Kesehatan

20 Mei 2021

Mengenal Aseton, Cairan Pelarut Kuteks yang Bisa Membahayakan Tubuh

Ternyata bisa menimbulkan iritasi lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Aseton adalah jenis cairan yang mudah ditemukan di dunia industri. Umumnya, aseton digunakan sebagai pelarut.

Mungkin sebagian Moms masih asing dengan nama aseton. Padahal, senyawa satu ini sangat mudah ditemukan pada produk maupun bahan yang sering ditemui sehari-hari. Walaupun Moms bisa menemukannya dalam kandungan produk pembersih yang biasa dipakai di rumah, namun harus tetap berhati-hati dalam pemakaiannya.

Yuk simak penjelasan mengenai aseton!

Baca Juga: Bahaya Bisphenol A, Senyawa Kimia yang Mengancam Kesehatan Tubuh

Mengenal Aseton

nail-cleaning-accessories-plain-background_23-2148241784.jpg

Foto: pinterest.com

Melansir Chemical Safety Facts, aseton adalah cairan tak berwarna yang juga dikenal sebagai Propanone. Fungsi utama aseton adalah sebagai pelarut yang digunakan dalam pembuatan plastik dan produk industri lainnya.

Aseton juga dapat digunakan secara terbatas dalam produk rumah tangga, termasuk kosmetik dan produk perawatan pribadi. Produk aseton yang paling sering adalah dalam formulasi penghilang cat kuku.

Aseton juga digunakan sebagai degreaser, untuk menipiskan resin, serat kaca, membantu menghilangkan perekat, dan membuat resin vinil.

Meskipun merupakan produk yang banyak digunakan, dan bahkan dibuat di dalam tubuh kita, aseton dianggap sebagai bahan limbah berbahaya dan perlu ditangani serta dibuang dengan benar.

Efek kesehatan negatif potensial akibat aseton adalah iritasi kulit, mata dan paru-paru. Paparan secara jangka panjang dapat menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan kemungkinan kerusakan pada sistem saraf.

Fungsi Aseton

dae07000030d47bc65756608eb2c056a.jpg

Foto: pinterest.com

Tidak hanya sebagai pelarut, pembersih kutek kuku atau bahan dasar pembuatan resin saja, Moms. Aseton juga memiliki kegunaan untuk kebutuhan laboratorium, medis, dan berbagai bidang lainnya.

Beberapa fungsi aseton lainnya, yaitu:

1. Noda Pada Cangkir dan Piring

Kegunaan lain dari aseton adalah untuk membersihkan noda pada cangkir dan piring, maupun alat makan lainnya. Biasanya, aseton akan digunakan untuk membersihkan noda kopi membandel dan membersihkan minyak, jika sudah berbekas terlalu lama.

2. Bekas Goresan di Lantai

Ingin menghilangkan bekas goresan pada lantai rumah? Moms bisa banget mencoba aseton. Caranya mudah, cukup taruh beberapa tetes aseton di atas kain dan gosok untuk menghilangkan bekas goresannya. Jangan lupa untuk bersihkan tempat yang terkena aseton dan juga tangan menggunakan sabun.

Tidak hanya di lantai saja lho, Moms. Ternyata aseton juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas goresan di kaca arloji sehingga dapat terlihat seperti baru.

Baca Juga: Ini Dia 5 Bahan Alami Untuk Membersihkan Peralatan Dapur

3. Noda Cat di Permukaan Kaca

Ketika Moms sedang mengecat ulang rumah, biasanya akan ada bekas percikan cat yang menempel pada kaca jendel atau pintu rumah, bukan? Daripada mengelupasnya dengan cara mengikir yang bisa merusak tekstur kaca, tidak ada salahnya Moms menggunakan aseton.

Moms cukup lap bagian yang terkena cat dengan aseton menggunakan kain. Ulangi hingga cat benar-benar hilang.

Atau Moms punya stiker yang menempel sudah cukup lama pada kaca rumah dan sulit dihilangkan? Nah, langkah yang sama juga bisa diterapkan.

4. Bahan Pembuat Obat

Dalam industri kesehatan, terutama obat-obatan, menggunakan aseton sebagai pelarut adalah hal yang populer dalam mengeringkan dan membuat tablet. Tentu saja dengan takaran yang masih aman untuk tubuh, ya, Moms.

Baca Juga: Mengenal Tablet Tambah Darah untuk Mengobati Anemia

Bahaya Aseton

7 Penyebab Anak Mengalami Batuk Kering 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Walau memiliki banyak manfaat dan kegunaan, Moms tetap harus berhati-hati ya, arena aseton adalah senyawa yang juga memiliki kandungan berbahaya bagi tubuh.

Dari yang paling sering kita temui saja, setelah membersihkan kutek dari kuku dengan aseton, tidak lama kemudian kuku akan tampak kering. Dampak yang lebih parah, kulit di sekitar kuku bisa terasa panas dan perih.

Bahaya lainnya juga bisa berasal dari aseton yang sering kita gunakan, sehingga terhirup, tertelan, atau terserap. Alhasil, tubuh bisa keracunan. Keracunan akibat aseton disebut dengan ketoasidosis yang terjadi ketika jumlah aseton dalam tubuh sudah melewati batas normal.

Tanda bahwa tubuh mengalami keracunan akan ditandai dengan:

  • Iritasi hidung, mulut, tenggorokan, hingga paru-paru.
  • Tenggorokan terasa kering dan serak.
  • Batuk-batuk tidak berhenti.
  • Pusing.
  • Mual dan muntah.
  • Detak jantung yang kencang dan tidak beraturan.
  • Kelinglungan.
  • Tidak sadarkan diri.

Keracunan senyawa ini juga bisa berasal dari dalam tubuh, lho, Moms. Karena pada dasarnya, tubuh bisa memproduksi aseton secara alami. Jika jumlah keton (penghasil aseton) terlalu tinggi dalam tubuh, maka seseorang juga bisa mengalami ketoasidosis.

Saat kelaparan akibat kekurangan karbohidrat dalam jangka panjang, asupan karbohidrat dalam tubuh bisa habis. Sehingga, sel-sel dalam tubuh akan memecah cadangan lemak menjadi keton untuk menghasilkan energi. Jumlah keton yang melonjak dan terlalu banyak, akan membuat organ hati tidak bisa memrosesnya. Hal ini akan menyebabkan keton dalam darah melimpah dan terjadilah ketoasidosis.

Jika terkena kulit dalam jumlah banyak atau berulang kali, maka bisa menyebabkan iritasi yang ditandai dengan gatal dan kemerahan, hingga perih seperti terbakar.

Apabila gejala semakin parah, segeralah mencari pertolongan medis agar dapat diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan pertolongan.

Resiko keracunan terbesar bisa dialami oleh orang yang bekerja di pabrik pembuatan cat, plastik, sepatu, serat sintetis, dan bahan kimia. Para pekerja yang memakai cat, pelarut, lem, dan produk pembersih bisa juga mengalami hal yang sama.

Kendati demikian, jarang sekali seseorang mengalami keracunan aseton. Ini dikarenakan manusia memiliki kemampuan memecah aseton secara alami. Bahkan meski dalam jumlah besar sekalipun, tubuh manusia tetap bisa memrosesnya.

Gejala berat dari keracunan aseton bisa berupa tekanan darah rendah, pingsan, dan keadaan koma. Bahkan efeknya, bisa menyebabkan kejang dan kematian.

Baca Juga: Cegah Infeksi Penyakit dengan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir

Cara Penyimpanan Aseton

rak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Aseton adalah senyawa pelarut yang memiliki sifat mudah terbakar.

Menyimpan aseton perlu kehati-hatian agar mencegah terjadinya kebakaran. Jangan simpan di dapur atau ruang yang kemungkinan ada penggunaan api di dalamnya.

Bila Moms perlu menyimpan aseton, lakukan dengan penutup yang rapat dan simpan di tempat yang tidak ada kontak atau sambungan listrik, kompor, atau sumber penghasil panas. Seperti yang dinyatakan di atas, aseton sangat mudah terbakar dan dapat tersulut dari jarak jauh.

Jika bisnis yang sedang Moms jalani menggunakan aseton dalam jumlah besar, maka diharuskan untuk berkonsultasi dengan petugas pemadam kebakaran setempat. Ini dilakukan untuk memastikan bagaimana cara menyimpan aseton wadah aseton dalam jumlah besar dan juga untuk menentukan apakah aseton perlu di wadah tahan api atau tidak.

Baca Juga: Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui Berbahan Kimia dan Alami yang Aman

Itu dia Moms informasi mengenai aseton yang masih jarang diketahui. Walau memiliki resiko, bukan tidak boleh ya menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah memakai aseton dan simpan di tempat yang aman dari api, listrik, serta jangkauan anak-anak.

  • https://www.chemicalsafetyfacts.org/acetone/
  • https://www.webmd.com/diet/what-is-acetone#2
  • https://www.chemicals.co.uk/blog/what-is-acetone
  • https://www.msdsonline.com/2013/06/18/acetone-the-hidden-hazard/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait