27 April 2020

Bolehkah Balita Minum Soda Water?

Apakah air berkarbonasi sama buruknya dengan soda manis?

Minuman soda manis sudah banyak diketahui memiliki efek buruk bagi kesehatan orang dewasa, apalagi anak-anak.

Tapi, bagaimana dengan air berkarbonasi tanpa pemanis? Bolehkah balita minum soda water?

Apa Itu Air Berkarbonasi?

Apa Itu Air Berkarbonasi, balita minum soda.jpg
Foto: Apa Itu Air Berkarbonasi, balita minum soda.jpg

Foto: Pixabay from Pexels

Air berkarbonasi – disebut juga club soda, air soda (soda water), sparkling water, seltzer water, atau fizzy water – dibuat dengan menambahkan karbon dioksida di bawah tekanan.

Beberapa produk mengandung bahan tambahan seperti sodium klorida, sodium bikarbonat, atau sejenisnya. Namun, air soda hampir selalu terdiri dari air dan karbon dioksida tanpa bahan aditif.

Dibanding soda manis, sparkling water jauh lebih tidak asam. Menurut studi di Journal of Oral Rehabilitation pada Agustus 2001, cola memiliki pH 2,5, sparkling water 5-6, sedangkan air putih (still water) memiliki pH 7 atau netral.

Soda mengandung asam fosforat yang kuat sampai bisa menghilangkan noda oksidasi pada koin, sedangkan sparkling water mengandung asam karbonat yang lemah. Bagaimanapun, air berkarbonasi yang mengandung perasa buah tanpa pemanis lebih asam dibanding sparkling water, namun tidak seasam soda manis.

Baca Juga: Selain Soda, 5 Minuman Ini Juga Tidak Baik Untuk Kesehatan Anak

Manfaat Air Berkarbonasi

Manfaat Air Berkarbonasi, balita minum soda.jpg
Foto: Manfaat Air Berkarbonasi, balita minum soda.jpg

Foto: Pixabay from Pexels

Menurut Anita Mirchandani, RD, pakar diet dari Amerika Serikat, sparkling water awalnya dibuat untuk membantu pencernaan.

Sebuah penelitian yang dimuat di European Journal of Gastroenterology & Hepatology pada tahun 2002 membuktikan bahwa ada peningkatan kondisi pada pasien dispepsia dan konstipasi yang meminum sparkling water dibandingkan pasien yang mengonsumsi air biasa.

Selain itu, air yang mengandung gelembung bisa menjadi alternatif menarik bagi orang yang bosan minum air biasa.

Tapi, itu pada orang dewasa. Lantas, apakah manfaat yang sama juga dirasakan jika balita minum soda?

Baca Juga: Kenapa Minuman Bersoda Tidak Baik untuk Kesehatan Anak?

Balita Minum Soda, Ini Efek Buruknya

Balita Minum Soda, Ini Efek Buruknya.jpg
Foto: Balita Minum Soda, Ini Efek Buruknya.jpg

Foto: adhadimodh from Pixabay

1. Sakit Perut

Karbonasi pada sparkling water berasal dari gas. Ini bisa menyebabkan muntah dan sendawa berlebihan, sakit perut akibat gas, dan rasa tidak nyaman pada balita yang perutnya masih berkembang.

2. Membebani Ginjal Si Kecil

Air soda seringkali mengandung sodium. Sebenarnya zat ini bisa diproses oleh tubuh. Namun, terlalu banyak sodium yang masuk ke tubuh bisa membebani kerja ginjal. “Bisa jadi sedikit berat untuk ginjal anak,” kata Mirchandani.

3. Mengikis Enamel Gigi

Meski tak separah soda, air berkarbonasi juga bersifat asam dan bisa mengikis enamel gigi.

“Menurut saya, anak di bawah tujuh tahun seharusnya tidak minum air berkarbonasi. Jelas lebih merusak gigi dibanding air biasa atau jus apel,” Mirchandani berpendapat.

Baca Juga: Hati-Hati Soda Diet Berpotensi Membahayakan Kesehatan Juga

4. Membuat Anak Tertarik pada Soda

Situs web babycenter.com menyebutkan, salah satu alasan air berkarbonasi tidak disarankan bagi anak-anak adalah, saat Si Kecil sudah nyaman meminum sparkling water, ia akan lebih mudah tergiur meminum air soda berperasa atau soda manis.

Padahal, minuman-minuman tersebut mengandung sodium, gula, perisa buatan, atau zat kimia lain dalam jumlah besar yang tidak baik bagi kesehatan tubuh maupun giginya.

Jika Si Kecil bosan minum air biasa dan Moms khawatir Si Kecil dehidrasi, Moms bisa menambahkan sedikit jus buah murni pada air putih.

Jadi, apakah berbahaya jika balita minum soda water sedikit saja? Sebenarnya tidak, namun berpotensi menimbulkan efek negatif jika Moms membiasakan Si Kecil minum air soda. Lagipula, tidak ada manfaat yang didapat dari konsumsi air berkarbonasi oleh anak-anak.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.