20 Januari 2024

Dongeng Anak Gembala dan Serigala, Pengantar Tidur Anak!

Bantu Si Kecil bisa tidur lebih nyenyak

Jika Si Kecil susah tidur, membacakan dongeng Anak Gembala dan Serigala bisa jadi salah satu triknya.

Dongeng ini memang memiliki banyak versi, salah satunya yang cukup lama adalah dibuat oleh John Hookham Frere di tahun 1830.

Namun, versinya ini disadur oleh banyak penulis sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak.

Seperti apa kisah dongeng Anak Gembala dan Serigala?

Berikut dongeng lengkapnya yang bisa Moms jadikan sumber untuk dibacakan pada si kecil di rumah.

Dongeng Anak Gembala dan Serigala

Hutan (Orami Photo Stock)
Foto: Hutan (Orami Photo Stock)

Di sebuah desa, yang dekat dengan hutan lebat hidup seorang anak laki-laki. Ia sering menggembala domba-domba milik majikannya.

Ia lebih memilih menggembala di hutan ketimbang di desa, karena lebih banyak daun-daun yang jadi makanan domba-domba di sana.

Padahal hutan tersebut cukup lebat dan gelap.

Sepanjang hari menunggu domba-dombanya makan, ia menjadi bosan.

Untuk mengusir rasa bosan, ia sengaja membawa seruling dan seekor anjing peliharaan.

Jadi, sambil mengawasi domba ia akan menghibur diri dengan meniup seruling atau bermain-main dengan anjing peliharaannya.

Baca juga: Cerita Dongeng Keong Mas, Pengantar Tidur yang Indah Buat Si Kecil

Berandai-andai Ada Serigala yang Datang

Domba (Orami Photo Stock)
Foto: Domba (Orami Photo Stock)

Suatu hari, sambil mengawasi domba-dombanya makan, ia membayangkan sesuatu.

Dalam pikirannya, ia berandai-andai jika ada seigala yang muncul dari dalam hutan dan memangsa domba-domba yang dijaganya.

Pikiran ini awalnya membuat takut, tapi si penggembala kecil kemudian teringat dengan pesan majikannya.

Kalau ada serigala yang datang, ia harus berteriak sekencang-kencangnya untuk memanggil bantuan.

Warga kampung di sekitar pasti akan datang berbondong-bondong menolong ia dan mengusir serigala.

Namun sampai hari ini, hal yang dibayangkannya tidak pernah terjadi.

Selama menggembala domba di hutan, belum ada seekor serigala pun yang mengincar domba-dombanya.

Baca juga: Cerita Rakyat Malin Kundang, Cocok untuk Dongeng Malam Si Kecil

Berbohong Ada Serigala

Serigala (Pixnio)
Foto: Serigala (Pixnio)

Si gembala kecil mulai membayangkan ide jahil.

Menurutnya, pasti lucu kalau dia berpura-pura melihat serigala, kemudian menjerit memanggil orang sekampung untuk datang menolong.

Maka, dia pun membuka mulut lebar-lebar dan berteriak, “Serigala! Serigala!”

Dalam sekejap, warga desa pun datang berduyun-duyun, siap melakukan apa pun untuk mengusir serigala jahat.

Mereka meninggalkan berbagai pekerjaan penting demi membantu si penggembala. Berbagai alat juga dibawa untuk mengusir serigala sekaligus untuk melindungi diri.

Namun, sesampainya di sana, warga desa hanya menemukan anak gembala yang sedang tertawa terbahak-bahak.

Ternyata, si penggembala menipu mereka dan merasa senang karena ide jahilnya berhasil.

Si gembala kecil sangat senang melihat ekspresi  warga yang kaget mendengar ada serigala.

Sadar dibohongi, warga desa pun membubarkan diri dan kembali ke desa melanjutkan aktivitas mereka.

“Aku hanya mengetes, apakah bila serigala nanti datang mengejar domba, kalian mau membantuku mengusir serigala atau tidak,” ujar penggembala kecil, tanpa merasa bersalah.

Ia yang merasa puas kejahilannya berhasil, kembali mengawasi domba.

Kisah Nabi Musa, Bisa Dijadikan Dongeng Pengantar Tidur untuk Anak!

Kembali Berbohong Ada Serigala

Bertani (Orami Photo Stock)
Foto: Bertani (Orami Photo Stock)

Beberapa hari kemudian, si gembala kecil mengulangi kejadian itu.

Anak penggembala menjerit keras dengan nada panik, “Serigala! Serigala!”

Dan lagi-lagi warga sekampung yang baik hati pun segera datang.

Mereka berlari sekencang mungkin agar tidak terlambat memberikan bantuan.

Sayangnya, sekali lagi, yang mereka temukan bukan serigala sedang menyerang domba-domba.

Baca juga: Dongeng Si Kancil Mencuri Timun, Penuh Pesan Moral

Mereka malah mendapati seorang anak penggembala jahil sedang tertawa puas terbahak-bahak sambil memegang perutnya.

Kejadian ini persis sama seperti sebelumnya. “Oh, kamu mengelabuhi kami!," geram seorang petani.

Petani ini meninggalkan ladangnya begitu mendengar teriakan minta tolong tadi.

“Jangan lakukan itu lagi,” pesan seorang ibu pembuat roti.

“Atau kami tidak akan memercayaimu lagi,” ancam warga lainnya. Warga desa pun bubar sambil bergumam kesal.

Anak gembala hanya tertawa puas melihat kemarahan mereka.

Teguran warga ternyata tidak dipedulikan oleh anak gembala.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb