26 Februari 2024

4 Variasi Cerita Dongeng Si Kancil yang Penuh Pesan Moral

Bacakan dongeng ini untuk anak-anak yuk, Moms
4 Variasi Cerita Dongeng Si Kancil yang Penuh Pesan Moral

Ada banyak kisah dongeng populer, termasuk cerita dongeng Si Kancil.

Kisah dari binatang yang cerdik ini seolah tidak termakan oleh waktu dan masih jadi favorit anak-anak hingga saat ini.

Salah satu dongeng Si Kancil yang paling terkenal adalah Si Kancil Mencuri Mentimun.

Cerita ini bahkan dibuat menjadi lagu oleh Tonny Koeswoyo pada 1962 lalu.

Popularitas dongeng Si Kancil pun terus berkembang seiring perkembangan zaman.

Dongeng Si Kancil sarat akan nilai moral yang dapat diajarkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

Selain itu, Moms juga dapat mengenalkan hewan cerdik ini melalui dongeng Si Kancil kepada anak-anak.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Buku Dongeng sebelum Tidur untuk Anak TK

Manfaat Membaca Dongeng ke Anak

Perlu diketahui juga Moms, membacakan dongeng untuk Si Kecil memiliki banyak manfaat, lho.

Mengutip Fukushima Journal of Medical Science menjelaskan mendongeng memberikan banyak manfaat psikologis dan pendidikan.

Selain itu membacakan dongeng Si Kancil sebelum tidur juga bisa meningkatkan imajinasi dengan memvisualisasikan kata-kata yang diucapkan.

Hal ini juga dapat meningkatkan kosa kata, dan keterampilan komunikasi yang lebih halus pada anak-anak, lho.

Baca juga: Manfaat Dongeng untuk Anak, Mengajarkan Nilai Kebaikan hingga Meningkatkan Daya Ingat Si Kecil

Cerita Dongeng Si Kancil

Berikut ini beberapa cerita dongeng Si Kancil yang bisa Moms bacakan sebelum tidur kepada anak.

1. Cerita Dongeng Si Kancil Mencuri Mentimun

Dongeng Si Kancil
Foto: Dongeng Si Kancil (Orami Photo Stocks)

Dongeng Si Kancil dan Mentimun ini cukup populer, bukan? Temukan cerita detailnya di bawah ini!

Pada suatu siang yang panas, Si Kancil berlari untuk menghindari kebakaran hutan.

Kancil yang merasa kelelahan karena berlari tanpa henti melihat sebuah kebun sayuran milik Pak Tani.

“Sawah-sawah dan buah-buahan? Alhamdulillah. Terima kasih Tuhan,” mata Kancil terbelalak.

Sawah dipenuhi sayur-sayuran dan buah-buahan yang siap panen. Wah, sangat menyenangkan!

“Kebetulan nih, aku haus dan lapar,” kata Kancil sambil menelan ludah.

"Tenggorokanku juga kering dan perutku keroncongan karena ingin diisi. Makan dulu, ah."

Tanpa rasa berdosa, kancil menyantap hasil kebun milik petani.

"Hmm, enak," kata Kancil sambil mengelus perutnya yang sudah buncit. “Kalau setiap hari pesta seperti ini, pasti seru.”

Setelah puas, Kancil membaringkan diri di bawah pohon. Angin sepoi-sepoi bertiup, membuatnya mengantuk.

“Oahem, aku jadi ingin tidur lagi,” kata Kancil sambil menguap.

Tanpa terasa Kancil tidur hingga keesokan harinya.

Saat terbangun, ia kembali merasa lapar dan kembali ke sawah milik Pak Tani.

“Nah, pestanya dilanjutkan lagi ya," kata Kancil pada dirinya sendiri.

"Kali ini saya pilih-pilih, ah. Siapa tahu mentimun favorit saya."

Setelah berjalan-jalan, kancil akhirnya menemukan mentimun, makanan favoritnya.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung memetik mentimun besar yang sudah siap panen itu.

“Wah, enaknya sarapan timun,” kata Kancil sambil tersenyum puas.

Puas menyantap makanan kesukaannya, Kancil kembali beristirahat di bawah pohon hingga tertidur karena kekenyangan.

  • Pak Tani Murka Melihat Ladangnya Berantakan

Setelah Kancil pergi, Pak Tani datang dan terkejut karena ladang sayurannya menjadi berantakan.

"Perbuatan siapa, ya? Pasti ada hama baru yang biadab atau mungkinkah anak nakal atau binatang buas yang mencuri timunku lapar?" ucap Pak Tani.

Ladang mentimun Pak Tani benar-benar berantakan. Banyak pohonnya yang rusak karena diinjak.

Sisa-sisa potongan mentimun juga berserakan di tanah.

“Um, lihat, ya, jika tertangkap! "Gerutu Pak Petani sambil menggoyang-goyangkan sabitnya. "Panen timunku jadi berantakan."

Pak Tani sibuk memperbaiki ladangnya yang sudah dirusak oleh Si Kancil sejak pagi tadi.

Baca Juga: Dongeng Putri Duyung yang Cocok Dibacakan untuk Buah Hati

  • Kancil Ingin Kembali ke Ladang

Puas beristirahat, Kancil ingin kembali ke ladang mentimun milik Pak Tani.

Namun, ia tidak memiliki keberanian menghadapi Pak Tani yang wajahnya mengerut sambil menggoyangkan sabitnya.

“Oh, Pak Tani kenapa lama sekali di ladang? Aku sudah lapar,” kata Kancil.

Sore harinya Pak Tani pulang dengan membawa sekeranjang timun di pundaknya.

Ia pulang ke rumah, mengeluh, karena panennya berkurang.

“Ah, akhirnya waktu yang kutunggu pun tiba,” Kancil bangkit dan berjalan ke sawah.

  • Kancil Tertangkap Pak Tani

Keesokan harinya, Pak Tani murka dan marah melihat ladangnya berantakan lagi.

"Ini keterlaluan!" Kata Pak Tani sambil mengepalkan tangannya. "Ternyata tanaman lain rusak dan dicuri."

Pak Tani berlutut di tanah untuk mencari jejak si pencuri.

“Nah, pencurinya pasti punya binatang,” kata Pak Tani. "Jejak kaki manusia tidak begitu baik."

Pemilik peternakan yang malang itu bertekad untuk menangkap pencuri itu. "Aku harus membuat jebakan untuk menangkapnya!"

Pak Tani kemudian segera meninggalkan lapangan.

Sesampainya di rumahnya, dia membuat boneka yang menyerupai manusia.

Kemudian dia menggosok jebakan untuk ladangnya itu dengan getah nangka yang lengket!

Pak Tani kembali ke lapangan. Boneka-boneka itu dipasang di ladang mentimun.

Bentuknya persis seperti orang yang sedang berjaga-jaga.

Baca Juga: Cerita Rakyat Malin Kundang, Cocok untuk Dongeng Malam Si Kecil

  • Terkena Jebakan Pak Tani

Kancil yang mengetahui bahwa orang-orangan sawah itu tidak bisa bergerak pun memukulnya.

Buuuk!

Si Kancil terkejut setelah melakukan pukulan pertama. Tangannya menempel dan tidak bisa dilepaskan.

"Lepaskan tanganku! Jika tidak, aku menendangmu!"

Buuuk!

Sekarang kaki Kancil sebagai ganti badan juga ditempelkan pada wayang itu. "Oh, bagaimana ini?"

Sore harinya Pak Tani kembali ke lapangan. "Nah, ini pencurinya!" Pak Tani senang melihat jebakan berhasil.

"Ternyata kamu telah merusak ladang dan mencuri timunku!" Pak Tani tertawa saat melepaskan Kancil.

"Katanya kancil adalah hewan yang cerdas," cibir Pak Tani. "Tapi alangkah tertipu oleh orang-orangan sawah buatanku. Ha ha ha .... "

Kancil diserahkan saat dibawa kembali ke rumah Pak Tani. Dia dikurung di kandang ayam.

Namun Kancil kaget saat Pak Tani menyuruh istrinya menyiapkan bumbu sate.

“Aku harus keluar malam ini aku juga,” tekad Kancil. "Jika tidak, riwayatku akan segera berakhir."

  • Kabur dari Kandang

Sore harinya, saat rumah sedang tidur, anjing kancil memanggil Anjing penjaga rumah.

"Ssst... Anjing, sini," bisik Kancil. "Temui aku Kancil. Hewan peliharaan baru Pak Tani. Tahukah kamu? Besok saya akan diundang Pak Tani menghadiri pesta di Pak Lurah. Keren ya?"

Anjing itu terkejut mendengarnya. "Apa?" Saya tidak percaya itu! Saya sudah lama datang Pak Tani tidak pernah disuruh pergi. Eh, sebenarnya kamu diundang."

Kancil tersenyum. "Nah, terserah kalau tidak percaya. Lihat saja besok! Aku tidak bohong!"

Anjing rupanya dipengaruhi oleh perkataan si Kancil. Ia meminta agar Pak Tani Kancil untuk mengajaknya pergi ke pesta.

“Baiklah, saya akan berusaha membujuk Pak Tani,” janji Kancil.

"Tapi malam ini kamu harus menemaniku tidur di kandang ayam. Bagaimana?"

Anjing setuju dengan tawaran Kancil. Dia segera membuka kait pintu kandang, dan masuk.

Dengan sigap, Kancil dengan cepat keluar dari kandang.

"Terima kasih," kata Kancil sambil menutup kembali bautnya.

"Maaf, tahukah, saya harus berbohong. Tolong sampaikan salam saya ya, untuk Pak Tani. Dan tolong sampaikan permintaan maaf saya kepadanya."

Kancil segera kabur dari rumah Pak Tani. Anjing malang itu baru menyadari kebenarannya ketika si Kancil telah menghilang.

Pesan Moral: Dari dongeng Si Kancil ini Moms dapat mengajarkan kepada anak-anak bahwa mencuri itu tidak baik, ya.

Selain dongeng Si Kancil Mencuri Mentimun, ada juga dongeng Si Kancil lainnya, yaitu Si Kancil dan...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.