Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
20 Juli 2022

Eltazon, Atasi Peradangan dengan Menekan Sistem Kekebalan Tubuh

Perhatikan aturan pakainya, ya!
Eltazon, Atasi Peradangan dengan Menekan Sistem Kekebalan Tubuh

Eltazon termasuk ke dalam golongan kortikosteroid (prednisone) yang digunakan untuk mengurangi gejala peradangan pada tubuh.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan obat ini, termasuk artritis, asma, gangguan sistem kekebalan tubuh, kelainan darah, masalah pada paru dan pernapasan, serta alergi parah.

Obat bekerja dengan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh untuk menurunkan intensitas peradangan dan pembengkakan.

Terkait dengan serba serbi penggunaan obat, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Keterangan Obat Eltazon

Peradangan

Foto: Peradangan

Foto Peradangan pada Tubuh (Orami Photo Stock)

Eltazone termasuk ke dalam golongan obat keras dan merupakan kelas terapi antiinflamasi.

Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet yang mengandung 5 miligram prednisone.

Obat ini dijual dalam satuan per strip Rp2.000 hingga Rp10.000.

Prednisone dalam obat merupakan kortikosteroid sintetis yang berperan sebagai agen antialergi, imunosupresan, antiinflamasi, dan anti shock.

Obat bekerja dengan menembus membran sel dan membentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor.

Kompleks steroid-protein reseptor ini berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA di dalam intisel.

Proses tersebut merupakan bagian dari sintesa protein.

Sebagai agen antiinflamasi, obat bekerja dengan menekan migrasi neutrofil untuk mengurangi produksi prostaglandin.

Prostaglandin adalah senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi.

Proses tersebut dapat menurunkan gejala peradangan.

Baca Juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Dosis Penggunaan Obat

ilustrasi-minum-obat

Foto: ilustrasi-minum-obat (canva.com)

Foto Minum Obat (Orami Photo Stock)

Dosis yang diberikan tergantung dari penyakit yang dialami.

Selain itu, dokter akan menyesuaikan dengan intensitas keparahan gejala, dan kesehatan penderita.

Berikut ini dosis panduan penggunaan obat secara umum:

Terapi Tambahan untuk Mengatasi Pneumonia Pneumocystis

  • Dewasa

Sebanyak 40 miligram, 1 kali per hari selama 5 hingga 10 hari.

Dosis diturunkan menjadi 20 miligram setelah digunakan selama 11 hari.

  • Anak-anak

Sebanyak 1 miligram per kilogram berat badan, 1 kali per hari selama 5 hingga 10 hari.

Dosis diturunkan menjadi 0.5 miligram per kilogram berat badan setelah digunakan selama 11 hingga 21 hari.

Mengatasi Penyakit Paru-paru

  • Dewasa

Sebanyak 40 hingga 60 miligram per hari. Dosis penggunaan akan dikurangi setelah 4 hingga 8 minggu.

Mengatasi Asma Akut

  • Dewasa

Sebanyak 40 hingga 60 miligram, 1 hingga 2 kali per hari.

Obat bisa digunakan selama 3 hingga 10 hari atau lebih.

  • Anak berusia 0 hingga 11 tahun

Sebanyak 1 hingga 2 miligram per kilogram berat badan selama 3 hingga 10 hari.

Dosis maksimal harian sebanyak 60 miligram.

Mengatasi Gejala Alergi

  • Dewasa

Sebanyak 30 miligram di hari pertama.

Dosis dikurangi hingga 5 miligram per hari.

Mengatasi Multiple Sclerosis

  • Dewasa

Sebanyak 200 miligram per hari selama 7 hari.

Dosis ditambah 80 miligram setiap 2 hari sekali selama 30 hari.

Baca Juga: Ingat! 5 Hal Ini Wajib Ditanyakan Saat Ingin Beli Obat

Mengatasi Rheumatoid Arthritis

  • Dewasa

Sebanyak 10 miligram per hari.

Perubahan dosis disesuaikan berdasarkan kondisi penderita.

Mengatasi Penyakit pada Persendian dan Otot

  • Dewasa

Sebanyak 1 hingga 2 miligram per kilogram berat badan per hari.

Penggunaan Obat pada Ibu Hamil

Obat ini diklasifikasikan ke dalam kategori C.

Ini menunjukkan efek samping pada janin setelah digunakan oleh ibu hamil.

Terkait dengan penggunaan obat selama masa kehamilan, ini boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.

Obat tidak boleh dikonsumsi selama trimester ketiga atau mendekati waktu persalinan.

Pasalnya, obat menunjukkan risiko pada janin manusia.

Ini dapat menyebabkan masalah serius hingga mengancam jiwa.

Indikasi Penggunaan Eltazone

Obat eltazone efektif untuk mengatasi sejumlah gangguan kesehatan berikut ini:

  • Mengatasi reaksi radang dan alergi.
  • Mengatasi radang rematik, radang tenggorokan, tiroiditis, radang usus, penyakit Crohn, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), myasthenia gravis, dan penyakit Meniere.
  • Mencegah reaksi penolakan tubuh setelah melakukan prosedur transplantasi organ.
  • Mengatasi beberapa jenis kanker, termasuk leukemia limfoblastik akut, non-hodgkin limfoma, limfoma hodgkin, multiple myeloma, dan tumor.
  • Mengatasi efek samping setelah terapi pengobatan sifilis.
  • Digunakan untuk terapi pengobatan hiperplasia adrenal kongenital.
  • Mengatasi gagal jantung dekomposisi untuk menunjang respon ginjal terhadap diuretik.

Baca Juga: Mengenal Rhinitis Alergi, Peradangan di Rongga Hidung Akibat Alergi

Cara Tepat Menyimpan Obat

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, eltazon juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.
  • Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Baca Juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Efek Samping Penggunaan Obat

sakit-kepala

Foto: sakit-kepala

Foto Sakit Kepala (Orami Photo Stock)

Melansir dari MedlinePlus, penggunaan dapat menyebabkan efek samping.

Ini efek samping yang umum dialami:

  • Sakit kepala
  • Kesulitan tidur
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem
  • Perubahan kepribadian
  • Mata melotot
  • Jerawat
  • Kulit menjadi tipis dan rapuh
  • Memperlambat penyembuhan luka dan memar
  • Peningkatan pertumbuhan rambut
  • Kelelahan yang luar biasa
  • Kelemahan pada otot
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Penurunan hasrat seksual

Segera periksakan diri jika gejala efek samping serius di bawah ini terjadi:

  • Masalah penglihatan
  • Sakit tenggorokan, demam, kedinginan, batuk, atau tanda infeksi lainnya
  • Kejang-kejang
  • Depresi
  • Halusinasi
  • Kebingungan
  • Otot berkedut
  • Mati rasa, terbakar, atau kesemutan di wajah, lengan, kaki, kaki, dan tangan
  • Sakit perut
  • Detak jantung tak teratur
  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • Sesak napas, terutama pada malam hari
  • Kesulitan bernapas atau menelan

Kandungan prednison dalan eltazon dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak.

Selama penggunaan, dokter anak akan mengamati tumbuh kembangnya dengan cermat.

  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601102.html#side-effects
  • https://www.rxlist.com/prednisone-drug.htm
  • https://go.drugbank.com/drugs/DB00635

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.