11 Juni 2024

Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk, Apakah Normal? Cek Faktanya!

Merupakan hal normal tapi harus diperhatikan

Moms, apakah bayi 6 bulan belum bisa duduk adalah pertanda buruk?

Memperhatikan tumbuh kembang bayi adalah tugas yang penting untuk semua orang tua.

Pasalnya, perkembangan bayi yang lambat bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada Si Kecil.

Salah satunya, banyak yang khawatir dengan Si Kecil yang belum juga bisa duduk walaupun sudah memasuki usia 6 bulan.

Apakah hal tersebut wajar? Yuk, cari tahu jawabannya pada penjelasan berikut ini!

Baca Juga: Perkembangan Bayi 6 Bulan dari Segi Fisik, Kognitif, Komunikasi, Bahasa, Sosial, dan Emosional

Normalkah Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk?

Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk (cdc.gov)
Foto: Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk (cdc.gov)

Berdasarkan situs Center for Diseases Control and Prevention (CDC), bayi usia 6 bulan biasanya sudah mulai menunjukkan perkembangan fisik, salah satunya duduk.

Kemampuannya ini membantu Si Kecil untuk makan lebih mudah dan memberi cara baru bagi dirinya untuk melihat sekeliling.

Tanda-tanda bayi mulai duduk biasanya ditunjukkan dengan membaiknya kontrol kepala mereka.

Jika ia sudah mampu mengontrol kepala, ia akan lebih mudah mengontrol anggota tubuh yang lain.

Bayi yang siap duduk juga cenderung mendorong dirinya ke atas saat berbaring telungkup, dan sudah bisa menggulingkan tubuh.

Sesekali Moms dan Dads mungkin mendapati dirinya mulai duduk dalam waktu singkat.

Pada tahap ini, penting bagi Moms dan Dads untuk mendukung bayi agar tidak terjatuh saat duduk.

Ada beberapa bayi yang sudah menguasai kemampuan duduk dengan baik ketika ia berusia 6 bulan.

Akan tetapi, ada juga yang belum menunjukkan tanda-tanda ia bisa duduk.

Bayi 6 bulan belum bisa duduk ini tentu membuat sebagian besar khawatir.

Sebenarnya, Moms dan Dads tidak perlu khawatir karena hal ini adalah hal yang normal.

Kemampuan duduk tanpa bantuan biasanya mulai dikuasai bayi antara usia 7 hingga 9 bulan, walaupun ada beberapa yang lebih cepat menguasainya.

Jadi, jangan dulu panik jika si kecil belum bisa duduk di usia 6 bulan.

Baca juga: Kapan Bayi Bisa Duduk? Ini Jawabannya, Beserta Tips untuk Melatih Bayi Belajar Duduk

Penyebab Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk

Penyebab Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk (Orami Photo Stocks)
Foto: Penyebab Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk (Orami Photo Stocks)

Bila bayi belum bisa duduk sendiri pada usia 9 bulan, periksa ke dokter anak segera.

Kondisi yang ditunjukkan bayi ini bisa jadi menjadi tanda bayi mengalami keterlambatan keterampilan motorik kasar.

Selain belum bisa duduk, bayi juga mungkin menunjukkan tanda-tanda berikut ini.

  • Gerakan tubuhnya lemas (terkulai).
  • Ototnya mengalami kekakuan atau tegang.
  • Tidak memiliki kontrol kepala yang baik.
  • Tidak dapat memasukkan tangan ke mulut.

Baca juga: Tahap Perkembangan Motorik Anak dari Bayi hingga 12 Tahun

Tips Membantu Bayi 6 Bulan Agar Bisa Duduk

Tips Membantu Bayi 6 Bulan Agar Bisa Duduk (Orami Photo Stocks)
Foto: Tips Membantu Bayi 6 Bulan Agar Bisa Duduk (Orami Photo Stocks)

Jika bayi 6 bulan belum bisa duduk, Moms dan Dads bisa mendorongnya agar menguasai kemampuan ini lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diikuti.

1. Biarkan Bayi Bermain Bebas di Atas Lantai

Biasanya, sebelum menguasai kemampuan duduk, bayi lebih dulu menggulingkan tubuhnya.

Lebih banyak bermain di lantai, tidak hanya mengasah kemampuan ini, tapi juga menumbuhkan kemandirian pada Si Kecil dalam mengatur tubuhnya untuk duduk.

Moms dan Dads setidaknya 2 atau 3 kali sehari membiarkan Si Kecil bermain bebas di atas lantai.

2. Manfaatkan Penyangga Duduk

Cara kedua untuk membantu anak 6 bulan belum bisa duduk agar lebih mahir mengembangkan kemampuan ini adalah menyediakan alat penyangga duduk.

Duduk dengan penyangga di kereta dorong saat berjalan-jalan di lingkungan sekitar adalah cara yang sangat baik untuk mengembangkan minat bayi Anda untuk duduk.

Saat berjalan-berjalan, tunjukkan semua hal baru yang bisa dia lihat dari posisinya yang tegak, dari kucing dan mobil hingga orang yang lewat serta bayi lain di kereta bayi.

Begitu juga ketika mengajaknya bermain di lantai.

Walaupun ia dibebaskan untuk bergerak, tak ada salahnya memosisikan Si Kecil untuk duduk di antara kedua kaki Moms dan Dads.

Keberadaan Moms dan Dads bisa menjaganya kalau ia tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat duduk.


3. Sediakan Pegangan atau Bantal Penahan Jatuh

Semakin sering bayi berlatih duduk dengan bantuan, semakin besar kemungkinan dia mencoba duduk sendiri tanpa kursi duduk atau orang tuanya untuk menopangnya.

Cara ini semakin bisa merangsang bayi untuk duduk dengan mandiri.

Saat Si Kecil belajar duduk, letakkan ia di atas selimut bayi atau tikar empuk untuk melindunginya dari jatuh.

Duduklah di dekatnya sehingga Moms dan Dads dapat menangkapnya jika ia jatuh ke belakang.

4. Gunakan Mainan

Cara terakhir yang bisa dilakukan agar bayi 6 belum bisa duduk lebih mahir untuk duduk adalah memanfaatkan mainan bayi.

Coba letakkan mainan di depan kaki bayi saat dia duduk, dan ia mungkin akan bertumpu pada tangannya saat dia memainkannya.

Moms juga bisa meletakkan mainan di dekat bagian atas kakinya untuk menarik perhatiannya.

Kemudian, angkat mainan setinggi matanya. Ia akan meraihnya sambil duduk dan bahkan mungkin bisa tetap duduk tanpa goyah.

5. Ikuti Perawatan Dokter

Jika bayi memang memiliki masalah kesehatan yang menghambat kemampuannya untuk duduk, perawatan dokter diperlukan.

Dalam hal ini, Moms dan Dads tidak hanya bekerja sama dengan dokter anak, tapi juga dengan terapis anak.

Ikuti terapi ini secara rutin, hingga ia benar-benar bisa menguasai keterampilan ini dengan baik secara mandiri.

Kapan Sebaiknya Dibawa ke Dokter?

Bayi 6 bulan belum bisa duduk adalah hal yang memerlukan perhatian, dan dalam beberapa kasus, orang tua perlu membawa Si Kecil ke dokter.

Berikut adalah tanda kapan orang tua harus membawa bayi ke dokter.

1. Tidak Menunjukkan Tanda-tanda Persiapan untuk Duduk

Bayi Duduk Bermain
Foto: Bayi Duduk Bermain (Freepik.com/azerbaijan-stockers)

Jika bayi tidak menunjukkan kemajuan atau tanda-tanda persiapan untuk duduk, maka perlu diperiksakan ke dokter.

Tanda-tanda itu seperti kemampuan untuk menopang kepala dengan baik atau melakukan gerakan tubuh yang koordinatif, ya Moms.

2. Gejala lain yang Mengkhawatirkan

Jika bayi menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, maka sebaiknya segera dibawa ke dokter, ya Moms.

Gejala tersebut bisa seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri yang tidak biasa
  • Perubahan perilaku yang signifikan.

Kondisi tersebut merupakan tanda bahwa adanya masalah kesehatan pada Si Kecil.

3. Konsultasi dengan Dokter

Jika bayi 6 bulan belum bisa duduk membuat Moms dan Dads sangat khawatir, maka sebaiknya langsung dibawa ke dokter.

Moms bisa menanyakan seputar perkembangan bayi ke dokter anak untuk dapat diberikan pandangan dari dokter.

4. Evaluasi Medis

Untuk memastikan apakah bayi 6 bulan belum bisa duduk merupakan masalah kesehatan, Moms juga harus segera bawa ke dokter.

Dokter akan memantau riwayat perkembangan bayi dengan melakukan pemeriksaan fisik hingga melihat kemampuan motorik Si Kecil.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes tambahan seperti tes darah atau pencitraan medis.

Moms, setiap perkembangan bayi memiliki cara yang unik, jadi tidak semua bayi memiliki timeline perkembangan yang sama.

Namun, jika kondisi bayi 6 bulan belum bisa duduk terlihat mengkhawatirkan dan membuat Moms cemas, sebaiknya dibawa ke dokter.

Hal ini bisa membantu dalam memastikan bahwa bayi dalam kondisi baik-baik saja dan tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Bayi 0–12 Bulan, Perhatikan Pertumbuhan Anak dengan Cermat, ya Moms!

Jadi, sudah tahu kan Moms apa yang harus dilakukan saat bayi 6 bulan belum bisa duduk?

  • https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-6mo.html
  • https://www.verywellfamily.com/your-6-month-old-baby-development-and-milestones-4172585
  • https://www.healthline.com/health/parenting/when-can-babies-sit-up#Baby-milestones:-Sitting
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/sit-up/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb