Pernikahan & Seks

24 November 2021

Cemburu atau Posesif? Ketahui Perbedaannya di Sini!

Cemburu memang bumbu cinta, tapi kalau posesif?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Cemburu dan posesif adalah masalah yang kerap dihadapi pasangan. Namun, banyak yang bilang cemburu dan posesif bisa menjadi salah satu pintu dari toxic relationship. Benarkah?

Terlihat sama, tapi ada perbedaan mendasar antara sifat posesif dan juga cemburu, lho!

Mari ketahui lebih lanjut dari penjelasan di bawah ini.

Pengertian Cemburu dan Posesif

posesif

Foto: Orami Photo Stock

Memberikan dukungan emosional adalah salah satu keuntungan dari menjalin sebuah hubungan.

Perlu diketahui, sangatlah normal untuk melakukan dan menerima dukungan emosional, terlebih ketika seseorang berada di dalam hubungan yang cukup lama.

Namun terkadang, hubungan tak selamanya berjalan mulus.

Ada kalanya rasa cemburu pun hadir. Tak jarang, rasa cemburu itu berujung pada posesif. Yuk, ketahui apa itu arti cemburu dan posesif!

1. Cemburu

Sebagai manusia, kita semua memiliki kecemburuan. Rasa cemburu sendiri bisa diartikan sebagai rasa waspada ketika kita sedang menjaga sesuatu yang dimiliki.

Kecemburuan sendiri bisa menjadi sebuah hal yang sehat dan normal, namun juga bisa berakibat buruk terhadap orang yang kita sayangi.

Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Romantic Jealousy and Relationship Satisfaction: The Costs of Rumination kecemburuan memang sering dikaitkan dengan rusaknya hubungan.

Namun, kecemburuan juga bisa memiliki keterkaitan dengan peningkatan komitmen.

Biasanya rasa ini datang ketika kita melihat "saingan" potensial yang bisa hadir dalam kehidupan pasangan kita.

Hal tersebut sangatlah wajar ketika seseorang sedang berada dalam hubungan romantis.

Kendati demikian, kecemburuan yang diiringi dengan tindakan yang berlebihan bisa mengarah pada perilaku posesif.

Dan perlu diketahui, sifat tersebut bisa sangat merugikan diri sendiri, pasangan, dan hubungan yang sedang dijalani.

Baca Juga: 5 Love Language untuk Bonding yang Lebih Intim, Moms Tipe yang Mana?

2. Posesif

Berbeda dengan cemburu yang masih bisa dibilang normal, posesif sendiri adalah sebuah tindakan yang tidak sehat dalam hubungan.

Tak bisa dipungkiri bahwa keinginan untuk memiliki adalah hal yang normal.

Kendati demikian, rasa memiliki yang berlebihan dan membuat seseorang merasa memiliki hal untuk mengatur, membatasi, serta melarang pasangannya untuk menjalani hidup sesuai pilihannya bukanlah sebuah hal yang sehat.

Ya, tindakan dan rasa memiliki berlebihan yang sudah disebutkan di atas dinamakan posesif.

Dilansir dari sebuah studi yang berjudul Effects of Ownership Expressed by The First-person Possessive Pronoun menunjukkan bahwa kecemburuan yang diikuti dengan perilaku pengawasan pada pasangan disebut sebagai tindakan posesif.

Hal ini bisa menyebabkan ketidakpuasan hubungan dan membuat salah satu pihak jadi tertekan.

Baca Juga:Kalau Mengalami 6 Hal Ini, Tandanya Kita Sudah Merasa Bahagia dengan Pasangan

Karakteristik Sifat Posesif dan Cemburu

Bicara tentang hubungan pasangan suami istri, pasti tidak pernah lepas dari yang namanya konflik.

Konflik kecil yang berkepanjangan bisa menjadi pemicu dari sifat yang tidak disadari, seperti cemburu ataupun posesif.

Nah, untuk mencegah hal ini mari ketahui karakteristik dari sifat posesif, Moms.

1. Ciri-Ciri Cemburu

Ini Hukum Suami Pergi dari Rumah ketika Bertengkar, Moms dan Dads Wajib Tahu!

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu konflik kecil dalam suatu hubungan adalah masalah cemburu terhadap pasangan yang kadang membuat kurang nyaman.

Perlu Moms ketahui, setiap pria pasti memiliki kadar cemburu yang berbeda-beda, serta cara menunjukan kecemburuan yang berbeda pula.

Adapun beberapa tanda bahwa kita memiliki sifat cemburu, yakni:

Bersikap Cuek

Cuek bisa direpresentasikan dalam berbagai hal ketika cemburu.

Ada yang terang-terangan bicara bahwa ia tidak suka jika Moms berkomunikasi dengan lelaki A. Ada juga yang tidak secara langsung mengutarakannya, lho.

Tapi kadang tipe pria yang seperti ini akan berubah sikapnya lebih cuek dari biasanya sampai ada celah untuk Moms menegurnya, baru ia mengutarakannya dengan sedikit gengsi.

Contohnya seperti: "Kamu nanti pulangnya bareng aku aja, jangan sama dia lagi," atau "Aku selama ini sebenarnya tidak suka kalau kamu pergi sama dia."

Menyalahkan Sesuatu

Adapula tanda lain bahwa pasangan sedang cemburu. Salah satunya sering menyalahkan keadaan tertentu.

Mungkin kesalahan yang ia lakukan tidak berdampak besar bagi hubungan.

Namun, karena sifat cemburu itu muncul, hal ini membuat kita seseorang lebih mudah menyalahkan sesuatu.

Contohnya seperti: "Kenapa kamu masih memakai barang-barang dari mantanmu?"

Cemburu sah-sah saja Moms, selama masih di batas wajar.

Karena ini menunjukan bahwa dirinya mempunyai rasa memiliki yang tinggi atau dalam kata yang lebih sederhana, ia menyayangi Moms seutuhnya.

Baca Juga: Tahapan Skincare Rutin Sederhana untuk Ibu Sibuk, Yuk Dicoba!

2. Ciri-Ciri Posesif

cara-menghentikan-sikap-posesif-terhadap-pasangan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tapi apa jadinya kalau pasangan justru memiliki sifat yang lebih dari sekadar cemburu dan terlalu posesif?

Berikut ciri-ciri yang sering terlihat:

Membuat Aturan Semena-mena

Salah satu ciri dari sikap posesif yang sering terlihat adalah pasangan membuat aturan yang tak masuk akal.

Ia melarang Moms pergi dan bertemu dengan orang-orang tertentu. Tentunya hal itu sangat membatasi ruang gerak Moms.

Bahkan, sifat buruk ini membuat kita jadi minim komunikasi dengan orang lain.

Contohnya seperti: "Jangan hubungi teman kerjamu lagi ya" atau "Kalau keluar rumah, coba fotoin apa baju yang kamu kenakan,"

Sering Menguntit

Pasangan akan mengawasi setiap hal kecil yang kita lakukan hingga menguntit, lho.

Ini mungkin termasuk karakteristik posesif yang jarang kita sadari.

Misalnya seperti melihat akun sosial media dengan diam-diam ataupun membuka isi ponsel tanpa persetujuan.

Hal ini bukanlah hal yang harus dinormalkan, ya. Adanya privasi dalam sebuah hubungan itu penting, lho!

Baca Juga: Mengenal Tanaman Catnip, dari Manfaat Hingga Efek Sampingnya

Terlalu Ketergantungan

Ada masanya ketika kita membutuhkan waktu sendiri di dalam sebuah hubungan romantis.

Beda halnya ketika sifat aromantis menyukai me-time, nah orang yang posesif kebalikannya, Moms.

Mereka akan lebih banyak menuntut untuk selalu bersama di setiap waktu.

Hal ini membuat saling ketergantungan dan menyulitkan seseorang untuk menjalani aktivitas.

Contohnya seperti: "Kamu harus temani aku pergi jam 12 malam ya untuk makan," ataupun "Engga usah kerja, kamu temenin aku jalan aja di rumah."

Cara Membedakan Cemburu dan Posesif

posesif

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang seseorang masih bingung membedakan cemburu dan juga posesif.

Bahkan tak jarang seseorang membiarkan pasangannya bersikap posesif karena dianggap sebagai caranya untuk menunjukkan kasih sayang.

Namun, perilaku posesif bisa berbahaya, Moms. Berikit cara membedakan cemburu dan perilaku posesif yang perlu diketahui!

1. Alasan

Pria menjadi cemburu atau posesif memang punya alasannya masing-masing. Coba ajak bicara pasangan dan tanyakan alasan yang paling mendasar mengapa ia tidak menyukai sikap Moms.

Jika Moms merasa alasannya masuk akal dan hal tersebut tidak sampai merusak hubungan Moms, berarti pasangan hanya sekadar cemburu.

Orang yang posesif cenderung tidak memiliki hal yang jelas ketika membatasi pasangannya, ia hanya ingin mengontrol hidup Moms tanpa alasan yang realistis.

2. Cara Penyampaian

Sama dengan halnya wanita, karakter pria pun berbeda-beda.

Saat menyampaikan dirinya tidak menyukai Moms bergaul dengan salah seorang pria, Moms bisa lihat dari cara menyampaikan hal tersebut.

Kalau hanya teguran atau pembicaraan serius itu tandanya ia sedang menunjukan kecemburuannya.

Tapi kalau ia bicara secara kasar bahkan sampai memaki-maki atau berteriak, sudah pasti ia adalah orang yang sangat posesif.

Baca Juga: Cek, Apakah Anda Termasuk Istri yang Cemburuan

3. Reaksi Pasangan

Saat tahu bahwa ada perbuatan Moms yang tidak disukai pasangan, coba bicarakan dengan teman dekat atau orang tua, apakah hal tersebut wajar dicemburui atau tidak.

Jika tanggapan mereka tidak wajar dan hal yang Moms lakukan adalah hal yang tidak menyimpang.

Seharusnya Moms memberi penjelasan kepada pasangan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lihatlah reaksi pasangan, apakah ia mengalah atau justru bicara kasar atau bahkan sampai melakukan kekerasan.

Karena orang yang memiliki tingkat posesif tinggi akan melakukan tindakan kekerasan untuk membuat pasangannya merasa takut dan mematuhi segala perintahnya.

Baca Juga: Moms, Yuk Belajar dari Kisah Siti Aisyah yang Cemburu

Duh Moms, kalau tingkat kecemburuan dan posesif sudah sampai seperti ini, segera laporkan ke keluarga dekat untuk mengambil tindakan lanjut.

Jangan sampai Moms salah kaprah antara cemburu dan posesif, ya Moms!

  • https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10570314.2013.770161
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21251853/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait