15 Oktober 2019

Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya!

Simak yuk Moms untuk bisa menanganinya dengan tepat

Tuberkulosis (TBC) adalah infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Paling sering menginfeksi paru-paru, tetapi juga dapat menyerang bagian lain dari tubuh, seperti tulang, ginjal, dan otak.

Sebagaimana dikutip dari situs BabyCenter, TBC memiliki dua tahap yakni infeksi TBC dan penyakit aktif TBC. Jika bayi memiliki infeksi TBC, ia memiliki sejumlah kecil kuman TBC dalam tubuhnya, tetapi sistem kekebalannya mencegah munculnya gejala.

Sementara setelah menjadi penyakit aktif tuberkulosis pada bayi, kuman telah berlipat ganda dan gejalanya lebih mungkin dikenali.

Apa Saja Gejala Tuberkulosis pada Bayi?

Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya! 1.jpg
Foto: Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya! 1.jpg

Foto: dondinpic.pw

“Sebagian besar bayi yang terinfeksi TBC tidak menunjukkan gejala,” kata Jeffrey Kahn, MD, direktur Pediatric Infectious Disesase di Children’s Medical Center di Dallas, seperti dikutip dari The Bump. “Hanya sebagian kecil yang memiliki penyakit aktif, yang ditandai dengan gejala seperti batuk, penurunan berat badan dan keringat malam.”

Batuk yang terus menerus adalah gejala klasik TBC, tetapi sulit membedakan antara batuk TBC dan batuk yang disebabkan oleh sesuatu yang lain seperti batuk pilek, asma, atau batuk rejan.

Dr Kahn menyarankan orang tua dari bayi dengan batuk yang tidak sembuh dalam waktu lama untuk membawa buah hatinya ke dokter untuk dievaluasi.

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

Bagaimana Cara Mencegah Penularan TBC pada Bayi?

Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya! 2.jpeg
Foto: Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya! 2.jpeg

Foto: rxdx.in

Dalam laman MSD Manual disebutkan bahwa di negara-negara maju dokter biasanya memberikan isoniazid antibiotik kepada bayi yang terpapar infeksi TBC aktif, meskipun mereka tidak sakit. Obat ini membantu mencegah infeksi menjadi aktif.

Di banyak negara berkembang, di mana risiko terkena TBC lebih tinggi, bayi baru lahir secara rutin diberikan vaksin yang disebut bacille Calmatte-Guérin (BCG) untuk membantu mencegah tuberkulosis pada bayi.

Di negara maju dokter biasanya tidak menyarankan pemberian vaksin BCG karena risiko infeksi yang lebih rendah.

Di Indonesia, vaksin BCG termasuk bagian dari imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan pada bayi ketika mereka berusia 1 bulan.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

Bagaimana Perawatan dan Pengobatan Tuberkulosis pada Bayi?

Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya! 3.jpg
Foto: Bayi Bisa Tertular Tuberkulosis, Kenali Gejalanya! 3.jpg

Foto: nyulangone.org

Menurut KidsHealth, perawatan dan pengobatan untuk tuberkulosis pada bayi dapat dilakukan melalui rawat inap. Karena dokter perlu melakukan evaluasi awal dan pengobatan TBC, terutama jika:

  • Usia bayi masih sangat muda
  • Ada reaksi obat yang parah
  • Ada penyakit lain yang menyertai TBC

Baca Juga: Jangan Panik Dulu Jika Si Kecil Kena TBC Anak, Ini Cara Menanganinya

Namun, sebagian besar bayi dengan TBC dapat dirawat sebagai pasien rawat jalan dan dirawat di rumah dengan pemberian obat oral.

Meskipun pengobatan mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan semua tahapannya, sangat penting bahwa pengobatan lengkap harus diambil agar TBC pada bayi dapat disembuhkan.

Tuberkulosis dapat menular ketika bakterinya melayang di udara dan dapat dihirup orang lain. Secara umum, bayi dan anak-anak dianggap tidak menular, dan biasanya mendapatkan infeksi dari orang dewasa yang terinfeksi.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.