Program Hamil

27 Maret 2021

Ketahui 6 Ciri Fisik Pembuahan Berhasil Berikut Ini

Ciri-cirinya dapat dilihat setelah dua minggu terjadi pembuahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Bagi Moms dan Dads yang merencanakan program hamil, tentu ingin tahu seperti apa ciri fisik pembuahan berhasil.

Dalam melakukan program kehamilan, Moms dan Dads tidak hanya sekadar rutin berhubungan seks. Memiliki pola hidup sehat menjadi faktor yang tak kalah penting agar bisa hamil.

Kehamilan dapat terjadi apabila sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Setelah pembuahan telah berhasil, akan terjadi proses selanjutnya yaitu implantasi.

"Implantasi adalah ketika sel telur yang telah dibuahi menanamkan dirinya ke dalam lapisan rahim dan mulai membangun plasenta dan embrio," kata Jingwen Hou, MD, Ph.D., dokter kandungan khusus endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Hawaii, mengutip Parents.com.

Implantasi ini akan menjadi tanda awal terjadinya kehamilan. Moms mungkin ingin mengetahui seperti apa ciri fisik pembuahan berhasil yang timbul ketika proses pembuahan sel telur berhasil terjadi.

Yuk simak penjelasannya lebih lanjut tentang ciri fisik pembuahan berhasil berikut ini.

Baca Juga: Memperbaiki Kualitas Sel Telur Agar Cepat Hamil Dalam 90 Hari

Ciri Fisik Pembuahan Berhasil

ciri fisik pembuahan berhasil-1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Mengutip jurnal F1000 Research, angka kematian embrio manusia secara alami termasuk tinggi, khususnya pada minggu-minggu pertama setelah terjadinya pembuahan, dengan total kehilangan prenatal 70 persen.

Ciri fisik pembuahan berhasil dapat terjadi dua minggu setelah pembuahan baru akan muncul setelah dua minggu, ketika periode menstruasi sudah terlewat. Sehingga, nasib embrio sebelum dua minggu ini sulit diterka.

Berikut ini beberapa ciri fisik pembuahan berhasil.

1. Terjadinya Perdarahan

Pada saat implantasi, telur yang dibuahi menanamkan dirinya ke dalam rahim, menyebabkan lapisan rahim terlepas. Proses ini kadang menyebabkan sedikit perdarahan. Ini merupakan ciri fisik pembuahan berhasil.

Biasanya kondisi ini berlangsung 1-3 hari, dan terjadi satu minggu sebelum menstruasi atau pada saat menstruasi biasa. Karena itu, banyak wanita menganggap mereka hanya mengalami menstruasi dini atau ringan.

"Beberapa wanita mungkin memiliki sedikit bercak atau pendarahan sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan, dan itu diduga terkait dengan implantasi," kata Dr. Hou.

Perbedaan perdarahan ciri fisik pembuahan berhasil bila dibanding menstruasi, yaitu pada pendarahan implantasi biasanya berwarna merah muda atau cokelat. Aliran darahnya juga tidak bertambah deras seperti menstruasi.

2. Mengalami Kram

Dr. Hou juga mengatakan bahwa wanita mungkin mengalami kram ringan di sekitar waktu implantasi sebagai ciri fisik pembuahan berhasil. Namun, kram ini bisa diartikan sebagai tanda-tanda menstruasi.

"Kram dapat terjadi di sekitar waktu yang sama dengan pendarahan implantasi, dan terasa mirip dengan kram menstruasi," jelasnya.

Kram implantasi ini biasanya muncul dan menghilang di perut bagian bawah atau punggung bawah. Beberapa wanita menggambarkan sensasi kram implantasi seperti berikut ini:

  • Rasa ditusuk
  • Rasa seperti ditarik
  • Rasa kesemutan

Baca Juga: Sering Kembung, 1 dari 8 Tanda Pembuahan yang Berhasil Setelah Berhubungan Intim

3. Adanya Keputihan atau Keluarnya Lendir

Jika Moms telah memantau lendir serviks, maka akan menyadari ciri fisik pembuahan berhasil adalah keluarnya beberapa lendir serviks berubah sekitar waktu implantasi.

Melansir Healthline Parenthood, selama ovulasi, lendir serviks akan menjadi bening, elastis, dan licin (seperti putih telur). Moms mungkin sudah mengetahui ini sebagai lampu hijau terjadinya pembuahan.

Setelah implantasi terjadi, lendir mungkin memiliki tekstur yang lebih kental, "lebih lengket" dan berwarna bening atau putih.

Pada hari-hari awal kehamilan, peningkatan progesteron dan estrogen dapat menyebabkan lendir menjadi lebih kental, lebih banyak, dan berwarna putih atau kuning.

Tetapi, lendir serviks dapat dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti hormon, stres, hubungan seksual, kehamilan, perdarahan implantasi atau menstruasi, dan sebagainya.

Selain itu, mungkin keluarnya lendir ini bukan indikator yang dapat diandalkan tentang apakah ini ciri fisik pembuahan berhasil yang pasti.

4. Perubahan Suhu Tubuh Basal

Banyak wanita mencatat suhu tubuh basal atau dasar berubah, saat mencoba untuk hamil karena berubah sepanjang siklus menstruasi.

Suhu tubuh bisa meningkat setelah ovulasi dan mungkin tetap lebih tinggi dari biasanya sampai menstruasi dimulai. Ini juga dapat menjadi ciri fisik pembuahan berhasil.

Suhu tubuh basal yang tetap sangat tinggi melebihi durasi biasanya dapat mengindikasikan kehamilan.

Namun, tanda-tanda ini tidak hanya terjadi pada kehamilan dan dapat disebabkan oleh faktor hormonal atau gaya hidup lainnya.

Baca Juga: Tanda Fisik Wanita Jika Pembuahan Telah Berhasil

5. Merasakan Mual

National Health Service menjelaskan bahwa mual adalah salah satu tanda paling umum terhadap ciri fisik pembuahan berhasil, atau tanda awal kehamilan.

Biasanya, mual bisa dirasakan di pagi hari. Nah, ketika hal ini terjadi mungkin saja Moms sedang dalam masa hamil muda.

Tetapi ingat Moms, bahwa tidak semua perempuan mengalami gejala mual sebagai ciri fisik pembuahan berhasil. Ada yang mengalami mual ketika memasuki trimester kedua atau bahkan ketiga.

Namun, ketika Moms merasa mual, segeralah periksa dengan menggunakan test pack, ya!

Apalagi ketika hamil, biasanya Moms akan lebih peka dengan bau-bauan. Dilansir dari National Childbird Trust, ibu hamil memang lebih sensitif saat mencium bau-bauan.

Bahkan beberapa Moms yang sangat menyukai bau tertentu bisa mendadak merasakan mual ketika menciumnya saat hamil.

6. Ciri Fisik Pembuahan Berhasil Lainnya

Dr. Chloe Acevedo, dokter kandungan di Atlantic Medical Group Women's Health, Westfield, turut menjelaskan seperti apa tanda-tanda sel telur yang berhasil dibuahi.

Ia menyebutkan bahwa gejala implantasi lainnya termasuk mual, nyeri payudara, warna areola jadi lebih gelap, kelelahan, sakit kepala, kembung, perubahan suasana hati, dan perubahan nafsu makan.

Namun, Dr. Chloe menerangkan bahwa gejala-gejala di atas kerap diartikan sebagai gejala PMS.

"Gejala implantasi ini kadang-kadang dapat dikacaukan dengan gejala PMS, yang bisa samar dan tidak spesifik," katanya mengutip Parents.com.

Baca Juga: Bisakah Periode Pembuahan Sel Telur Dideteksi?

Tetap Lakukan Tes Kehamilan

ciri fisik pembuahan berhasil-2.webp

Foto: parents.com

Terlepas dari ciri fisik pembuahan berhasil yang dapat terjadi, perlu dicatat bahwa tidak semua wanita mengalami gejala-gejala ini.

Tidak semua orang mengalami kram implantasi dan pendarahan saat mereka pertama kali hamil.

Studi pada jurnal Annals of Epidemiology, disebutkan bahwa seperempat peserta melaporkan pendarahan pada trimester pertama mereka. Hanya 8 persen dari peserta yang mengalami pendarahan hebat.

Sebanyak 28 persen peserta yang memiliki bercak dan perdarahan ringan juga merasa sakit, dan 54 persen dari peserta yang mengalami pendarahan berat turut mengalami rasa sakit.

"Penting untuk dipahami bahwa satu-satunya cara untuk memastikan apakah gejalanya disebabkan oleh implantasi atau PMS adalah dengan tes kehamilan," pungkas Dr. Chloe.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait