27 Maret 2023

4 Pilihan Doa Buka Puasa dan Maknanya, Yuk Ajarkan Si Kecil!

Selain doa buka puasa, penting juga mengetahui waktu dijabahnya doa
4 Pilihan Doa Buka Puasa dan Maknanya, Yuk Ajarkan Si Kecil!

Menyambut puasa Ramadan, Moms bisa mulai mengajarkan doa buka puasa sambil mengajak Si Kecil menjalankan puasa sunah.

Dengan begitu, ketika Ramadan tiba, ia sudah siap untuk menjalankan puasa wajib.

Selain mulai membiasakan diri tidak makan dan minum, yang paling penting adalah mengetahui dan memberikan pemahaman tentang doa buka puasa pada anak.

Pada anak-anak, puasa Ramadan bisa dilakukan jika Si Kecil mencapai usia remaja atau akil baligh.

Namun, tidak sedikit orang tua yang sudah mengajak anaknya untuk berpuasa mulai dari usia 7-10 tahun.

Berikut ini lafal doa buka puasa dan artinya yang bisa diajarkan kepada Si Kecil.

Baca Juga: Apakah Menangis Saat Puasa Ramadan Dapat Membatalkan Puasa dan Mengurangi Pahala?

Lafal Doa Buka Puasa dan Artinya

Ilustrasi Anak Berdoa
Foto: Ilustrasi Anak Berdoa (themuslimvibe.com)

Ada beberapa doa buka puasa yang bisa Moms ajarkan kepada Si Kecil sebagai bagian dari pembiasaan selama berpuasa. Doa buka puasa tersebut yakni:

1. Doa Buka Puasa Pertama

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

“Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-allah."

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah,” (HR. Abu Daud).

Para ulama menilai, doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni dari Abdullah bin ‘Umar ini paling baik derajat hadisnya.

Sehingga, banyak ulama yang menyimpulkan bahwa doa ini adalah doa buka puasa yang paling utama untuk dibaca saat berbuka.

2. Doa Buka Puasa Kedua

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu.”

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka,” (HR. Abu Daud).

Atau Moms dan Dads juga bisa membaca doa buka puasa Ramadan yang satu ini:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiin."

Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih.

Namun, doa ini didhaifkan dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

3. Doa Buka Puasa Ketiga

اللَّهُمَّ إِنِّيْ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِىيْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

“Allohumma innii laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu, dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-allahu ta’ala. Yaa waa si-al fadhli ighfirlii, alhamdulillaahil ladzii a’aananii fashumtu wa rozaqonii fa-afthortu.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu dan aku berbukadengan rezeki-Mu."

"Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku beriman. Dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah dan pahala telah pasti didapatkan, insya Allah."

"Wahai Tuhan yang luas karunia-Nya, ampunilah dosaku. Segala puji bagi Allah yang telah membantuku sehingga ku dapat berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka,”.

Doa ini dicantumkan Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu. Beliau menyebutnya sebagai doa buka puasa yang ma’tsur.

Baca Juga: Apakah Mengupil Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

4. Doa Buka Puasa Keempat

Ada pula pilihan doa berbuka puasa lainnya yang bisa dikenalkan pada Si Kecil:


اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا، اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ

"Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Ali."

Artinya:

"Ya Allah , untuk-Mu atau karena-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami. Sesungguhnya, Engkau zat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."

Hukum Puasa Ramadan

Ilustrasi Puasa
Foto: Ilustrasi Puasa (Freepik.com/odua)

Melansir dalam Jabar Nu, puasa atau dikenal shaum berasal dari bahasa Arab yakni “al-Imsaku ‘an al-Syai” (الإمساك عن الشيء).

Arti berpuasa yakni menahan diri menahan diri dari sesuatu, baik nafsu makan ataupn hasrat dalam diri.

Hal ini pun tertuang dalam salah satu hadis, yakni bunyi hadisnya seperti berikut:


الصوم هو الصبر يصبر الإنسان على الطعام والشرب والنكاح

Artinya:  "Puasa adalah melatih kesabaran, manusia bersikap sabar (menahan diri) dari makan, minum, dan berhubungan seksual,"

Sementara itu, hukum puasa Ramadan adalah wajib, lantaran ini pun telah diatur dalam Alquran.

Firman Allah SWT menerangkan hadis terkait wajib hukumnya bagi umat Islam menjalankan puasa Ramadan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa”. (QS. al-Baqarah, 2:183).

Selain itu, berpuasa di bulan Ramadan menjadi salah satu bagian dari rukun Islam. Nabi SAW bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًارَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: “Islam itu ditegakkan atas lima azas yaitu pertama bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah,

Kedua, yakni mendirikan salat, ketiga yaitu menunaikan zakat, keempat berhaji ke Baitullah, dan kelima berpuasa dalam bulan Ramadan”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Baca Juga: Bolehkah Puasa di Hari Jumat? Ini Penjelasannya!

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Doa Buka Puasa (Orami Photo Stock)
Foto: Doa Buka Puasa (Orami Photo Stock)

Kapan waktu terbaik untuk membaca doa buka puasa ini?

Doa buka puasa dibaca setelah berbuka, seperti setelah makan kurma atau minum air sebagai permulaan sebelum makan besar.

Ada pun sebelum berbuka dan makan hidangan utama, dapat membaca basmalah saja.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa sebaiknya doa tersebut dipanjatkan setelah makan.

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin:

“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka." (Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).

Jika membaca doa ini sebelum makan akan mendapatkan pahala dari mengikuti sunah, ada keutamaan lain saat membacanya setelah berbuka.

Hal ini dimaksudkan agar kita memperoleh kesunahan yang sempurna (kamal as-sunnah) dalam membaca doa.

Setelah itu, ada pula anjuran untuk memperbanyak doa saat berbuka.

Hal tersebut bisa dilakukan sebelum tiba waktu berbuka. Moms bisa mengajak Si Kecil untuk berdoa apa saja, baik untuk kebaikan dunia maupun untuk kebaikan akhirat.

Baca Juga: 10 Tipe Orang di Acara Buka Puasa Bersama, Anda Termasuk yang Mana?

Keutamaan Doa Menjelang Buka Puasa

Doa Buka Puasa
Foto: Doa Buka Puasa (Orami Photo Stocks)

Sebelum waktu berbuka dan memanjatkan doa buka puasa, ada waktu mustajabnya doa. Yakni saat-saat menjelang berbuka puasa.

Jika memanjatkan doa pada saat itu, doa tersebut tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Sesaat menjelang berbuka menjadi waktu mustajabnya doa juga dikuatkan oleh dalil dan keterangan dalam sebuah hadis saat Rasulullah SAW pernaha bersabda:

"Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR Ibnu Majah).

Yang dimaksud dalam hadis ini adalah doa menjelang dan saat berbuka.

Sebab sebenarnya, bagi orang yang sedang berpuasa, sepanjang waktu dirinya menjalankan puasa adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang dizalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.” (HR Tirmidzi dan Thabrani).

Baca Juga: Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya Ahli dan Ulama!

Adab Berpuasa di Bulan Ramadan

Ayat Alquran
Foto: Ayat Alquran (Orami Photo Stocks)

Setelah mengenali doa berbuka puasa Ramadan dan hukumnya dalam Islam, adapula adab yang perlu dipahami.

Adab berpuasa ini menjadi panduan umat Muslim agar ibadah puasanya mendapat pahala dan juga keberkahan dari Allah SWT.

Berikut beberapa adab saat berpuasa di bulan Ramadan yang perlu dikuti:

1. Makan Sahur

Sahur menjadi bagian dari adab untuk menjadi bekal energi saat seharian berpuasa.

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً.

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.”

Disarankan untuk umat Islam menyempatkan waktu sahur meski hanya seteguk air putih.

2. Menjaga Lisan

Berbicara kotor dapat menjadi hal-hal yang membatalkan puasa atau meluruhkan pahalanya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمَ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ وَلاَ يَجْهَلْ, فَإِذَا شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَليَقُلْ إِنِّيْ صَائِمٌ.

Artinya: “Jika pada hari salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh.

Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”

Baca Juga: 7 Resep Menu Sahur Sederhana Bernutrisi, Praktis dan Sehat!

Tips Konsumsi Hidangan Buka Puasa

Doa Buka Puasa
Foto: Doa Buka Puasa (destinationksa.com)

Meskipun sudah menahan lapar dan haus selama berjam-jam, jangan sampai Si Kecil makan terlalu kalap saat berbuka, Moms.

Berikut ini beberapa tips berbuka puasa dari British Nutrition Foundation yang bisa dilakukan setelah berbuka puasa.

1. Hidrasi Tubuh dengan Cairan

Baik itu susu, jus buah, atau olahan smoothie sebaiknya buka puasa dengan konsumsi air agar menghidrasi tubuh.

Namun, sebaiknya hindari minum dengan banyak gula tambahan karena dapat memberikan terlalu banyak gula dan kalori.

Cairan diutamakan saat berbuka puasa agar tubuh mendapat asupan cairan setelah kehilangannya selama menjalankan puasa seharian.

Ini juga penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit, dan mengembalikan kesegaran badan.

2. Konsumsi Kurma

Mengonsumsi buah kurma adalah cara yang bagus untuk berbuka puasa.

Karena buah ini menyediakan gula alami untuk memberikan energi, menyediakan mineral seperti kalium, tembaga dan mangan yang merupakan sumber serat.

Ini juga bagian dari sunah karena melakukan sesuatu yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Jadi, selain mendapatkan manfaat kesehatan, mengkonsumsi kurma juga bisa mendatangkan pahala.

3. Makan Buah Segar

Makan buah segar juga bisa menjadi cara yang baik untuk berbuka puasa.

Konsumsi buah memberikan asupan gula alami untuk sumber energi, kadar air yang dapat menghidrasi tubuh, dan beberapa kandungan vitamin dan mineral.

Pilihlah buah kesukaan Si Kecil dan berikan secara utuh, atau bisa pula dijadikan toping dari makanan lain seperti yogurt atau salad buah yang akan membuat hidangan berbuka puasa semakin istimewa.

Baca Juga: Begini Urutan Bacaan Surat Pendek Salat Tarawih, Wajib Tahu!

Itu dia Moms doa buka puasa dan maknanya yang bisa diajarkan kepada Si Kecil.

Jangan lupa juga untuk membiasakan berdoa selama puasa dan memilih menu buka puasa yang baik agar terbentuk pola hidup yang lebih sehat.

  • https://bersamadakwah.net/doa-niat-puasa-ramadhan/
  • https://nusadaily.com/culture/bacaan-doa-berbuka-puasa-dibaca-sebelum-berbuka-atau-setelahnya.html
  • https://bersamadakwah.net/doa-buka-puasa-ramadhan/
  • https://jabar.nu.or.id/syariah/fiqhu-as-shiyam-i-pengertian-dan-landasan-hukum-puasa-ramadhan-BwZ2O
  • https://almanhaj.or.id/1630-adab-adab-puasa-2.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.