Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
29 Maret 2021

Bolehkah Puasa di Hari Jumat? Ini Penjelasannya!

Ada beberapa pertimbangan terkait bolehkah puasa di hari Jumat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dalam Islam, puasa tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja karena itu hukumnya wajib. Ada juga puasa lain yang hukumnya sunnah, baik yang terikat oleh waktu dan yang tidak. Meski begitu, masih ada keraguan tentang bolehkah puasa di hari Jumat.

Sebab, puasa yang tidak boleh dan haram adalah puasa yang dilakukan saat hari raya Idul Fitri, Idul Adha, hari Tasyriq, dan sebagainya. Pertanyaan bolehkah puasa di hari jumat juga bisa timbul karena Allah SWT juga menjadikan hari Jumat sebagai hari spesial bagi umat Islam.

Dalam sebuha hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ini (Jumat) adalah hari Id yang dijadikan Allah SWT untuk kaum Muslimin.” (HR Al-Thabarani).

Ini juga yang menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait bolehkah puasa di hari Jumat. Sebab pada dasarnya, puasa hanya terikat pada waktu-waktu tertentu dan bahkan memberikan manfaat untuk kesehatan.

Seperti yang ditemukan dalam Journal of Research in Medical Science yang mengatakan bahwa efek puasa selama Ramadhan pada sistem kekebalan tubuh sangat baik. Karena puasa Ramadhan tidak berdampak pada fungsi ginjal dan komponen urin.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang menjadi dasar penjelasan tentang bolehkah puasa di hari jumat yang dilandaskan kepada hadis Rasulullah SAW. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Mengajarkan Anak Berpuasa?

Bolehkah Puasa di Hari Jumat?

Bolehkah Puasa di Hari Jumat -1

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir NU Online, menurut sebagian ulama puasa hari Jumat dimakruhkan karena hari tersebut dianggap sebagai hari raya. Kemakruhan puasa di hari Jumat ini berlaku bila sebelum atau sesudahnya tidak melakukan puasa.

Pendapat ini merujuk pada salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya.” (HR Bukhari).

Makruh adalah salah satu hukum dalam Islam, yakni jika ada suatu perbuatan yang jika meninggalkannya akan lebih baik daripada mengerjakannya. Secara bahasa, pengertian makruh adalah ‘sesuatu yang dibenci’.

Dalam istilah Ushul Fiqh, kata makruh berarti sesuatu yang dianjurkan oleh syariat untuk meninggalkannya, dimana jika ditinggalkan akan mendapat pujian dan apabila dilanggar tidak berdosa. Beberapa perkara yang termasuk makruh adalah rokok dan makan yang berbau menyengat.

Perbedaan pendapat dari ulama mengenai bolehkah puasa di hari jumat ini dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaishil Jum’ah. Dalam kitab ini, Imam An-Nawawi, sebagaimana dikutip As-Suyuthi, menjelaskan:

“Pendapat yang paling shahih menurut madzhab kami dan ini termasuk pendapat jumhur ulama bahwa puasa hari Jumat makruh kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya. Sebagian pendapat mengatakan tidak makruh kecuali bagi orang yang terhalang ibadahnya lantaran puasa dan tubuhnya lemah.”

Berdasarkan pendapat di atas, jumhur ulama mengatakan makruh puasa hari Jumat bila tidak dibarengi puasa hari Kamis atau hari Sabtu. Ada juga pendapat yang mengatakan puasa tidak makruh kecuali bagi orang yang fisiknya lemah dan dikhawatirkan puasa membuatnya malas ibadah.

Selain perbedaan dalil, perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum puasa hari Jumat disebabkan oleh perbedaan mereka dalam memahami larangan puasa hari Jumat. Ada yang mengatakan puasa dimakruhkan pada hari itu karena hari raya; ada pula yang mengatakan puasa dimakruhkan karena hari Jum’at dianjurkan memperbanyak ibadah.

Ini disamakan dengan wukuf di Arafah; ada juga yang mengatakan puasa dimakruhkan karena untuk berbeda dengan kaum Yahudi. Orang Yahudi puasa pada hari raya mereka, sementara umat Islam dianjurkan untuk tidak puasa pada hari raya.

Penjelasan selanjutnya juga datang dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah khususkan malam Jum’at dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jum’at dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR Muslim).

Baca Juga: 5 Cara Menahan Lapar saat Puasa, Praktikkan Yuk!

Apa Maksud Larangan Puasa pada Hari Jumat?

Bolehkah Puasa di Hari Jumat -2

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa pandangan para ulama mengenai hal ini, yakni:

1. Menurut Imam Nawawi Rahimahullah

Beliau mengatakan: “Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab).

2. Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin Rahimahullah

Beliau berkata, “Jika seseorang berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian bukan maksud untuk pengkhususan karena hari tersebut adalah hari Jum’at namun karena itu adalah waktu longgarnya saat itu, maka pendapat yang tepat, itu masih dibolehkan.” (Syarhul Mumthi’).

3. Menurut Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimahullah

Beliau berkata: “Larangan mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dimaksudkan karena sebagian orang menyangka ada keutamaan disunnahkannya puasa pada hari tersebut. Dijelaskan di sini bahwa puasa pada hari Jum’at itu dilarang. Sebagaimana berpuasa pada hari ‘ied juga juga terlarang dan hari Jum’at juga adalah hari ‘ied pekanan.

Adapun perintah agar tidak puasa ketika itu adalah supaya kita kuat menjalani ibadah saat itu dan ada berbagai hikmah lainnya. Sebab larangan (‘illah) ini jadi hilang jika hari Jum’at tidak dikhususkan untuk puasa seperti dengan menambah puasa pada hari sebelum atau sesudahnya.

Atau dibolehkan juga jika berpapasan dengan kebiasaan puasa seperti bagi orang yang sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa (puasa Daud) atau bertepatan dengan puasa ayamul bidh (13, 14, 15 Hijriyah) dan semacamnya.” (Syarh ‘Umdatil Ahkam, hal. 366).

Baca Juga: Wajah Segar Saat Berpuasa, Simak 5 Tips Ini

Hukum Puasa Sunnah di Hari Jumat

Bolehkah Puasa di Hari Jumat -3

Foto: Orami Photo Stock

Pada dasarnya, berpuasa di hari Jumat hukumnya makruh. Terdapat sebuah hadis yang dijadikan dasar oleh para ulama mengenai kemakruhan berpuasa di hari Jumat ini. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Juwairiyah bint Al-Harits;

“Rasulullah SAW pernah menemuinya pada hari Jum’at dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda: ‘Apakah engkau berpuasa kemarin?’ ‘Tidak,’ jawabnya. ‘Apakah engkau ingin berpuasa besok?’ tanya beliau lagi. ‘Tidak,’ jawabnya lagi. ‘Batalkanlah puasamu’ kata Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadis ini, para ulama mengatakan bahwa hukum puasa sunnah di hari Jumat adalah makruh. Namun demikian, kemakruhan ini bisa gugur karena dua hal berikut;

  • Pertama, puasa pada hari Jumat yang didahului puasa di hari Kamis, atau disambung dengan puasa di hari Sabtu. Jika demikian, maka puasa di hari Jumat hukumnya boleh, tidak makruh. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari seperti telah disebutkan sebelumnya.
  • Kedua, jika hari Jumat bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti bertepatan dengan Puasa Arafah, Puasa Ayyamul Bidh, Puasa Dawud, dan lainnya. Jika demikian, berpuasa di hari Jumat hukumnya boleh, tidak makruh, bahkan disunnahkan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah seperti telah disebutkan di atas.

Semoga jawaban atas pertanyaan bolehkah puasa di hari Jumat ini tidak lagi membuat bimbang saat akan memutuskan melanjutkan puasa atau tidak.

Sumber

  • https://islam.nu.or.id/post/read/81337/hukum-puasa-hari-jumat
  • https://muslim.or.id/17883-larangan-puasa-pada-hari-jumat.html
  • https://bincangsyariah.com/ubudiyah/hukum-puasa-sunnah-di-hari-jumat/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4274578/#:~:text=Ramadan%20is%20a%20month%20of,may%20be%20affected%20by%20Ramadan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait