04 Oktober 2022

Memahami Kandungan Ar Rad 28 Tentang Ketenangan Hati

Lengkap dengan arti perkatanya

Dalam surat Ar Rad 28, Allah SWT membahas tentang pentingnya ketenangan yang yang harus dimiliki oleh seluruh umat Muslim.

Cara untuk mendapatkan ketenangan itu salah satunya adalah selalu berzikir atau mengingat Allah SWT dalam setiap waktu.

Baca Juga: 3 Doa Agar Diberi Kecerdasan oleh Allah, Insya Allah Dikabulkan!

Bacaan dan Arti Per Kata Surat Ar Rad 28

surat ar rad 28
Foto: surat ar rad 28 (quranspirit.com/rules-of-reading-quran/)

Berikut ini adalah bacaan surat Ar Rad 28 dalm tulisan Arab, latin, dan artinya beserta arti per kata yang akan memudahkan untuk membacanya:

Ar Rad sendiri artinya guruh atau petir. Termasuk golongan surat makiyyah karena diturunkan di Makkah, surat ini termasuk juz 13, urutan surat ke-13, dan memiliki total 28 ayat.

اَلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ تَطۡمَئِنُّ قُلُوۡبُہُمۡ بِذِکۡرِ اللّٰہِ ؕ اَلَا بِذِکۡرِ اللّٰہِ تَطۡمَئِنُّ الۡقُلُوۡبُ

(Al-ladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikrillahi alaa bidzikrillahi tathma-innul quluub(u))

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d: 28)

Inilah arti per kata nya:

ٱلَّذِينَ

(Alladhīna)

Orang-orang yang

ءَامَنُوا۟

(Aamanū)

(Mereka) Beriman

وَتَطْمَئِنُّ

(Wataṭma-innu)

Dan menjadi tenteram

قُلُوبُهُم

(Qulūbuhum)

Hati mereka

بِذِكْرِ

(Bidhik'ri)

Dengan mengingat

ٱللَّهِۗ

(l-lahi)

Allah

أَلَا

(Alā)

Ingatlah

بِذِكْرِ

(Bidhik'ri)

Dengan mengingat

ٱللَّهِ

(l-lahi)

Allah

تَطْمَئِنُّ

(Taṭma-innu)

Menjadi tenteram

ٱلْقُلُوبُ

(l-qulūbu)

Hati

Baca Juga: Kumpulan Doa Pagi Hari Islami, Insya Allah Segala Aktivitas Diberkahi Allah SWT

Tafsir Surat Ar Rad 28

Ar Rad 28 -2
Foto: Ar Rad 28 -2 (Sarkarhealings.com)

Menjadi ayat yang mengingatkan tenteng keutamaan dzikir, berikut ini adalah keterangan dari para ahli tafsir dalam menjelaskan surat Ar Rad 28 ini.

1. Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan ciri orang-orang yang mendapat tuntunan-Nya, yaitu orang-orang beriman dan hatinya menjadi tenteram karena selalu mengingat-Nya.

Dengan mengingat Allah SWT, hati akan menjadi tenteram dan jiwa menjadi tenang, tidak merasa gelisah, takut, ataupun khawatir.

Orang-orang yang mendapatkan tuntunan tersebut akan selalu melakukan hal-hal yang baik, dan merasa bahagia dengan kebajikan yang dilakukannya.

2. Tafsir al-Jalalain

Dalam tafsirnya, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi mengatakn bahwa yang dimaksud dalam kalimat ‘Yaitu orang-orang yang beriman dan yang merasa tenang’ adalah mereka akan mendapat ketenteraman.

Dan dalam kalimat ‘hati mereka dengan mengingat Allah’ itu bermaksud mereka mengingat janji-Nya. Dan ketentraman itu hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang beriman.

3. Tafsir Ibnu Katsir

Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hati yang senang dan tenang berada di sisi Allah ini karena hal-hal yang dilakukannya.

Yakni ketentraman hanya dengan mengingat-Nya, dan rela kepada-Nya sebagai Pelindung dan Penolong(nya).

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan kalimat ‘Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram’. Ayat ini bermakna bahwa hanya Allah SWT-lah yang berhak untuk diingati.

Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna tuba ialah 'gembira dan sejuk hati'.

Menurut Ikrimah, artinya 'alangkah nikmatnya apa yang mereka peroleh'.

Menurut Ad-Dahhak, artinya 'ungkapan rasa keinginan beroleh kenikmatan seperti mereka'.

Menurut Ibrahim An-Nakha'i, artinya 'kebaikanlah bagi mereka'.

Qatadah mengatakan bahwa kata ini merupakan kata dari bahasa Arab. Bila seseorang mengatakan kepada temannya, "Tuba Laka" artinya 'engkau telah beroleh kebaikan'.

Menurut riwayat lain, dikatakan bahwa arti dari kalimat ‘tuba lahum’ artinya adalah kebaikanlah bagi mereka.

4. Tafsir Quraish Shihab

Dalam tafsirnya, Muhammad Quraish Shihab mengatakan bahwa orang-orang yang selalu kembali kepada Allah SWT dan menyambut kebenaran itu adalah orang-orang yang beriman.

Mereka adalah orang-orang yang ketika berzikir mengingat SWT Allah dengan membaca Al-Qur'an dan sebagainya, hati mereka menjadi tenang.

Hati memang tidak akan dapat tenang tanpa mengingat dan merenungkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah dengan selalu mengharap keridaan-Nya.

Baca Juga: Mengenal Tafakur, Cara Meningkatkan Kecintaan pada Allah SWT dengan Melihat Ciptaan-Nya, Masya Allah!

Kandungan Surat Ar Rad 28

Ar Rad 28 -3
Foto: Ar Rad 28 -3 (Muslimmatters.org/Shutterstock)

Ada banyak kandungan yang terdapat dalam surat Ar Rad 28. Salah satunya seperti hasil penelitian yang dipublikasikan dalam e-Library Unisba ini.

Setelah dianalisis dan dikaji dari pendapat para mufassir mengenai surat Ar Rad ayat 28-29, ada beberapa poin yang dihasilkan, yakni:

  • Ketenangan jiwa seorang mukmin akan didapatkan sebagai dampak dari hati mereka yang tenang yang diperoleh melalui dzikrullah atau selalu mengingat Allah SWT.
  • Jiwa yang tenang adalah jiwa yang menjadikan nikmat Allah SWT sebagai sarana untuk mewujudkan diri yang tenang dan dekat dengan-Nya.

Bukan hanya hal-hal yang bersifat keimaman, ada juga nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam surat Ar Rad ayat 28-29, seperti:

  • Ketenangan dalam jiwa terwujud dari hati yang tenang melalui dzikrullah dan berdampak pada kehidupan.
  • Perlu adanya nilai pembiasaan untuk mewujudkan ketenangan jiwa melalui fasilitas seperti dengan mendirikan salat, puasa, zakat, dan haji sebagai wasilah dalam rangka dzikrullah. Sebab, inti dari semua ibadah yang dilakukan adalah dalam rangka dzikrullah.
  • Dzikrullah yang biasa dilakukan melalui kalimat thayibah, seperti tahmid, tahlil, takbir, istigfar, dan Asma-Nya yang Agung sebagai sarana untuk melatih diri dalam rangka dzikrullah.
  • Melakukan pembinaan ruh, akal, dan jasad, merupakan satu kesatuan yang membentuk diri manusia agar selalu terjaga dalam dzikrullah karena, dzikrullah tidak hanya sebatas ibadah lisan.
  • Balasan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya sebagai motivasi bagi mereka yang dengannya mereka dapat mengoptimalkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan motivasi

Dalam ayat ini, Al-Qur'an telah mengabarkan bahwa dengan mengingat Allah SWT hati kita akan menjadi tenang dan tenteram.

Dan ini akan menjadi solusi saat bagi seseorang yang sedang mengalami stres dan merasa gundah.

Ketika seseorang mengingat Tuhannya atau Allah SWT, maka dirinya akan menyerahkan diri secara utuh sebagai makhluk (ciptaan) kepada sang Khalik (Allah) atas segala ketetapan kepadanya.

Penyerahan diri tersebut akan menambahkan sikap ikhlas pada diri seorang manusia.

Ikhlas akan membuat seorang menjadi tenang, rileks, rida, bersyukur, bersabar, pasrah, tawakal, tawadhu.

Hal ini juga akan meningkatkan rasa husnu’dzon atau prasangka baik, mampu mengendalikan diri, berfikir positif, fokus, bijaksana, bahagia, dan damai.

Itulah penjelasan mengenai Ar Rad 28 yang menekankan arti pentingnya berzikir untuk mendapatkan ketenangan hati dengan apapun bentuknya.

  • https://quranhadits.com/quran/13-ar-ra-d/ar-rad-ayat-28/
  • https://risalahmuslim.id/quran/ar-rad/13-28/
  • https://elibrary.unisba.ac.id/files2/08.5066.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.