Scroll untuk melanjutkan membaca

JALAN-JALAN
30 September 2022

Mengulik Wisata Benteng Vastenburg, Saksi Bisu Sejarah Kolonial Belanda

Benteng militer dan pertahanan yang menjadi cagar budaya
Mengulik Wisata Benteng Vastenburg, Saksi Bisu Sejarah Kolonial Belanda

Benteng Vastenburg adalah salah satu benteng yang bisa dijumpai di Jawa Tengah, tepatnya di Surakarta.

Bangunan benteng ini terlihat sangat kokoh dan besar dengan arsitektur bangunan yang unik ala kolonial Belanda sehingga saat datang ke sana akan terasa suasana zaman dulu.

Meski terlihat apik, bangunan Benteng Vastenburg telah menjadi saksi bisu pada era penjajahan kolonial Belanda.

Baca Juga: 8 Film Indonesia Tayang Oktober 2022 di Bioskop, Ada Sri Asih hingga Hello Ghost!

Sejarah Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg Dahulu

Foto: Benteng Vastenburg Dahulu (Wikipedia.org)

Benteng Vastenburg didirikan oleh seorang gubernur Belanda bernama Baron Van Imhoff pada tahun 1745.

Proses pembangunan benteng ini diperkirakan memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 30 tahun lebih dan baru selesai pada tahun 1775.

Awalnya, benteng ini diberi nama yang berasal dari bahasa Belanda yakni benteng Grootmoedigheid.

Kemudian, waktu pun berlalu dan benteng ini memiliki perubahan nama menjadi Benteng Vastenburg, suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu istana yang di sekitarnya sudah dikelilingi oleh tembok yang kuat.

Tujuan awal dibentuknya benteng ini yaitu untuk mempertahankan Belanda dari Keraton Surakarta serta mengawasi keraton itu.

Di sekitar benteng, bangunan ini dikelilingi parit yang mengitari sepanjang tembok di sampingnya.

Parit tersebut berfungsi untuk melindungi benteng sebab parit ini mampu membuat musuh merasa kewalahan untuk menyusup ke dalam benteng tersebut.

Setelah kemerdekaan Indonesia diresmikan, pihak Belanda pun mengabaikan keberadaan benteng ini dan pergi kembali pada negaranya.

Karena tidak memiliki penguasa lagi, maka pemerintah Indonesia pun menjadikan tempat ini sebagai markas untuk TNI.

Sayangnya, setelah tahun 1980-an benteng ini tidak digunakan dan ditelantarkan.

Akan tetapi, pada tahun 2010 benteng ini pun mengalami renovasi dan beberapa tempat yang dirasa kurang menarik diubah agar tampak berfungsi lagi.

Kemudian, gubernur pada periode tersebut pun meresmikan keberadaan benteng ini dan fungsinya pun beralih menjadi salah satu situs cagar budaya yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

Baca Juga: 9 Cara Memakai Kondom dengan Benar dan Tips Menggunakannya, Bisa Tambah Pelumas!

Fungsi Benteng Vastenburg

Bangunan Benteng Vastenburg

Foto: Bangunan Benteng Vastenburg (Bob.kemenparekraf.go.id)

Adapun fungsi Benteng Vastenburg, yaitu:

1. Fungsi Awal Pembangunan Benteng Vastenburg

Fungsi awal dari pembangunan benteng ini untuk membantu kolonial Belanda mengawasi daerah Surakarta.

Terutama Kesultanan Surakarta yang masa itu dipegang oleh Sunan Pakubuwana III.

Dengan adanya benteng dan pasukan kolonial di sana, maka pergerakan Keraton Kesultanan Surakarta Hadiningrat.

Kantor residen Surakarta Hadiningrat diletakkan di dalam benteng dengan tujuan kolonial Belanda bisa mengontrol kepemerintahan yang ada di Surakarta.

Meski pada tahun 1896, kantor residen Surakarta Hadiningrat dibuatkan bangunan baru dan tidak lagi berada di dalam lingkungan benteng.

Namun, bukan berarti proses pembangunan dari Benteng Vastenburg berhenti.

Kolonial Belanda terus dilakukan menambah bangunan di dalam benteng untuk memperkuat kedudukan mereka di Surakarta.

Di tahun 1891, bangunan benteng ini kembali direnovasi dengan ditambahkan beberapa bangunan lagi, seperti kandang kuda untuk pasukan kavaleri kota.

Saat Indonesia merdeka di tahun 1945, bangunan benteng digunakan sebagai markas Tentara Nasional Indonesia (TNI).

2. Benteng Vastenburg Menjadi Cagar Budaya

Di tahun 1970-an hingga 1980-an, Benteng Vastenburg berubah fungsinya menjadi markas pusat Brigade Infanteri 6/ Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sekitarnya.

Memasuki tahun 2000-an, bangunan benteng ini sempat terbengkalai karena terjadi sengketa dan konflik kepemilikan antara pihak swasta dengan pemerintah.

Untung saja, kepemilikan dikembalikan lagi ke pemerintah setempat dan konflik tersebut bisa terselesaikan dengan baik.

Pada tahun 2010, bangunan ini akhirnya ditetapkan menjadi Situs Cagar Budaya.

Hanya saja akibat dari sengketa tersebut, bangunan benteng sempat terbengkalai.

Di tahun 2014, terjadi restorasi dan pemugaran terhadap benteng ini sehingga tampilannya menjadi lebih bagus.

Sejak di restorasi, Benteng Vastenburg menjadi lebih populer dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Baca Juga: 4 Doa Panjang Umur, Insya Allah Diberikan Karunia dan Keberkahan di Setiap Perjalanan Usia

Arsitekur Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg

Foto: Benteng Vastenburg (Pinterest.com)

Jika dilihat dari segi arsitekturnya, bangunan Benteng Vastenburg terlihat sangat megah dan kokoh dari luarnya.

Tipikal benteng ala kolonial Belanda yang juga bisa kita temukan di kota-kota Indonesia lainnya, seperti Benteng Vredeburg yang ada di Yogyakarta.

Bangunan depan benteng ini memiliki tinggi hingga mencapai 7-8 meter dengan tembok setinggi 6 meter berbentuk bujur sangkar yang mengelilinginya.

Terdapat gerbang utama berbahan besi dengan dua arca yang diletakkan di samping pilar-pilarnya.

Sedangkan pada bagian atasnya terdapat lima jendela berbahan kayu dengan desain ala Eropa.

Bahan dasar pembuatan dari bangunan Benteng Vastenburg adalah batu bata sehingga bangunan menjadi kokoh.

Di setiap sudutnya terdapat penonjolan yang disebut bastion yang berfungsi sebagai pertahanan.

Di sekeliling tembok depan benteng ada selokan yang dalam dengan penghubung ke gerbang depan berupa jembatan gantung.

Tujuan dibuatnya supaya musuh tidak mudah masuk ke dalam area benteng.

Namun, saat ini jembatan tersebut tidak ada lagi dan yang tersisa hanya selokan yang dangkal.

Memasuki area dalam depan dari benteng ini, akan ada lapangan yang luas yang dulunya digunakan sebagai apel upacara bendera atau persiapan pasukan.

Selain itu ada sekitar tujuh bangunan asrama yang mengelilingi benteng dan digunakan sebagai tempat tinggal perwira.

Baca Juga: 17+ Objek Wisata Trawas Mojokerto, Serunya Berpetualang Sambil Belajar Sejarah!

Daya Tarik Benteng Vastenburg

Gedung Benteng Vastenburg

Foto: Gedung Benteng Vastenburg (Museumnusantara.com)

Ada berbagai daya tarik yang dimiliki oleh Benteng Vastenburg, beberapa di antaranya:

1. Dipenuhi Pepohonan yang Asri

Benteng Vastenburg ini juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat wisata ketika ingin melakukan relaksasi sebab benteng ini sudah dipenuhi oleh pepohonan yang sangat asri.

Pepohonan tersebut mengelilingi area benteng dan ukurannya pun bervariasi, sehingga dijamin pengunjung tidak akan merasa kepanasan ketika berada di tempat ini.

Bahkan, ada beberapa pohon tersebut yang usianya sudah sangat tua namun tetap kokoh berdiri melindungi benteng.

Hal itu tentu saja menambah daya tarik tersendiri bagi benteng ini, dan pengunjung yang ingin bersantai dalam suasana yang teduh dapat menjadikan tempat ini sebagai pilihan yang tepat.

2. Suasana yang Tenang

Karena Benteng Vastenburg tidak terlalu banyak dikunjungi oleh wisatawan, hal tersebut menjadikan benteng ini memiliki suasana yang cukup tenang.

Berbeda dengan tempat wisata lainnya yang terlalu ramai dan sesak, pengunjung yang berada di dalam benteng ini akan dimanjakan dengan suasana damai dan menyejukkan yang jarang ditemui.

Suasana tenang tersebut diperkuat dengan semilir angin yang berhembus dengan segar pada benteng ini.

Terkadang, pengunjung pun bisa menemui beberapa hewan yang sedang santai dan mengkonsumsi rumput di dalam benteng.

Baca Juga: Tubektomi, Kontrasepsi Permanen untuk Wanita: Prosedur, Keuntungan, hingga Efek Sampingnya

3. Penuh Nilai Sejarah

Benteng yang satu ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Pengunjung dapat melihat bagaimana bentuk arsitektur pada beberapa abad lalu dengan mengunjungi benteng ini dan membayangkan sendiri bagaimana bisa orang-orang pada masa lalu mampu membangun benteng tersebut dengan begitu jeli.

Karena hal tersebutlah, Benteng Vastenburg bisa menjadi surga bagi pengunjung yang memang menyukai dan penasaran mengenai sejarah yang ada di Indonesia.

Dengan mempelajari sejarah secara langsung, maka kita akan mengetahui sendiri peristiwa tersebut dan mengambil hikmah secara tepat sehingga masa sekarang bisa dilalui tanpa melakukan kesalahan yang fatal seperti zaman dahulu.

4. Terdapat Lapangan Luas

Pada benteng bersejarah ini sudah tersedia sebuah lapangan yang ukurannya cukup luas.

Lapangan tersebut bahkan tidak kalah saing dengan lapangan yang biasanya ada di dalam stadion olahraga sebab panjang dan ukurannya yang memang sangat memukau.

Pada beberapa hari tertentu, lapangan tersebut dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk membawa hewan ternaknya dan membiarkan hewan tersebut mengkonsumsi rumput yang ada di dalamnya.

Tidak hanya itu saja, namun pada beberapa kesempatan lapangan ini juga biasa dimanfaatkan untuk mengadakan konser atau kegiatan lain yang cukup mewah.

5. Spot Foto yang Unik

Daya tarik terakhir yang dimiliki oleh Benteng Vastenburg yaitu benteng ini memiliki spot foto yang cukup unik dan bervariasi.

Hal tersebut tentu saja sangat menarik perhatian pengunjung yang masih muda sebab mereka akan mencari tempat wisata yang menyajikan berbagai macam spot untuk berfoto bersama dengan teman-temannya.

Selain unik, pepohonan yang rindang di dalam benteng ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai background ketika ingin berfoto.

Ketika berfoto di dalam tempat ini, maka dijamin hasil foto tersebut sangat menarik dan cocok untuk diunggah pada jejaring media sosial tertentu.

Baca Juga: 8 Cara Mencegah Diare Karena Makanan Pedas, Cocok untuk Anak Hingga Ibu Hamil

Lokasi dan Rute Perjalanan Benteng Vastenburg

Spot Foto di Benteng Vastenburg

Foto: Spot Foto di Benteng Vastenburg (Instagram.com/ahmadi_syamsiar)

Lokasi dari Benteng Vastenburg sangat mudah untuk dijumpai.

Benteng ini ada di Jalan Jenderal Soedirman, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57133.

Rute perjalanan untuk menuju ke Benteng Vastenburg, mulai dari dari arah pusat kota Surakarta, ambil Jalan Brigjen Slamet Riyadi menuju ke arah ke Jalan Jendral Soedirman.

Jika naik kendaraan umum, naik bis Batik Solo Trans Koridor 1 dengan rute Bandara Adisumarmo-Palur.

Nantinya turun di halte Gladak/PSG/Benteng Vastenburg.

Dari sana Moms cukup berjalan kaki sekitar 50 meter atau 5 menit saja untuk sampai di lokasi.

Tempat wisata ini sebenarnya hanya berjarak 2,5-3 km saja dari Stasiun Balapan.

Sedangkan dari Terminal Tirtonadi berjarak sekitar 5 km.

Kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk sampai hanya sekitar 10-15 menit saja jika naik kendaraan pribadi.

Baca Juga: Tips Memilih Lipstik untuk Remaja, Ada Rekomendasi Produknya Juga!

Jam Buka dan Tiket Masuk Benteng Vastenburg

Aktivitas di Bentang Vastenburg

Foto: Aktivitas di Bentang Vastenburg (Instagram.com/ahmadfauzienur)

Untuk jam bukanya, Benteng Vastenburg buka selama 24 jam setiap harinya karena bagian gerbang luar benteng selalu terbuka.

Hanya saja, untuk masuk ke bagian dalam benteng hanya dibuka sampai pukul 17.00 saja.

Buat yang ingin datang ke tempat wisata sejarah ini, harga tiket masuknya sangat murah.

Moms cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp2.000 untuk orang dewasa dan Rp1.000 untuk anak-anak.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual serta Gejalanya, Termasuk Sifilis dan Herpes

Ternyata, perjalanan sejarah dari Benteng Vastenburg ini memang penuh dengan perjuangan.

Apakah tertarik ingin datang melihat langsung ke sana?

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_Vastenburg
  • https:///benteng-vastenburg/
  • https://bob.kemenparekraf.go.id/30278-profil-wisata-edukasi-benteng-vastenburg-kota-solo/