12 April 2023

Begini Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Beras dan Uang

Pastikan tahu berapa jumlah besaran zakat yang perlu dikeluarkan
Begini Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Beras dan Uang

Foto: Freepik.com/freepik

Dalam rukun Islam, zakat menjadi perkara wajib yang keempat bagi umat muslim. Oleh karenanya, Moms dan Dads wajib mengetahui cara menghitung zakat fitrah yang tepat.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan selama bulan Ramadan, sebagaimana hadis yang dikutip dari laman Muhammadiyah berikut ini.

"Rasulullah SAW telah mewajibkan Zakat Fitri di bulan Ramadan atas setiap jiwa dari kaum muslimin, baik orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki atau pun perempuan, anak kecil maupun dewasa, yaitu berupa satu sha kurma atau satu sha gandum," (H.R. Muslim).

Ketentuan zakat fitrah yang dibayarkan yaitu makanan pokok dengan bobot satu sha’. Sedangkan di Indonesia menurut pendapat Imam asy-Syafi'i, zakat fitrah yang dikeluarkan berupa beras setara ukuran 2,7 kg atau 3,0 liter.

Lantas, bagaimana cara menghitung zakat fitrah yang benar sesuai ketentuan syariat? Simak artikel berikut untuk mencari tahu jawabannya.

Baca Juga: Tata Cara Puasa Nazar dan Ketentuan, Wajib Tahu!

Perintah untuk Menunaikan Zakat Fitrah

Menunaikan Zakat
Foto: Menunaikan Zakat (Orami Photo Stocks)

Perintah untuk berzakat sudah amat jelas dalam firman Allah SWT berikut ini:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk,” (QS. Al-Baqarah: 43).

Bahkan,. diterangkan juga dalam ayat lainnya:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. At-Taubah: 103).

Mengingat ini termasuk perkara yang wajib, umat Islam yang tidak menunaikannya akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.

Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah SWT,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ  يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam,

lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu,” (QS. At Taubah: 34-35).

Baca Juga: Kandungan Surah Muhammad, Memahami Perbedaan Orang Beriman dan Kafir

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Beras dan Uang Tunai untuk Zakat
Foto: Beras dan Uang Tunai untuk Zakat (Orami Photo Stocks)

Cara menghitung zakat fitrah tidaklah rumit, Moms.

Adapun bentuk zakat yang dikeluarkan adalah makanan pokok. Misalnya berupa beras, terigu, gandum, dan sebagainya.

Cara menghitung zakat fitrah berdasarkan hadis adalah mengeluarkan makanan pokok sebanyak satu sha.

Nah, karena di Indonesia makanan pokoknya berupa beras, Moms dan Dads bisa membayarkan zakat fitrah dengan beras.

Apabila dikonversikan menurut berbagai pendapat ulama di Indonesia, ketentuan satu sha berarti 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Dengan catatan, beras yang digunakan untuk zakat harus dalam kualitas layak konsumsi oleh orang-orang yang menerima zakat.

Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Uang

Selain membayarkan zakat berupa makanan pokok sesuai dengan ketentuan syariat, zakat fitrah juga dapat disalurkan dalam bentuk uang tunai.

Menurut Imam asy-Syafi'i dan sebagian besar ulama berpendapat bahwa membayar zakat dengan uang tidak diperbolehkan.

Namun dikutip dari laman NU Online, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) pernah memutuskan tentang kebolehan konversi zakat dengan uang dengan mengacu pada ulama yang membolehkan dengan mempertimbangkan kepraktisan.

Untuk cara menghitung zakat fitrah dengan uang, maka Moms harus menyesuaikannya dengan harga beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Berikut contoh cara menghitung zakat fitrah berupa uang tunai:

Jika dihitung berdasarkan liter dan harga 1 liter beras sekitar Rp12.500, maka kalikan dengan 3,5 liter.

Jadi, Moms wajib membayar uang tunai sebesar Rp43.750 ribu untuk zakat fitrah.

Cara menghitung zakat fitrah sesuai contoh tersebut tidaklah mutlak, Moms.

Mengingat harga beras di berbagai daerah Indonesia dapat berbeda-beda.

Karena itu, untuk memudahkannya lagi, besaran zakat fitrah 2023 berupa uang telah ditetapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional.

Melansir dari laman BAZNAS, berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp45.000 per orang.

Jadi, apabila dalam suatu rumah tangga terdiri dari 3 orang, uang tunai untuk zakat fitrah yang dikeluarkan adalah Rp135 ribu begitu juga seterusnya sesuai jumlah orang yang ingin dibayarkan zakatnya.

Baca Juga: 5 Hadis tentang Dosa Berbohong beserta Dampaknya pada Fisik dan Mental

Waktu Menunaikan Zakat Fitrah

Tata Cara Zakat Fitrah
Foto: Tata Cara Zakat Fitrah (Orami Photo Stocks)

Usai mengetahui cara menghitung zakat fitrah yang benar sesuai dengan syariat, Moms juga perlu memahami waktu pelaksanaannya.

Melansir laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), zakat fitrah ditunaikan sejak awal Ramadan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri (saat sebelum khatib naik mimbar).

Hal ini telah diterangkan dalam sebuah hadis:

عن ابن عباس: فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلم زكاة الفطر طُهْرةً للصائم من اللغو والرَّفَث، وطُعْمةً للمساكين، فمَنْ أدَّاها قبل الصلاة فهي زكاةٌ مقبولةٌ، ومَنْ أدَّاها بعد الصلاة فهي صدقةٌ من الصَّدَقات رواه أبو داود وابن ماجة وصححه الحاكم

Artinya: “Dari sahabat Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan ucapan keji, dan sebagai sarana memberikan makanan bagi orang miskin.

Siapa saja yang membayarnya sebelum salat Id, maka ia adalah zakat yang diterima. Tetapi siapa saja yang membayarnya setelah salat Id, maka ia terhidup sedekah sunnah biasa,” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Cara dan Hadis tentang Mendidik Anak Menurut Islam, Wajib Tahu!

Itu dia Moms, cara menghitung zakat fitrah yang tepat dan wajib ditunaikan selama bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Id. Jangan lupa berzakat, ya!

  • https://muhammadiyah.or.id/ukuran-harta-untuk-zakat-fitrah-berikut-perhitungan-praktisnya/
  • https://www.nu.or.id/nasional/panduan-lengkap-zakat-fitrah-dengan-uang-UzBit
  • https://baznas.go.id/zakatfitrah#:~:text=Zakat%20Fitrah%20ditunaikan%20sejak%20awal,saat%20sebelum%20khatib%20naik%20mimbar).
  • https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/kapan-batas-akhir-pembayaran-zakat-fitrah-mhKxX

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.