Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
17 Maret 2022

3+ Cara Rasul Menghadapi Kemarahan Istri Berdasarkan Hadis, Dads Wajib Tahu!

Bukan hanya lembut, cara Rasul menghadapi kemarahan istri bisa menjadi tegas
3+ Cara Rasul Menghadapi Kemarahan Istri Berdasarkan Hadis, Dads Wajib Tahu!

Banyak hal yang yang bisa diteladani oleh Rasulullah SAW sebagai seorang Uswatun Hasanah, yang artinya teladan yang baik bagi seluruh umat. Apapun yang datangnya dari Rasulullah adalah cerminan sikap yang baik untuk ditiru. Termasuk cara Rasul menghadapi kemarahan istri.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS: Al Ahzab: 21)

Tak terkecuali dalam hal berumah tangga. Rasul mencontohkan banyak hal yang patut dicontoh, dimulai dari hal-hal yang bersifat manis hingga termasuk prahara rumah tangga seperti cara rasul menghadapi kemarahan istri.

Karena keutamaan sikapnya, Rasulullah tetap bisa mengendalikan amarah dan berlaku lemah lembut kepada istrinya meskipun terkadang beliau juga memperlihatkan ketegasannya.

Baca Juga: 5+ Adab Istri ketika Suami Marah Menurut Ajaran Islam, Wajib Dipahami!

Cara Rasul Menghadapi Kemarahan Istri

Inilah Cara Rasulullah Menghadapi Kemarahan Istri dalam Hadist -4

Foto: Inilah Cara Rasulullah Menghadapi Kemarahan Istri dalam Hadist -4

Foto: Orami Photo Stock

Seperti apa cara Rasul menghadapi kemarahan istri? Berikut ulasannya.

1. Memeluk dan Bercanda

Ini adalah cara rasul menghadapi kemarahan istri yang pertama. Dilansir dari NU Online , diceritakan dalam sebuah hadits, suatu waktu Rasullullah sedang memiliki masalah dengan Aisyah RA. Rasulullah marah karena Aisyah terus saja memelihara rasa cemburunya kepada Khadijah RA, istri pertama Rasulullah yang sudah wafat.

Di tengah kemarahannya, Rasulullah berkata: “Pejamkanlah matamu!”. Kemudian Rasulullah SAW mendekat ke arah Aisyah kemudia memeluknya seraya berucap,”Ya Khumairaku, rasa marah telah pergi usai aku memelukmu.” (HR Muslim)

Aisyah RA memang sangat terkenal diantara para istri Rasulullah yang paling memiliki sifat pencemburu. Usai memeluknya, Rasulullah lalu memencet hidung istrinya tersebut, seraya berkata,” Ya Humaira, bacalah do’a: Wahai Rabbku, ampuni dosa-dosaku, hilangkan kerasnya hatiku, dan lindungi aku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

2. Menegur dengan Tegas

Cara rasul menghadapi kemarahan istri tergantung dengan kadar kesalahannya. Rasulullah SAW sangat memahami situasi, beliau tahu kapan harus tegas dan kapan harus menyikapi peristiwa dengan kelembutan. Seperti saat beliau menegur Aisyah RA yang kala itu tidak sengaja mengucapkan kata yang kurang pantas kepada orang lain.

Saat itu Aisyah RA, mengatakan dengan sedikit candaan jika salah satu istri Rasulullah yang bernama Shafiyah memiliki tubuh yang pendek. Rasulullah yang mendengarnys langsung menegur dengan kalimat yang cukup tegas. “Sungguh, Kau telah mengatakan satu perkataan yang bila bercampur dengan air di lautan maka akan rusaklah laut tersebut.” (HR.Tirmidzi)

Baca Juga: Ini Hukum Istri Sering Marah pada Suami dalam Islam, Moms Wajib Tahu!

3. Berdiam Diri

Kisah kecemburuan istri Rasulullah tak berhenti sampai disitu. Seorang istri Rasulullah yang bernama Maria pernah dicemburui oleh istri Rasulullah lainnya, yakni Aisyah dan Hafsah. Maria adalah seorang perempuan yang memiliki kecantikan yang memukau dengan kulitnya yang putih bersih.

Suatu ketika, Aisyah dan Hafsah pernah berkata bahwa Ibrahim, anak Rasulullah dengan Maria yang meninggal di usia 9 bulan, tidak memiliki wajah yang mirip dengan Rasulullah. Mendengar perkataan itu, seketika Rasullah marah dan mengambil sikap untuk berdiam diri terhadap kedua istrinya tersebut.

Cara rasul menghadapi kemarahan istri ini sesuai dengan firman Allah: “Dan istri-istri yang kalian khawatirkan akan nusyuz hendaklah kau memberinya nasehat pada mereka, tinggalkanlah mereka di temapt tidur, kalau perlu pukullah mereka.“ (QS An-Nisa: 34)

Kedua istrinya tersebut menunjukkan kemarahan dengan mengucapkan kalimat yang terkesan cemburu. Padahal, saat melakukannya keduanya tanpa disadari melupakan nasihatnya. Sikap itu dilakukan untuk memberi efek jera bagi kedua istrinya tersebut.

4. Melindungi Istri

Ayah Aisyah RA, yakni Abu Bakar RA pernah suatu ketika marah kepada putrinya karena tahu bahwa kecemburuan Aisyah terlalu berlebihan terhadap Rasulullah. Abu Bakar bahkan sampai memukul putrinya itu.

Rasulullah yang mengetahui hal tersebut lalu menegur Sahabat sekaligus mertuanya itu. Beliau berkata: ”Aku tak menginginkan hal ini darimu!” Usai menegur Abu Bakar RA, Rasulullah berkata kepada istrinya,”Tidakkah kau lihat bagaimana aku telah menyelamatkan engkau dari kemarahan ayahmu?” (HR. Muslim)

Baca Juga: Ini Hukum Istri Marah pada Suami Menurut Islam, Sudah Tahu?

Inilah beberapa cara rasul menghadapi kemarahan istri. Jadikanlah pedoman dalam menjalani hidup berumah tangga, agar tercipta keluarga yang harmonis dan bahagia dunia akhirat.

  • https://umma.id/post/beginilah-sikap-rasulullah-saat-marah-kepada-istri-istrinya-189204?lang=id
  • https://islam.nu.or.id/post/read/89708/kala-rasulullah-bertengkar-dengan-istrinya