ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
08 Maret 2022

7 Cara Pencegahan Anemia, Lebih Baik dari Mengobati!

Anemia adalah kondisi yang umum dialami wanita, terutama ibu hamil
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Pencegahan anemia perlu untuk diketahui. Terlebih, kondisi ini bisa memengaruhi aktivitas.

Ketika seseorang mengalami anemia, efek sampingnya bisa sangat terasa.

Jika dibiarkan, kondisi ini pun bisa memberikan efek komplikasi yang membahayakan seperti masalah pada jantung serta gangguan paru-paru.

Anemia sendiri bisa terjadi sementara atau dalam jangka waktu yang panjang. Tingkat keparahan dari kondisi ini pun bisa dikategorikan dari ringan hingga berat.

Ketahui anemia dan pencegahan anemia di sini!

Baca Juga: Kurang Darah Bikin Lemas dan Pusing, Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!

Mengenal Kondisi Anemia

ADVERTISEMENT

Foto: pencegahan anemia

Foto: Orami Photo Stock

Mengenai anemia, dr. Louise Kartika Indah, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik RS Pondok Indah – Bintaro Jaya pun memberikan penjelasannya.

ADVERTISEMENT

Anemia adalah kondisi di mana kadar hemoglobin di bawah nilai normal, merupakan suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat, atau sel darah merah dalam tubuh tidak berfungi dengan baik.

Anemia dapat disebabkan gangguan produksi sel darah merah, kehilangan darah secara berlebihan, dan proses penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat. Anemia juga dapat disebabkan karena asupan nutrisi yang kurang, misalnya akibat kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12.

Tak hanya itu, sebuah jurnal berjudul Anemia Epidemiology, Pathophysiology, and Etiology in Low- and Middle-Income pun menjelaskan anemia memengaruhi sepertiga populasi dunia.

Kondisi ini juga berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas, penurunan produktivitas kerja, dan gangguan perkembangan neurologis.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Terkena Radiasi HP, Salah Satunya Sakit Kepala

Haemoglobin bermanfaat untuk membantu sel darah merah dalam menyalurkan oksigen ke semua bagian tubuh.

Kondisi anemia sering terjadi pada perempuan, meski tak jarang juga dialami oleh pria dan anak-anak.

Penyebabnya beragam, mulai dari kehilangan darah dalam jumlah besar (misal saat menstruasi, melahirkan, atau karena kecelakaan), kelainan genetik, kekurangan nutrisi, hingga kanker.

Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa ketika kita anemia, darah tidak membawa cukup oksigen ke tubuh. Tanpa oksigen yang cukup, tubuh jadi tidak bisa bekerja secara maksimal.

Selain membuat Moms cepat merasa lelah, anemia juga membuat sakit kepala, serta irama jantung tidak teratur.

Anemia memang bisa menyerang siapa saja, tapi kaum wanita memang paling rentan mengalami kondisi ini.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Hal ini karena wanita mengalami siklus haid setiap bulannya, hamil, dan menyusui. Semua kondisi itu memperbesar kemungkinan untuk mengalami anemia.

Agar anemia tak menjadi masalah, inilah beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mencegah anemia!

Baca Juga: 5+ Jenis dan Manfaat Posisi Lotus saat Bercinta, Bisa Bikin Hubungan dengan Pasangan Lebih Intim!

Cara Pencegahan Anemia

Cara pencegahan anemia sendiri bisa dilakukan dengan memperbaiki pola makan yaitu menerapkan diet gizi seimbang.

Ini dia cara pencegahan anemia yang perlu Moms tahu!

1. Penuhi Kebutuhan Zat Besi

ADVERTISEMENT

Foto: 1 anemia

Foto: Orami Photo Stock

Pastikan makanan yang Moms konsumsi kaya akan zat besi. Kalau Moms termasuk ke dalam golongan yang rentan mengalami anemia, yaitu sedang haid, hamil, atau menyusui, tambahkan suplemen zat besi jika perlu.

Menurut National Center for Biotechnology Information, suplemen zat besi harus diminum tanpa konsumsi makanan terlebih dahulu agar lebih mudah menyerap.

Suplemen zat besi harus dikonsumsi setidaknya satu bulan, bahkan setelah haemoglobin kembali ke kadar normal.

Zat besi diperlukan untuk memproduksi haemoglobin, zat pembentuk sel darah merah. Makanan yang kaya zat besi antara lain daging merah, makanan laut, sayuran berdaun hijau, hati, dan telur.

2. Asupan Vitamin C

Foto: 2 anemia

Foto: Orami Photo Stock

ADVERTISEMENT

Vitamin C berfungsi membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh, baik yang berasal dari makanan ataupun suplemen.

Jadi, selain memilih makanan yang kaya zat besi, pastikan juga makanan yang Moms santap kaya akan vitamin C, misalnya melon, pepaya, jeruk, brokoli, dan tomat.

Baca Juga: Anemia Saat Kehamilan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

3. Cukupi Kebutuhan Kalsium

Foto: 3 anemia

Foto: Orami Photo Stock

Sama seperti vitamin C, kalsium berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Kalsium bisa Moms dapatkan dari susu dan aneka produk olahannya, ikan yang dimakan bersama tulangnya, serta telur.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, jangan terlalu banyak mengonsumsi susu sapi, ya!

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang penting bagi tumbuh kembang balita, banyak orang tua memberikan susu sapi setelah buah hatinya tidak lagi minum ASI.

Namun menurut informasi dalam situs resmi Iron Disorders Institutes terlalu banyak minum susu dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan lain.

4. Stop Merokok

Foto: 4 anemia

Foto: Orami Photo Stock

Merokok bisa membuat kondisi anemia semakin buruk.

Ini karena asap rokok merupakan radikal bebas yang bersifat racun di dalam darah yang menyebabkan penyerapan nutrisi terganggu, termasuk penyerapan zat besi.

Baca Juga: Mengenal Tablet Tambah Darah untuk Mengobati Anemia

5. Hindari Alkohol

Foto: 5 anemia

Foto: Orami Photo Stock

Ginjal bertanggung jawab untuk memproduksi zat kimia yang digunakan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah merah.

Ketika ginjal rusak, produksi zat kimia melambat, dan berakibat menurunnya produksi sel darah di sumsum.

Moms tahu kan, kalau alkohol dapat memperberat bahkan merusak ginjal? Jadi, berhenti minum alkohol dapat berpengaruh pada pencegahan anemia.

6. Batasi Kafein

Foto: 6 anemia

Foto: Orami Photo Stock

Kafein ternyata juga dapat mengganggu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Kafein biasanya terkandung di dalam teh, kopi, minuman berenergi, dan minuman cokelat. Jadi, konsumsi minuman tersebut sewajarnya saja, ya.

Baca Juga: Bayi Mama Pucat? Hati-Hati Terkena Anemia Defisiensi Besi!

7. Memasak dengan Perlengkapan Masak dari Besi

Foto: 7 anemia

Foto: Orami Photo Stock

Cara Moms memasak makanan juga bisa membantu tubuh dalam mencegah anemia. Salah satunya dengan menggunakan perlengkapan masak dari besi.

Ketika memasak, asam yang keluar dari makanan akan membantu tubuh dalam menyerap zat besi dari makanan tersebut.

Nah, itu dia beberapa cara pencegahan anemia sebelum terjadi. Selamat mencoba ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6697587/
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/irondeficiency-anemia
  • https://www.hindawi.com/journals/anemia/
  • https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/7712

Sebelumnya

Lichen Planus, Penyakit Autoimun Peradangan Kronis pada Kulit, Selaput Lendir, dan Kuku
Floria Zulvi • 07 Mar 2022

Selanjutnya

Mengenal Pediatrik Hidronefrosis: Pembengkakan Ginjal Akibat Penumpukan Urine
Defara Millenia • 08 Mar 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT