Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Persiapan Melahirkan | Dec 1, 2018

Bahaya Freebirth, Melahirkan Tanpa Bantuan Medis di Rumah

Bagikan


Lisa (nama samaran) tidak pernah membayangkan anak yang dikandungnya selama 9 bulan lahir tanpa nyawa.

Hati Lisa hancur mengetahui jantung anaknya sudah tidak lagi berdetak. Dia menyesal. Sayangnya, penyesalan itu tidak bisa menghidupkan kembali Journey Moon, nama anak perempuannya itu.

Lisa merupakan anggota komunitas online freebirth. Anggota komunitas tersebut merupakan para ibu yang bersikeras untuk melahirkan di luar rumah sakit dan tanpa intervensi medis.

Seperti anggota lainnya, Lisa juga sudah memantapkan diri untuk melahirkan tanpa bantuan dokter, doula, atau bidan. Dia akan melahirkan sendiri di rumah.

Menurut komunitas tersebut, melahirkan adalah sebuah keajaiban. Sebuah proses alamiah yang bisa terjadi begitu saja tanpa intervensi medis.

Lisa mengandung putrinya itu selama 42 minggu. Ketika sudah merasakan kontraksi tidak teratur, Lisa terus meng-update kondisinya di grup komunitas freebirth di Facebook.

Di tengah proses kontraksi yang berjalan selama 6 hari, Lisa sempat ragu untuk melakukan freebirth dan hendak ke rumah sakit.

Tapi anggota komunitas yang lain mencoba menguatkannya dengan mengirimkan pesan-pesan.

Setelah tiga hari berjalan, Lisa tidak lagi meng-update proses di Facebook komunitas tersebut.

Di hari keenam, Lisa baru memberikan update. “Journey Moon terlahir sebagai bidadari tidur pada 7 Oktober dengan berat 3,5 kilogram. Dia meninggal karena infeksi saluran kemih besar yang saya derita... Saya sedang berbaring di rumah sakit menulis ini dan pulang besok. Journey akan dikremasi,” tulis Lisa.

Kebanyakan anggota komunitas tersebut memberikan dukungan pada Lisa. tapi yang lainya yang skeptis dengan komunitas tersebut sangat marah karena Lisa telah mempertaruhkan nyawanya untuk suatu gerakan yang "salah arah".

Hal ini menjadi pelajaran berharga bukan hanya untuk para ibu yang mendukung freebirth tapi juga untuk orang di luar yang ingin menghentikan praktik tersebut.

Baca Juga: Sharena Delon Melahirkan dengan Metode Lotus Birth, Ini 4 Artis Lain yang Menjalani Metode Serupa

Bahaya Freebirth

Freebirth atau kelahiran rumah tanpa bantuan adalah praktik yang masih jarang namun semakin populer di Amerika Serikat.

Dalam blog dan video viral, para pengikutnya memuji manfaat dari melahirkan di rumah atau bahkan di alam liar. Sayangnya, kepercayaan itu tidak didasari dengan penjelasan ilmiah.

Dikutip dari Thedailybeast.com, Profesor Obstetri dan Ginekologi New York University School of Medicine Bruce Young mengatakan, perempuan rata-rata bisa mengharapkan kelahiran rumah berjalan lancar sekitar 80 persen.

Sebanyak 20 persen lainnya kemungkinan akan melibatkan komplikasi yang mengancam jiwa untuk ibu atau anak.

Menurut dr. Bruce, kemungkinan buruk tersebut bisa berkurang menjadi 1 persen jika proses persalinan dilakukan di rumah sakit.

“Saya lebih memilih bayi yang hidup meskipun harus melalui kelahiran cesar daripada bayi yang mati dengan freebirth,” tambahnya.

Kalau mendengar ceritanya yang cukup berisiko, sepertinya akan jauh lebih baik melahirkan dengan pendampingan tenaga medis ya Moms. Bagaimana menurut Moms?

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.