17 Juli 2019

Bayi Keracunan Air Ketuban, Mungkinkah?

Faktanya bayi mendapatkan asupan nutrisi dari air ketuban

Moms yang sedang hamil, patut menjaga kesehatan diri sendiri dan si buah hati. Jika tidak dijaga, bukan tidak mungkin berbagai bahaya kehamilan akan mengintai dan akhirnya malah menyerang kita dan calon bayi kita.

Mungkin Moms pernah mendengar tentang keracunan air ketuban. Masalah kehamilan ini merupakan suatu kejadian yang langka. Namun kejadian ini tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi pada setiap ibu yang hamil.

Akibat paling berbahaya dari hal ini adalah bayi bisa mengalami kematian di dalam kandungan maupun sesaat setelah dilahirkan. Tapi apakah benar keracunan air ketuban itu benar adanya? Yuk kita simak penjelasan ahli Moms.

Baca Juga: 9 Fakta Seputar Air Ketuban

Apa Benar Ada Keracunan Air Ketuban?

newborn-behaviour-nutshell.jpg
Foto: newborn-behaviour-nutshell.jpg

Foto: raisingchidren.net.au

“Istilah keracunan air ketuban sebetulnya kurang tepat, karena air ketuban sejatinya adalah cairan alamiah yang melindungi bayi dalam kandungan dan tidak mengandung racun,” kata dr. Cut Nurul Hafifah, dokter spesialis anak di RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Selain itu, bayi di dalam rahim kita juga mendapatkan asupan nutrisi melalui air ketuban. Jadi secara umum, janin memang harus meminum air ketuban, maka tidak tepat jika menggunakan istilah keracunan air ketuban.

Namun demikian, pada saat bayi mengalami stres saat proses persalinan, ia akan mengeluarkan mekonium (tinja bayi) ke cairan ketuban, sehingga keduanya bercampur menjadi satu. Air ketuban yang tercampur dengan mekonium ini terhirup dan masuk hingga ke paru-paru bayi.

Air ketuban yang terhirup ini pada akhirnya akan menimbulkan komplikasi yang dikenal dengan sindrom aspirasi mekonium, yaitu janin mengalami kesulitan bernapas setelah lahir, hingga akhirnya menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga: Faktor Penyebab Air Ketuban Menyusut di Dalam Rahim

Pencegahan Sindrom Aspirasi Mekonium

keracunan air ketuban, sindrom aspirasi mekonium
Foto: keracunan air ketuban, sindrom aspirasi mekonium

Foto: healthline.com

Sindrom aspirasi mekonium ini biasanya terjadi karena Moms mengalami komplikasi kehamilan, seperti hipertensi, preeklampsia, hingga infeksi vagina.

Sedangkan faktor eksternal seperti konsumsi narkoba dan merokok juga dapat menyebabkan terjadinya sindrom aspirasi mekonium. Cairan amnion yang terkontaminasi dengan mekonium bisa diserap oleh bayi sebelum atau selama persalinan ibu.

“Untuk mencegah hal ini terjadi diperlukan pemantauan selama proses persalinan yang baik dan pendampingan proses kelahiran oleh tenaga kesehatan yang terlatih, serta bila diperlukan penggunaan alat bantu napas, seperti ventilator,” ucap dr. Cut Nurul Hafifah.

Baca Juga: Waspada! Ini yang Akan Terjadi Jika Ketuban Pecah Dini

Jadi sebenarnya, keracunan ketuban itu tidak ada Moms. Yang ada adalah sindrom aspirasi mekonium. Jika ditangani dengan tepat, Si Kecil tidak akan mengalami masalah serius.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.