuan
Baju Cele Perempuan yang Jadi Pakaian Adat Maluku (instagram.com a.ncollection).PNG

Foto: instagram.com/an.collection

Baju cele untuk perempuan terdiri dari baju putih lengan panjang berbahan brokat dengan dalaman berwarna senada. Motif brokat ini ada variasi renda kecil pada bagian ujungnya.

Pada ujung baju putih brokat akan ada band tangan berwarna merah dengan variasi renda emas dan motif bordir emas.

Pada bagian luar baju akan ada semacam rompi berwarna merah yang dinamakan mistiza. Mistiza ini berbentuk huruf U dengan panjang sekitar 60 cm dan dikenakan di atas bahu.

Untuk bawahannya, pengantin perempuan akan mengenakan kain satin atau beludru khas Maluku yang berwarna merah dengan bordir emas yang dibuat senada dengan rompi.

Penggunaan bawahan pada pakaian adat Maluku terlihat unik karena digunakan dengan cara diikat menggunakan tali pada bagian pinggangnya.

Tali yang digunakan untuk mengikat kain ini akan diberi renda dan dibiarkan menjuntai begitu saja sehingga terlihat lebih unik.

Sedangkan untuk alas kakinya menggunakan selop yang terbuat dari kulit bernama cenela yang bagian ujungnya dilapisi dengan kain beludru dengan hiasan bunga berwarna emas. Pengantin perempuan juga biasanya menggunakan kaos kaki berwarna putih.

Baca juga: Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Lampung dan Maknanya

Pakaian adat Maluku untuk pengantin perempuan tak akan lengkap tanpa adanya hiasan kepala. Saat mengenakan baju cele, rambut harus disanggul dan dihias dengan sosoboko yaitu kembang lingkar konde.

Pada hiasan kepala ini terdapat sembilan buah kembang goyang yang berwarna emas dan tusuk konde emas yang bernama nano-nano.

Khusus untuk pengantin perempuan yang masih gadis atau baru pertama kali menikah, maka akan diberi tambahan renda hitam yang dibuat dari kain satin yang diletakkan di atas dari di depan konde.

  • Baju Cele untuk Laki-laki
Baju Cele Laki-laki yang Jadi Pakaian Adat Maluku (instagram.com a.ncollection).PNG

Foto: instagram.com/a.ncollection

Baju cele untuk laki-laki terdiri dari kebaya dansa yang merupakan atasan berlengan panjang berwarna putih dengan kancing keemasan.

Bagian luarnya nanti akan menggunakan jas yang terbuat dari bahan satin berwarna merah dengan renda berwarna emas yang dijahit di bagian ujung lengan serta bagian kerah hingga ujung bawah.

Lalu ada sabuk yang bernama ikat poro dengan warna senada dengan jas satin merah. ­

Untuk celananya hanya menggunakan celana bahan berwarna hitam dan sepatu yang digunakan adalah sepatu pantofel hitam.

Baca juga: Penuh Akan Makna, Begini Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Bugis

Ada keunikan pakaian adat Maluku ini yang perlu diketahui, yakni sebelum pasangan pengantin melakukan pesta pernikahan akan ada proses yang disebut dengan ‘masuk minta nona’.

Nantinya juru bicara perwakilan dari pihak keluarga perempuan akan melayani seluruh pembicaraan dari keluarga laki-laki dengan bahasa halus saat membahas waktu dan acara pelaksanaan pernikahan.

Dua hari sebelum pernikahan, akan ada prosesi antar pakaian kawin, Ibu dari calon pengantin laki-laki akan ditemani dengan saudara perempuan untuk mengantarkan baju cele untuk calon pengantin perempuan.

Pada saat menyerahkan baju cele, keluarga laki-laki harus menyertakan sebotol anggur dan kue yang dibuat sendiri sebagai oleh-oleh atau hantaran.

Barulah setelah itu pihak keluarga pengantin perempuan akan membalas dengan mengantarkan seperangkat pakaian baju cele laki-laki.

Itulah ragam dan keunikan pakaian adat Maluku dan ciri khasnya. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan Moms seputar pakaian adat Indonesia.

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Baju_Cele
  • https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku/wp-content/uploads/sites/13/2015/03/Di-Publikasikan-Pada-Jurnal-Peneltian-Vol-7-Nomor-5.-Edisi-November-2013-Untuk-Mendapatkanya-Silakan-Download-di-sini.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait