18 Desember 2019

Biduran pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit ini umum terjadi pada Si Kecil

Bayi masih memiliki kulit yang halus dan lembut, karena itu wajar jika kulit bayi cenderung sensitif dan rentan mengalami masalah tertentu. Salah satunya adalah biduran pada bayi.

Sebagai orang tua, Moms mungkin merasa khawatir bila Si Kecil mengalami penyakit biduran, karena hal ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman.

Mengutip The Royal Children's Hospital Melbourne, biduran merupakan bercak merah pada kulit yang terbentuk secara berkelompok di ragam bagian tubuh, dan dapat terlihat seperti gigitan nyamuk.

Biduran seringkali terasa gatal, tetapi terkadang juga bisa memiliki sensasi yang menyengat. Ketahui lebih lanjut tentang kondisi biduran pada bayi berikut ini.

Penyebab Biduran pada Bayi

biduran pada bayi-1.jpg
Foto: biduran pada bayi-1.jpg (goodtoknow.co.uk)

Foto: goodtoknow.co.uk

Biasanya, biduran adalah tanda reaksi alergi terhadap hal-hal seperti makanan atau sengatan serangga. Biduran pada bayi terjadi karena ragam penyebab yang bisa berbeda-beda tiap anak.

Menurut jurnal Allergy, Asthma & Immunology Research, pemicu atau penyebab biduran akut pada anak-anak termasuk infeksi, obat-obatan, dan makanan, sementara biduran spontan akut sering terjadi pada anak-anak usia lebih muda.

Infeksi tampaknya menjadi penyebab biduran pada bayi dan anak-anak yang lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa. Menurut Seattle Children's, ada terjadi biduran diklasifikasikan menjadi dua.

Baca Juga: Biduran Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Penyebab Biduran yang Tersebar

Biduran bisa tersebar ke bagian tubuh lain, atau hanya terjadi di satu titik lokasi tertentu. Ada hal-hal yang menyebabkan biduran tersebar luas.

1. Infeksi Virus

Penyebab paling umum dari biduran di seluruh tubuh adalah infeksi virus. Gejala lain seperti demam, batuk atau diare juga dapat terjadi. Biduran bisa bertahan 3 hari.

2. Infeksi Bakteri

Beberapa infeksi bakteri juga dapat menyebabkan biduran. Biduran juga terlihat sebagai gejala dari infeksi kandung kemih (ISK).

3. Reaksi Makanan

Terjadi biduran karena reaksi makanan karena kemungkinan terjadi alergi atau kebetulan.

Jika makanan tersebut berisiko sebabkan alergi lebih tinggi (seperti kacang tanah), konsultasikan dengan ahli alergi. Terbentuknya biduran pada bayi dari makanan biasanya sembuh dalam 6 jam.

4. Sengatan Serangga

Biduran yang meluas setelah sengatan serangga mungkin merupakan bagian dari reaksi alergi yang serius. Sebaiknya, konsultasi dengan ahli alergi.

5. Reaksi Anafilaksis

Ini terjadi dengan secara tiba-tiba timbulnya rasa gatal dengan kesulitan bernapas atau menelan. Reaksi anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah terhadap makanan atau obat alergi.

Penyebab Biduran Lokal

Selain itu, ada juga kondisi di mana hanya terjadi dalam satu area tertentu dan tidak tersebar ke bagian tubuh lain. Berikut hal yang menjadi penyebabnya.

1. Iritasi

Biduran yang hanya terjadi di satu tempat biasanya karena kontak dengan iritasi kulit. Penyebab ini bukan merupakan reaksi dari alergi.

2. Tanaman

Banyak tanaman menyebabkan reaksi kulit. Getah dari pepohonan dapat menyebabkan biduran. Selain itu, biduran juga dapat terjadi karena serbuk sari, apalagi jika Si Kecil gemar bermain di rumput dan bersentuhan pada kulit.

3. Air Liur Peliharaan

Beberapa orang bisa mengalami biduran di lokasi di mana anjing atau kucing menjilati mereka.

4. Makanan

Biduran pada bayi dapat terjadi jika beberapa jenis makanan digosokkan pada kulit. Contohnya, buah segar. Rasa gatal di sekitar mulut Si Kecil karena mengeluarkan air liur untuk makanan baru.

5. Gigitan Serangga

Tak berbeda dengan tersebarnya lokal adalah reaksi terhadap air liur serangga. Bisa sangat besar tanpa alergi. Selain itu, biduran bisa disebabkan oleh sengatan lebah, yang merupakan reaksi terhadap racun lebah.

Terjadinya biduran lokal tidak disebabkan oleh obat-obatan, infeksi, atau makanan yang tertelan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari?

Gejala Biduran pada Bayi

biduran pada bayi-2.jpg
Foto: biduran pada bayi-2.jpg (2bstronger.com)

Foto: 2bstronger.com

Ciri-ciri atau gejala biduran pada bayi yang utama dan menonjol adalah rasa gatal-gatal. Sebuah biduran dapat memiliki kondisi berikut ini:

  • Pusat biduran yang berwarna pucat, dengan kondisi di sekitarnya berwarna merah muda
  • Muncul dalam berkelompok
  • Berubah bentuk dan lokasi dalam hitungan jam
  • Terlihat seperti gigitan nyamuk
  • Ukuran bervariasi dari 12 mm, hingga beberapa cm
  • Gatal, menyengat, atau menyebabkan sensasi terbakar

Seseorang yang juga menderita angioedema (pembengkakan yang sering terjadi akibat reaksi alergi) mungkin mengalami pembengkakan, kulit kemerahan, atau benjolan besar di sekitar mata, bibir, tangan, kaki, alat kelamin, atau tenggorokan.

Gejala lain dari biduran pada bayi dapat berupa mual, muntah, atau sakit perut. Pada biduran sebagai tanda reaksi anafilaksis, akan terjadi gangguan pernapasan, penurunan tekanan darah, pusing, atau pingsan.

Diagnosis Biduran pada Bayi

biduran pada bayi-3.jpg
Foto: biduran pada bayi-3.jpg (twitter.com)

Foto: twitter.com

Mengutip KidsHealth.org, sebagian besar penanganan biduran pada bayi terlebih dahulu dilakukan dengan mendiagnosis gatal-gatal, dengan melihat kulitnya.

Untuk menemukan penyebabnya, dokter mungkin akan menanyakan tentang riwayat kesehatan anak , penyakit baru-baru ini yang dialami, obat-obatan yang dikonsumsi, paparan alergen, dan stres harian.

Jika Si Kecil menderita biduran pada bayi yang kronis, dokter akan meminta orang tua untuk mencatat kegiatan harian bayi, seperti apa yang dimakan dan diminum anak, dan di mana gatal-gatal cenderung muncul di tubuh.

Tes diagnostik seperti tes darah, tes alergi, dan tes untuk mengesampingkan kondisi yang dapat menyebabkan gatal-gatal, mungkin dilakukan untuk menemukan penyebab pasti dari rasa gatal tersebut.

Untuk memeriksa biduran pada bayi, dokter dapat menaruh es di kulit anak untuk melihat bagaimana ia bereaksi terhadap dingin atau menempatkan kantong pasir atau benda berat lainnya di paha untuk melihat apakah tekanan akan menyebabkan rasa gatal.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Pengobatan Biduran pada Bayi

biduran pada bayi-4.jpg
Foto: biduran pada bayi-4.jpg (medicalnewstoday.com)

Foto: medicalnewstoday.com

Dalam banyak kasus, biduran pada bayi yang ringan tidak membutuhkan perawatan dan akan hilang dengan sendirinya.

Tetapi, bila ada pemicu yang pasti yang ditemukan, maka akan dilakukan pengobatan biduran untuk menghindarinya. Dokter dapat merekomendasikan obat antihistamin untuk memblokir pelepasan histamin dalam aliran darah dan mencegah terbentuk biduran.

Sementara, pada biduran kronis, dokter mungkin menyarankan resep obat tanpa kantuk, atau antihistamin yang dijual bebas setiap hari.

Namun, tidak semua bayi memiliki respons obat yang sama, jadi penting untuk bekerja sama dengan dokter untuk menemukan obat yang tepat untuk menyembuhkan biduran pada bayi.

Jika antihistamin tanpa rasa kantuk tidak bekerja, dokter mungkin menyarankan pemberian antihistamin yang lebih kuat, obat lain, atau kombinasi obat-obatan.

Pada kasus yang jarang terjadi, dokter dapat meresepkan pil steroid atau cairan untuk mengobati gatal-gatal kronis. Biasanya ini dilakukan hanya dalam waktu singkat (5 hari hingga 2 minggu) untuk mencegah efek samping steroid yang berbahaya.

Studi dalam JAMA Dermatology, menjelaskan bahwa biduran pada bayi penyakit yang seringkali jinak terjadi pada anak kecil, tetapi kadang-kadang cukup mengkhawatirkan untuk bisa membuat Si Kecil dirawat di rumah sakit.

Jadi, itu dia Moms penjelasan tentang penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatan biduran pada bayi yang bisa diketahui.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.