12 Mei 2020

Dermatitis Kontak pada Bayi, Mengapa Sering Terjadi?

Ternyata Moms Bisa Juga Menurunkan Dermatitis Kontak pada Si Kecil

Jika Moms seringkali melihat kulit Si Kecil memerah, Moms harus sedikit curiga. Hal ini karena bayi rentan terkena dermatitis kontak. Dermatitis kontak pada bayi terjadi karena kulit bayi masih sangat tipis dan imunitasnya masih berkembang, sehingga gal tersebut dapat sering ditemui.

Jika seseorang dalam keluarga dekat memiliki kecenderungan alergi, dermatitis kontak pada bayi mungkin akan terjadi.

“Akan sangat mungkin hal tersebut merupakan tanda pertama bahwa bayi Anda juga memiliki kecenderungan demikian,” kata dokter anak Chris Tolcher, MD, asisten klinis profesor pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas California Selatan.

Lantas, apa dan mengapa dermatitis kontak pada bayi bisa terjadi? Kita cari tahu di sini, Moms.

Baca Juga: 4 Cara Tepat Merawat Kulit Bayi

Dermatitis Kontak pada Bayi

Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -1.jpg
Foto: Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -1.jpg

Foto: cetaphil.com.ph

Dermatitis kontak adalah reaksi kulit bayi akibat kontak dengan zat tertentu. Yang terjadi bisa saja kulit bayi iritasi kulit langsung dan peradangan. Keduanya adalah penyebab paling umum dari dermatitis kontak pada bayi.

Selain itu, kontak dengan alergen (pencetus alergi) juga menyebabkan sistem kekebalan tubuh memiliki reaksi alergi. Tubuh melepaskan bahan kimia pertahanan yang menyebabkan gejala kulit. Meski begitu, alergen bukan menjadi penyebab umum terjadinya dermatitis kontak bayi.

Penyebab Dermatitis Kontak pada Bayi

Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -2.jpg
Foto: Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -2.jpg

Foto: todaysparent.com

Menurut Stanford Children's Health, ada beberapa pemicu terjadinya dermatitis kontak, yakni iritasi dan alergen. Iritasi yang dapat menyebabkan dermatitis kontak pada bayi di antaranya dari sabun dan deterjen, air liur, air seni dalam popok, serta lotion dan parfum.

Alergen yang dapat menyebabkan dermatitis kontak bayi biasanya berasal dari tanaman seperti Poison Ivy, Oak, dan Sumac; logam; getah; produk kosmetik; dan obat-obatan.

Baca Juga: Dermatitis Kontak pada Balita: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Gejala Dermatitis Kontak pada Bayi

Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -3.jpg
Foto: Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -3.jpg

Foto: gettyimages.com

Gejala yang terjadi pada setiap bayi biasanya akan berbeda-beda, tapi jika Si Kecil mengalami dermatitis kontak biasanya bayi akan sering menggaruk kulitnya karena gatal, merah dan akan terasa menyakitkan.

Setelah itu pembengkakan akan terjadi hingga akhirnya kulit tersebut menjadi kering, pecah, terkelupas dan berdarah. Gejala ini juga akan menyebar ke area kulit lainnya jika Si Kecil sering menggaruk kulitnya.

Jika iritasi mulai terjadi, Moms bisa mulai melembapkan kulitnya. Ahli dermatologi California, Wendy E. Robert, MD mengatakan, Mom harus segera menenangkan kulit bayi agar gejala dari dermatitis kontak pada bayi tidak menyebar dengan cepat.

”Anda dapat menenangkan gejala eksim bayi dengan melembabkan kulit setidaknya dua atau tiga kali sehari, menggunakan produk hypoallergenic bebas pewangi. Cari salep berbahan dasar minyak. Ini membantu mengunci kelembaban lebih baik daripada lotion,” ujarnya.

Mencegah Dermatitis Kontak pada Bayi

Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -4.jpg
Foto: Bayi Lebih Rentan Terkena Dermatitis Kontak Mengapa -4.jpg

Foto: parents.com

Cara yang paling sederhana adalah lakukan penelitian kecil terhadap bayi. Moms bisa mencoba memberikan beragam makanan kepada Si Kecil untuk melihat reaksinya. Selain itu, coba untuk melihat reaksi kulitnya saat menggunakan detergen biasa atau parfum.

Jika terlihat ada tanda dermatitis kontak pada bayi, segera hentikan agar tidak terjadi akibat pada kulit yang lebih buruk. Ke depannya, Moms harus waspada atau sesegera mungkin menghindari hal tersebut agar tidak kontak dengan kulit Si Kecil.

“Masalah dengan eksim adalah kulit mudah teriritasi, jadi pengobatan yang paling utama adalah menghindari iritasi," kata Chris.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Cara Tepat Merawat Kulit Bayi dengan Dermatitis Atopik

Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kelembapannya. Jangan sering memandikan Si Kecil dengan air panas.

“Air panas mengupas tubuh dari minyak yang melindungi kulit. Jadi pastikan untuk memandikan bayi dengan air hangat dan jangan terlalu sering,” tambah dia.

Jadi, kulit yang rapuh itu perlu pertolongan dari Moms. Segera lakukan sesuati saat iritasi terlihat dan jauhkan Si Kecil dari penyebab dermatitis kontak pada bayi ya.

(FAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.